

(Nosy Iranja, Madagaskar)
Beting atau gosong pasir adalah punggungan, tepian, atau timbunan alami yang terendam, yang terdiri atas atau tertutupi oleh pasir atau material lepas lainnya, dan menjulang dari dasar suatu badan air hingga mendekati permukaan atau muncul di atasnya, sehingga membahayakan navigasi. Gosong juga dikenal dalam oseanografi, geomorfologi, dan geosains sebagai gosong pasir, beting pasir, gosong kerikil, atau hanya beting saja. Dua atau lebih gosong yang dipisahkan oleh palung bersama atau saling terhubung melalui proses sedimenter dan hidrografis masa lalu maupun masa kini disebut kompleks gosong.[1][2]
Penggunaan lain istilah gosong, baik yang serupa maupun cukup berbeda dari penerapannya dalam literatur geologi, geomorfologi, dan oseanografi, mencakup setiap tempat yang relatif dangkal di aliran sungai, danau, laut, atau badan air lainnya; daerah berbatu di dasar laut dalam suatu wilayah yang dipetakan untuk keperluan navigasi; atau pertumbuhan vegetasi di dasar danau yang dalam, yang dapat terjadi pada kedalaman berapa pun, atau digunakan sebagai verba untuk proses berpindah dari perairan yang lebih dalam ke perairan yang lebih dangkal.[2]
Referensi
- ↑ Rutecki D, Nestler E, Dellapenna T, Pembroke A (2014). "Understanding the Habitat Value and Function of Shoal/Ridge/Trough Complexes to Fish and Fisheries on the Atlantic and Gulf of Mexico Outer Continental Shelf". Draft Literature Synthesis for the U.S. Dept. of the Interior, Bureau of Ocean Energy Management. Contract # M12PS00031. Bureau of Ocean Energy Management (DOI). hlm. 116.
- 1 2 Neuendorf, K.K.E., J.P. Mehl Jr., and J.A. Jackson, eds. (2005) Glossary of Geology (5th ed.). Alexandria, Virginia, American Geological Institute. 779 pp. ISBN0-922152-76-4
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Lain-lain | |
Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |