Rabu, 04 November 2026
04:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Fregat kelas Lekiu

Fregat kelas Lekiu

Bagikan:
330px-KD_Lekiu%28FFG30%29_and_KD_Jebat%28FFG29%29_with_USS_George_Washington_%28CVN_73%29.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KD Lekiu (FFG30) dan KD Jebat (FFG29) dengan USS George Washington (CVN-73).
Class overview
Nama:

Kelas Lekiu

Pembangun:

Galangan Kapal Yarrow, Glasgow, Britania Raya

Operator:

 Royal Malaysian Navy

Selesai:

2

Aktif:

2

General characteristics
Kelas dan jenis:

Fregat kelas F2000

Bobot:

2.300 ton dengan muatan penuh

Panjang:

106 m

Lebar:

12,75 m

Sarat air:

308 m

Propulsi:

4 × MTU 20V 1163 TB93 diesel engines, 24.5MW, Twin shafts with Kamewa controllable pitch propellers

Kecepatan:

28 knot (52 km/jam; 32 mpj)

Jangkauan:

5.000 nmi (9.300 km; 5.800 mil)

Awak kapal:

146 dan 18 perwira

Sensor dan
sistem:
  • Sistem tempur: BAE Systems Insyte Nautis F combat data system
  • Radar pencari: Ericsson Sea Giraffe-150 Surface search radar G and H bands
  • Thales Netherlands (Signaal) DA-08 air search operating at E and F bands
  • Radar navigasi: Thales Defence I-band navigation radar
  • Radar pengendali tembakan: 2 × Marconi 1802SW, Alenia Marconi Systems Nautis F combat data system, Radamec Series 2000 Optronic weapon director, BAE SYSTEMS 1802 fire control radars operating at I and J bands
  • Sonar: Thales Underwater Systems Spherion TSM 2633 LF sonar
  • Thermal Imager: BAE Type V 3001
Pernika
& pengecoh:
  • ESM: BAE Mentor-A
  • ECM: Thales Defense Scimitar
  • Pengecoh: 2 Super Barricade 12 barrelled launchers, Graseby Sea Siren torpedo decoy
Persenjataan:
Pesawat yang dibawa:

1 × Super Lynx 300

Fasilitas aviasi:
  • Hangar
  • Platform pendaratn helikopter

Fregat kelas Lekiu adalah sebuah kelas kapal fregat dari Angkatan Laut Malaysia. Kapal ini merupakan kapal permukaan tercanggih dari Angkatan Laut Malaysia, hingga fregat kelas Maharaja Lela selesai pada 2030. Dalam kelas ini terdapat dua kapal, KD Jebat FFG29 dan KD Lekiu FFG30.

Kedua kapal dinamakan atas nama Hang Lekiu dan Hang Jebat, dua tokoh dari legenda Melayu Hikayat Hang Tuah. Kelas ini memiliki karakteristik yang sama dengan korvet kelas Kasturi, KD Kasturi dan KD Lekir, dan juga kapal pelatihan KD Hang Tuah, semuanya dinamakan dari tokoh tokoh legenda pula.

Pengembangan

Kapal ini dibuat di Britania Raya oleh Yarrow Shipbuilders di Glasgow (sekarang BAE Systems Surface Ships) berdasarkan rancangan fregat F2000. Lekiu diluncurkan pada Desember 1994 sedangkan Jebat diluncurkan pada Mei 1995. Jebat memiliki nomor lambung yang lebih kecil (FFG29) untuk menekankan senioritas dari kapal ini, yang ditempati oleh Admiral Angkatan Laut Malaysia. (Hang Jebat menggantikan Hang Tuah sebagai Laksamana (Admiral) pada masa Kesultanan Melaka, sedangkan Hang Lekiu tidak pernah menjadi Laksamana.)

Pembelian dua kapal kelas Lekiu melibatkan program transfer teknologi yang besar dan sebuah program timbal balik, dengan ketentuan sebagian dari nilai kontrak digantikan dengan pembelian dan jasa kepada perusahaan Malaysia.

Pengiriman dan pengoperasian tertunda disebabkan masalah integrasi sistem pertempuran. Kedua kapal diresmikan pada Maret dan Mei 1999. Kapal ini menunjukkan lonjakan kemampuan jika dibandingkan dengan fregat AL Malaysia sebelumnya, F24 KD Rahmat dan F76 KD KD Hang Tuah (bekas-HMS Mermaid).

Jebat dan Lekiu mengabdi pada 23 Frigate Squadron dari Angkatan Laut Malaysia.[1]

Penundaan

Kelas Lekiu mengalami penundaan serius disebabkan oleh masalah dalam integrasi sistem antara persenjataan dan sistem kontrol senjata (masalah peranti lunak). Masalah ini telah diselesaikan dan peresmian kedua kapal dilaksanakan pada 7 Oktober dan 10 November 1999.

Rencana kapal berikutnya

Menteri Pertahanan Malaysia Najib Tun Razak mengumumkan pada Farnborough Air Show 2006 bahwa Malaysia akan membeli dua fregat dari Inggris melalui Project Brave.[2] Evening Times melaporkan pada 20 Juli 2006 bahwa galangan Clyde telah memenagkan kontrak untuk mebangun dua kapal kelas Jebat [sic] untuk Malaysia.[3][4]

Dua kapal hampir selesai dibangun di Labuan Shipyard seperti kesepakatan, tetapi dibatalkan pada Agustus 2009. Pada 2013 Malaysia mengumumkan pembelian enam fregat kelas Maharaja Lela, dan kelas Lekiu tahap 2 dianggap telah dibatalkan.

Service Life Extension Program (SLEP)

Sebuah program peremajaan terbatas dimulai pada tahun 2015. Peningkatan termasuk Thales Vigile 100 Mk2 ESM menggantikan BAE Mentor A, Chess Dynamics Sea Eagle FCEO menggantikan BAE Type V 3001 dan radar navigasi Terma Scanter 6000.[5]

Operasi besar

KD Lekiu bersama dengan KD Sri Inderapura terlibat dalam misi Ops Fajar 4 /Anti-piracy measures in Somalia oleh AL Malaysia di Teluk Aden pada 2008. Kedua kapal ditugaskan untuk mengembalikan dua kapal Malaysian International Shipping Corporation (MISC) yang dibajak, MT Bunga Melati Dua dan MT Bunga Melati Lima kembali ke Malaysia.[6]

Pada 2013, KD Jebat terlibat dalam blokade laut terkait dengan Konflik Sabah 2013.

Pada 2018, KD Lekiu berpartisipasi dalam latihan maritim terbesar di dunia, RIMPAC.[7]

Kapal dari kelas

Nomor lambung Nama Pembuat Diluncurkan Diresmikan
FFG29 KD Jebat Yarrow Shipbuilders Mei 1995 Maret 1999
FFG30 KD Lekiu Yarrow Shipbuilders Desember 1994 Mei 1999

Galeri

  • KD Jebat moored in Sydney Harbour in October 2013
    KD Jebat moored in Sydney Harbour in October 2013
  • KD Lekiu passes by the US Navy submarine USS La Jolla during a submarine warfare exercise at CARAT 2011
    KD Lekiu passes by the US Navy submarine USS La Jolla during a submarine warfare exercise at CARAT 2011
  • KD Jebat underway off the coast of Malaysia during a divisional tactics drill as part of Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) Malaysia 2013
    KD Jebat underway off the coast of Malaysia during a divisional tactics drill as part of Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) Malaysia 2013
  • A rigid-hull inflatable boat from the LCS USS Freedom takes a visit, board, search and seizure team to the Malaysian frigate KD Jebat during a compliant boarding exercise.
    A rigid-hull inflatable boat from the LCS USS Freedom takes a visit, board, search and seizure team to the Malaysian frigate KD Jebat during a compliant boarding exercise.
  • KD Jebat entering Sydney harbour for the Sydney International Fleet Review 2013
    KD Jebat entering Sydney harbour for the Sydney International Fleet Review 2013

Referensi

  1. ↑ "Title unknown".[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ "Government wants to buy British frigates and Italian planes". The Star. 18 Juli 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 13 Maret 2007.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kaliPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)Lebih dari satu parameter |work= dan |newspaper= yang digunakan (bantuan)
  3. ↑ "Title unknown". Evening Times. 20 Juli 2006.{{cite news}}: |work= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kaliPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)Lebih dari satu parameter |work= dan |newspaper= yang digunakan (bantuan)
  4. ↑ "Shipyards win Malaysian contract". BBC. 19 Juli 2006. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2007-03-13. Diakses tanggal 2018-11-14.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Royal Malaysian Navy selects Terma". www.terma.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-12-21. Diakses tanggal 2016-12-20.
  6. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2018-07-28. Diakses tanggal 2018-11-14.
  7. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-07. Diakses tanggal 2018-11-14.

Pranala luar

Lihat juga

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan