Kamis, 15 Oktober 2026
13:39 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Frederick de Houtman

Frederick de Houtman

Bagikan:
Infobox orangFrederick de Houtman
330px-Frederik_Houtman_SK-A-2727.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahirank. 1571 Suntingan nilai di Wikidata
Gouda (Tujuh Belas Provinsi) Suntingan nilai di Wikidata
Kematian21 Oktober 1627 Suntingan nilai di Wikidata (55/56 tahun)
Alkmaar (Republik Belanda) Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpenjelajah,astronom,seafarer (en) Terjemahkan,colonial administrator (en) Terjemahkan,Navigator,laksamana Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
SaudaraCornelis de Houtman Suntingan nilai di Wikidata
250px-Frederik_de_Houtman.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Frederick de Houtman

Frederick de Houtman (Gouda, 1571 — Alkmaar, 21 Oktober 1627) adalah seorang penjelajah Belanda yang berlayar sepanjang pantai barat Australia dalam perjalanan menuju Sunda Kalapa.

Dia membantu sesama navigator Belanda, Pieter Dirkszoon Keyser dalam pengamatan astronomi selama ekspedisi pertamanya ke Hindia Timur selama 1595-1597.

Pada ekspedisi-ekspedisi berikutnya, dia menambahkan lebih lanjut daftar bintang-bintang yang telah diamati oleh Keyser. Mereka diakui sebagai penemu 12 rasi di bawah ini.

Dia adalah adik dari Cornelis de Houtman yang terbunuh pada ekspedisi keduanya pada 1599. Frederick dipenjarakan oleh Sultan Aceh, tetapi memanfaatkan waktu dua tahun di penjara dengan belajar bahasa Melayu lokal dan melakukan pengamatan astronomis.

Pada 1603, setelah kepulangannya ke Belanda, Frederick menerbitkan pengamatan bintangnya pada lampiran kamus bahasa Malayu dan Madagaskar (Spraeck ende woordboeck inde Maleysche ende Madagaskarsche talen) buatannya.

Pada tahun 1619 dia yang berada di kapal VOC, Dordrecht, dan Jacob d'Edel, di kapal VOC lainnya, Amsterdam, melihat daratan di pantai Australia dekat Perth sekarang, yang mereka sebut D'Edelsland. Sesudah berlayar sepanjang pantai ke utara, dia menemui dan menghindari sekelompok beting, yang kemudian disebut sebagai Houtman Abrolhos. Houtman lalu membuat pendaratan di daerah yang dikenal sebagai Eendrachtsland yang sebelumnya telah ditemukan oleh penjelajah Dirck Hartog.

Didahului oleh:
jabatan baru
Gubernur VOC di Ambon
1605-1611
Diteruskan oleh:
Caspar Janszoon

Daftar dua belas rasi bintang yang dibuat oleh Pieter Dirkszoon Keyser dan Frederick de Houtman antara tahun 1595 dan 1597 dan diperkenalkan oleh Johann Bayer pada Uranometria, sebuah teks bertahun 1603

Apus | Chamaeleon | Dorado | Grus | Hydrus | Indus | Musca | Pavo | Phoenix | Triangulum Australe | Tucana | Volans
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan