Minggu, 18 Oktober 2026
18:07 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Friedrich Bayer

Friedrich Bayer

pengusaha Jerman

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang pendiri perusahaan farmasi Jerman Bayer. Untuk ahli kimia Jerman pemenang Hadiah Nobel, lihat Adolf von Baeyer.
Friedrich_bayer.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Friedrich Bayer

Friedrich Bayer (lahir Friedrich Beyer, 6 Juni 1825 di Barmen sekarang Wuppertal – 6 Mei 1880 di Würzburg) adalah pendiri dari apa yang kemudian menjadi Bayer, sebuah perusahaan Jerman kimia dan farmasi.[1] Ia mendirikan pabrik pewarna Friedrich Bayer bersama dengan Johann Friedrich Weskott pada tahun 1863 di Elberfeld, sebuah kota berkembang di kawasan industri awal Wuppertal atau Lembah Wupper.

250px-Friedrich.Bayer.Cemetery.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Situs makam Friedrich Bayer, Wuppertal

Friedrich Bayer mengubah ejaan nama belakangnya dari Beyer di awal usia dua puluhan, karena publisitas yang diperoleh pedagang penipu dari Leipzig dengan nama yang sama.[2] Friedrich Beyer dari Barmen khawatir reputasi buruk dari namanya dapat merusak bisnisnya dan akibatnya mengubah nama belakangnya menjadi Bayer.[2]

Referensi

  1. ↑ "Friedrich Bayer | German businessman [1825–1880]". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris).
  2. 1 2 Thomas Käding (2013-05-21). "Eigentlich müsste es Beyer heißen". www.ksta.de. Leverkusener Anzeiger. Diakses tanggal 2015-05-26.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan