Minggu, 27 September 2026
22:51 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Fenitoin

Fenitoin

senyawa kimia

Fenitoin
Structural formula of phenytoin
Ball-and-stick model of the phenytoin molecule
Data klinis
Pengucapan/fəˈnɪtoʊɪn,ˈfɛnɪtɔɪn/
Nama dagangIkaphen, Kutoin, Sanbetoin, dll[1]
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa682022
License data
Kategori
kehamilan
  • Toksik pada sistem reproduksi
Rute
pemberian
Oral, intravena
Kelas obatAnticonvulsant
Kode ATC
Status hukum
Status hukum
Data farmakokinetika
Bioavailabilitas70–100% (oral); 24,4% (rektal)
Pengikatan protein95%[2]
MetabolismeHati
Onset aksi10–30 min (intravenous)[3]
Waktu paruh eliminasi10–22 jam[2]
Durasi aksi24 hours[3]
EkskresiUrin (23–70%), empedu[4]
Pengenal
  • 5,5-difenilimidazolidina-2,4-diona
Nomor CAS
PubChem CID
IUPHAR/BPS
DrugBank
ChemSpider
UNII
KEGG
ChEBI
ChEMBL
CompTox Dashboard (EPA)
ECHA InfoCard100.000.298 Sunting di Wikidata
Data sifat kimia dan fisik
RumusC15H12N2O2
Massa molar252,27 g·mol−1
Model 3D (JSmol)
  • C1=CC=C(C=C1)C2(C(=O)NC(=O)N2)C3=CC=CC=C3
  • InChI=1S/C15H12N2O2/c18-13-15(17-14(19)16-13,11-7-3-1-4-8-11)12-9-5-2-6-10-12/h1-10H,(H2,16,17,18,19) N
  • Key:CXOFVDLJLONNDW-UHFFFAOYSA-N N
 ☒NcheckY (what is this?)  (verify)

Fenitoin atau adalah obat untuk mengatasi kejang (antikonvulsan) yang umumnya terjadi pada penderita epilepsi.[5] Nama kimia dari obat ini adalah 5,5-diphenyl-2,4-imidazolidinedione.[6] Obat ini dapat juga digunakan untuk mengobati neuralgia trigeminal, sejenis nyeri saraf yang berpengaruh pada wajah.[7] Fenitoin termasuk dalam kategori obat resep, jadi tidak dijual bebas. Bentuk obat ini berupa kapsul dan suntik. Obat ini dapat digunakan pada orang dewasa maupun anak-anak. Penggunaan pada ibu hamil dan menyusui harus berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.[5]

Sejarah

Fenitoin pertama kali disintesis pada tahun 1908 oleh Heinrich Biltz—seorang ahli kimia berkebangsaan Jerman.[8] Fenitoin dikenal sebagai antikonvulsan setelah Merritt & Putnam menerbitkan data penting mereka—mengenai penggunaan obat tersebut—pada tahun 1938. Sejak saat itu, fenitoin telah terbukti sebagai antikonvulsan yang sangat efektif. Beberapa dekade kemudian, obat ini terus menjadi obat antikonvulsan dan antiaritmia yang banyak diresepkan dalam pengobatan epilepsi (grand mal) dan psikomotor.[9]

Merek dagang

Beberapa merek dagang fenitoin antara lain: Kutoin, Phenytoin Sodium, Decatona, Dilantin, Curelepz, Phenitin, Ikaphen, Zentropil.[5]

Cara kerja obat

Epilepsi

Di dalam otak, terdapat sel-sel yang "berbicara" satu sama lain dengan menggunakan sinyal listrik dan bahan kimia. Kejang-kejang dapat terjadi ketika sel-sel otak tidak bekerja dengan benar atau bekerja lebih cepat dari biasanya. Di sini, fenitoin berfungsi untuk memperlambat sinyal listrik dalam otak sehingga kejang-kejang dapat berhenti.[7]

Sakit saraf

Pada awalnya, fenitoin tidak dirancang untuk mengobati rasa sakit. Namun, ia dapat meringankan rasa sakit saraf, seperti neuralgia trigeminal. Fenitoin memperlambat impuls-impuls listrik di saraf dan mengurangi kemampuan mereka untuk mengirimkan rasa sakit.[7]

Cara penggunaan

Fenitoin injeksi

Pemberian fenitoin injeksi harus dilakukan oleh petugas medis. Petugas akan menyuntikkan cairan fenitoin ke dalam pembuluh darah pasien.[5]

Fenitoin kapsul

Fenitoin kapsul lebih baik dikonsumsi setelah makan. Namun, bisa juga dikonsumsi dalam keadaan perut masih kosong. Jika mengalami nyeri lambung, konsumsilah fenitoin kapsul bersama dengan makanan.[5]

Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal, obat harus dikonsumsi pada waktu yang sama setiap hari. Jika lupa mengonsumsi fenitoin, disarankan untuk segera melakukannya setelah ingat, tetapi dalam kondisi jarak jadwal konsumsi berikutnya tidak terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis.[5]

Efek samping

Seperti obat-obatan yang lain, fenitoin juga memiliki efek samping, walaupun tidak semua orang mengalaminya. Efek samping umum yang dapat terjadi adalah sebagai berikut:

  • sakit kepala;
  • mengantuk;
  • merasa gugup, tidak stabil atau goyah;
  • mual atau muntah;
  • sembelit;
  • gusi sakit atau bengkak; atau
  • ruam kulit ringan.[7]

Peringatan

Tidak semua orang bisa menggunakan fenitoin. Beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum menggunakannya, seperti: alergi (termasuk pada obat-obatan sejenisnya), gangguan liver (akibat fenitoin), dan yang sedang mengonsumsi delavirdine.

Selain itu, konsultasikan pada dokter jika memiliki hal-hal berikut ini:

  • gangguan jantung;
  • penyakit liver;
  • diabetes;
  • depresi;
  • pikiran atau tindakan bunuh diri;
  • kekurangan vitamin D atau kondisi lain yang menyebabkan penipisan tulang;
  • porfiria; atau
  • keturunan Asia (perlu tes darah agar mengetahui reaksi kulit terdapat obat ini).[10]

Referensi

  1. ↑ "International trade names for phenytoin". Drugs.com. Diarsipkan dari asli tanggal 23 Februari 2016. Diakses tanggal 27 Februari 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 "Phenytoin". The American Society of Health-System Pharmacists. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 8 September 2015. Diakses tanggal 22 Agustus 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Marx JA (2010). Rosen's emergency medicine: concepts and clinical practice (Edisi 7th). Philadelphia: Mosby/Elsevier. hlm. 1352. ISBN 978-0-323-05472-0.
  4. ↑ Parker KD, Elliott HW, Wright JA, Nomof N, Hine CH (Maret 1970). "Blood and urine concentrations of subjects receiving barbiturates, meprobamate, glutethimide, or diphenylhydantoin". Clinical Toxicology. 3 (1). Informa UK Limited: 131–145. doi:10.3109/15563657008990108. PMID 5520387.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 4 5 6 "Phenytoin". Alodokter. 2015-02-06. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-11-30. Diakses tanggal 2019-12-13.
  6. ↑ general_alomedika (2017-11-08). "Phenytoin - indikasi, dosis, interaksi dan efek samping". Alomedika. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-05. Diakses tanggal 2019-12-16.
  7. 1 2 3 4 "Phenytoin: medicine to treat epilepsy and trigeminal neuralgia". nhs.uk (dalam bahasa Inggris). 2019-03-15. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-05-10. Diakses tanggal 2019-12-13.
  8. ↑ Wolfson, Allan B. (2010). Harwood-Nuss' clinical practice of emergency medicine (Edisi 5th). Philadelphia, PA: Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 1415. ISBN 9780781789431. Diakses tanggal 16 Desember 2019.
  9. ↑ Scheinfeld, Noah (2003). "Phenytoin in cutaneous medicine: Its uses and side effects". Dermatology Online Journal. 9 (3). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-04-01. Diakses tanggal 2019-12-16.
  10. ↑ "Phenytoin (Dilantin) Uses, Dosage, Side Effects". Drugs.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2023-06-05. Diakses tanggal 2019-12-18.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan