Minggu, 25 Oktober 2026
17:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Keutamaan Yasin

Keutamaan Yasin

keutamaan surah Yasin

Bagikan:
Untuk artikel utama, lihat Surah Yasin.
Surah ke-36
يٰسٓ
Yasin
Y-S
page1-250px-Sura36.pdf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
KlasifikasiMakkiyah
JuzJuz 22 (ayat 1-21)
Juz 23 (ayat 22-83)
Jumlah ruku5
Jumlah ayat83
MuqaṭṭaʻātYa Sin
← Fatir

Surat Yasin adalah salah satu surat dalam kitab Al Qur'an yang sering dibaca oleh sebagian umat islam pada banyak acara-acara sosial kemasyarakatan dan keagamaan seperti Yasinan. Berikut beberapa fadhilah (keutamaan) dari membaca surat yaasin yang diyakini mempunyai keutamaan-keutamaan bagi yang membacanya.

Membaca setiap malam maka diampuni dosanya

مَنْ قَرَأَ يَس كُلَّ لَيْلَةٍ غُفِرَ لَهُ

"Siapa saja membaca surat Yasin setiap malam, niscaya diampuni (dosa)nya."[1.1][2.1]

Ini adalah hadis daif (lemah).[3.1][4.1][2.1]

Diampuni dosanya di pagi hari

مَنْ قَرَأَ يَس فِي لَيْلَةٍ أَصْبَحَ مَغْفُوْرًا لَهُ

"Siapa saja yang membaca surah Yasin dalam satu malam, maka diampuni dosanya ketika ia bangun pagi"[5.1][2.2]

Hadis di atas diriwayatkan dari Abu Hurairah, Ibnul Jauzi berkata, "Hadis ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya." Ad-Daraquthni berkata, "Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadis ini adalah tukang memalsukan hadis."[5.2][6][7.1][8.1][2.3]

Mengharap wajah Allah maka dimapuni dosanya

مَنْ قَرَأَ يَس فِي لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ غُفِرَ لَهُ

"Siapa saja membaca surat Yasin pada malam hari karena mengharap wajah Allah, niscaya Allah ampuni dosanya"[6.1][7.2][2.4]

Hadis ini daif (lemah). Diriwayatkan oleh at-Thabrani dalam kitabnya, al-Mu'jamul Ausaath dan al-Mu'ja-mush Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi di dalam sanadnya ada Aghlab bin Tamim. Kata al-Bukhari, "Ia munkarul hadits." Kata Ibnu Ma'in, "Ia tidak ada apa-apanya (tidak kuat hapalannya)."[6.1][7.2][2.4]

Mengharap wajah Allah maka dimapuni dosanya malam itu

مَنْ قَرَأَ يَس فِي لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ غُفِرَ لَهُ فِي تِلْكَ اللَّيْلَةِ

"Siapa saja membaca surat Yasin pada malam hari karena mengharap wajah Allah, maka ia akan diampuni dosanya pada malam itu."[9.1][2.5]

Hadis ini daif (lemah). Hadis ini diriwayatkan oleh ad-Darimi dari jalan Walid bin Syuja', ayahku telah menceritakan kepadaku, Ziyad bin Khaitsamah telah menceritakan kepadaku, dari Muhammad bin Juhadah dari al-Hasan, dari Abu Hurairah.[9.1][2.6]

Hadis di atas diriwayatkan juga oleh al-Baihaqi, Abu Nu'aim dan al-Khathib, dari jalan al-Hasan, dari Abu Hurairah. Hadits ini munqathi' (terputus), karena dalam semua sanadnya terdapat Al-Hasan bin Yasar al-Bashriy, ia tidak mendengar dari Abu Hurairah. Adz-Dzahabi berkata, "Al-Hasan tidak mendengar dari Abu Hurairah, maka semua hadis-hadis yang ia riwayatkan dari Abu Hurairah termasuk dari jumlah hadis-hadis munqathi'."[6.2][8.2][2.7]

Hatinya Al-Qur'an, diampuni dosanya, bacakanlah ke orang yang akan mati

Dari Mu'tamir, dari ayahnya, dari seseorang, dari ayahnya, dari Ma'qil bin Yasar, ia berkata: "Bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

يَس قَلْبُ الْقُرْآنِ لَا يَقْرَأُهَا رَجُلٌ يُرِيدُ اللهَ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ إِلَّا غُفِرَ لَهُ وَاقْرَؤُوْهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ

"Surat Yasin itu hatinya al-Qur'an, tidaklah seseorang membacanya karena mengharapkan keridaan Allah dan negeri akhirat (surga-Nya), melainkan akan diampuni dosanya. Oleh karena itu, bacakanlah surat Yasin itu untuk orang-orang yang akan mati di antara kalian."[10.1][11.1][2.8]

Dalam hadis ini ada tiga orang yang majhul (tidak diketahui namanya dan keadaannya), sehingga harus ini lemah dan tidak bisa dijadikan landasan dalil.[12.1][2.9]

Akan diampuni dosanya yang telah lalu, maka bacakan ke orang yang akan mati

مَنْ قَرَأَ (يس) فِي لَيْلَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ فَاقْرَؤُوْهَا عِنْدَ مَوْتَاكُمْ

"Siapa saja membaca surat Yasin karena mencari keridaan Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Oleh karena itu, bacakanlah surat itu untuk orang yang akan mati di antara kalian."[1.1][2.10]

Ini adalah hadis lemah sehingga tidak bisa dijadikan dalil (hujah).[3.2][13.1][2.10]

Mati syahid

مَنْ دَاوَمَ عَلَى قِرَاءَةِ يَس فِي كُلِّ لَيْلَةٍ ثُمَّ مَاتَ، مَاتَ شَهِيدًا

"Barangsiapa terus-menerus membaca surat Yasin pada setiap malam kemudian ia mati, maka ia mati syahid."[14.1][6.3][7.3][2.11]

Ini adalah hadis palsu. Hadis ini diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam al-Mu'jamush Shaghir, dari Sahabat Anas, tetapi di dalam sanadnya ada Sa'id bin Musa al-Azdiy, ia seorang tukang dusta dan oleh Ibnu Hibban berkomentar bahwa ia sering memalsukan hadis.[14.1][6.3][7.3][2.11]

Terpenuhi hajatnya

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam ad-Darimi dari jalan al-Walid bin Syuja', telah menceritakan kepadaku Ziyad bin Khaitsa-mah, dari Muhammad bin Juhadah, dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, "Telah sampai kepadaku bahwasanya Nabi Islam (Muhammad) bersabda,[9.1][13.2][6.4][15.1][2.12]

من قَرَأَ يَس فِي صَدْرِ النَّهَارِ قُضِيَتْ حَوَائِجُهُ

"Siapa saja membaca surat Yasin pada permulaan siang (di pagi hari), maka terpenuhi semua hajatnya (keperluannya)."[9.1][13.2][6.4][15.1][2.12]

Ini adalah hadis daif (lemah). Hadis ini mursal, karena Atha bin Abi Rabah tidak bertemu dengan Nabi Islam Muhammad, ia lahir kurang lebih tahun 24 Hijriyah dan meninggal tahun 114 Η.[9.1][13.2][6.4][15.1][2.12]

Seolah membaca Al-Qur'an dua kali

مَنْ قَرَأَ يَس مَرَّةً فَكَأَنَّمَا قَرَأَ الْقُرْآنَ مَرَّتَيْنِ

"Barangsiapa membaca surah Yasin satu kali maka seolah-olah ia telah membaca Al-Qur'an dua kali."[1.1][2.13]

Ini adalah hadis palsu.[3.3][4.1][2.13]

Seolah membaca Al-Qur'an sepuluh kali

مَنْ قَرَأَ يَس مَرَّةً فَكَأَنَّمَا قَرَأَ الْقُرْآنَ عَشْرَ مَرَّاتٍ

"Siapa saja membaca surah Yasin satu kali seolah-olah ia telah membaca al-Qur-an sepuluh kali."[1.2][3.4][2.14]

Ini adalah hadis palsu.[3.4][2.14]

Hatinya Al-Qur'an dan seolah membaca Al-Qur'an sepuluh kali

إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا وَقَلْبُ الْقُرْآنِ يَس، وَمَنْ قَرَأَ يَس كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِقِرَاءَتِهَا قِرَاءَةَ الْقُرْآنِ عَشْرَ مَرَّاتٍ

"Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur'an itu ialah surat Yasin. Siapa saja yang membacanya, maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur'an sepuluh kali."[16][9.2]

Ini adalah hadis palsu.[2.15] Dalam hadis ini terdapat dua rawi yang lemah yaitu Harun Abu Muhammad dan Muqatil bin Hayyan.[2.16] Adz-Dzahabi berkomentar bahwa Harun Abu Muhammad dia adalah majhul (anonim atau tidak dikenal riwayat hidupnya).[6.5][2.17] Ibnu Ma'in juga berkomentar mengenai Muqatil bin Hayyan bahwa ini daif bahkan Ahmad bin Hanbal berkomentar, "Aku tidak peduli (tidak dianggap) kepada Muqatil bin Hayyan dan Muqatil bin Sulaiman"[6.6][2.18]

Ibnu Abi Hatim berkata, "Aku pernah bertanya kepada ayahku tentang hadits ini. Jawabnya: "Muqatil yang ada dalam sanad hadis ini adalah Muqatil bin Sulaiman, aku mendapati hadits ini di awal kitab yang disusun oleh Muqatil bin Sulaiman dan ini adalah hadis batil, tidak ada asalnya."[4.2] Adz-Dzahabi juga membenarkan bahwa Muqatil dalam hadis ini ialah Muqatil bin Sulaiman.[6.7][2.18]

Nashiruddin Al-Albani berkata: "Apabila sudah jelas bahwa Muqatil yang dimaksud adalah Muqatil bin Sulaiman, sebagaimana yang sudah dinyatakan oleh Abu Hatim dan diakui oleh adz-Dzahabi, maka hadits ini adalah hadis palsu."[4.3][2.19] Kata Waqi': "Muqatil bin Sulaiman adalah tukang dusta." Kata An-Nasa'i, "Muqatil bin Sulaiman sering berdusta."[6.8][2.19]

Dimudahkan urusannya

مَنْ قَرَأَ يَس حِيْنَ يُصْبِحُ يُسِرَ يَوْمُهُ حَتَّى يُمْسِيَ، وَمَنْ قَرَأَهَا فِي صَدْرِ لَيْلَةٍ أُعْطِيَ يُسْرَ لَيْلَتِهِ حَتَّى يُصْبِحَ

"Siapa saja mebaca surat Yasin di pagi hari, maka akan dimudahkan urusannya hari itu sampai sore. Dan siapa saja membacanya di awal malam (sore hari), maka akan diberi kemudahan urusannya malam itu sampai pagi."[9.3][2.20]

Ini adalah hadis yang lemah. Dalam sanad hadis ini ada Syahr bin Hausyab, kata Ibnu Hajar, "Ia banyak memursalkan hadis dan banyak keliru."[15.2][6.9][2.21] Al-Albani berkata, " Syahr bin Hausyab itu lemah dan tidak boleh dipakai sebagai hujjah karena banyak salahnya."[4.4] Hadis ini juga mauquf (hanya sampai sahabat nabi saja)[4.5]

Allah membaca surah Yasin 2000 tahun sebelum nabi Adam

اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَرَأَ طه وَيَس قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ آدَمَ بِأَلْفَيْ عَامٍ فَلَمَّا سَمِعَتِ الْمَلَائِكَةُ الْقُرْآنَ قَالُوا: طُوبَى لِأُمَّةٍ يَنْزِلُ هُذَا عَلَيْهِمْ وَطُوْبَى لِأَلْسُنٍ تَتَكَلَّمُ بِهَذَا وَطُوبَى لِأَجْوَافٍ تَحْمِلُ هَذَا

"Sesungguhnya Allah Taala membaca surat Taha dan Yasin 2000 (dua ribu) tahun sebelum diciptakannya nabi Adam. Tatkala para malaikat mendengar al-Qur'an (yakni kedua surat itu) seraya berkata, 'Berbahagialah bagi ummat yang turun al-Qur'an atas mereka, alangkah baiknya lidah-lidah yang berkata dengan ini (membacanya) dan baiklah rongga-rongga yang membawanya (yakni menghafal kedua surat itu)'."[9.4][17.1][18.1][19.1][20.1][21.1][2.22]

Ini adalah hadis munkar dan matan hadis ini palsu.[2.23] Ibnu Hibban berkomentar bahwa, matan hadis ini palsu dan sanadnya sangat lemah karena ada dua rawi lemah yaitu Ibrahim bin Muhajir bin Mismar dan Umar bin Hafsh bin Dzakwan.[2.24]

Beberapa komentar ulama hadis tentang Ibrahim bin Muhajir bin Mismar: Al-Bukhari berkata, "Ia adalah munkarul hadis." An-Nasa'i berkata, "Ia perawi lemah." Ibnu Hibban berkata, "Ia sangat munkar hadisnya."[6.10][15.3][2.25]

Adapun komentar mengenai Umar bin Hafsh bin Dzakwan: Ahmad bin Hanbal berkata, "Kami tinggalkan hadisnya dan kami bakar." Ali Ibnul Madini berkata, "Ia seorang rawi yang tidak tsiqah (tidak kuat hapalannya)." An-Nasa'i berkata, "Ia rawi matruk."[6.11][4.6][2.25] Ibnu Katsir berkata, "Hadis ini gharib dan munkar, karena Ibrahim bin Muhajir dan syekhnya (yaitu Umar bin Hafsh) dipertanyakan (oleh para ulama hadis)."[22.1][2.26]

Pahala 20 dinar dan 20 kali haji

مَنْ سَمِعَ سُوْرَةَ يَس عَدَلَتْ لَهُ عِشْرِينَ دِينَارًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ قَرَأَهَا عَدَلَتْ لَهُ عِشْرِينَ حَجَّةً وَمَنْ كَتَبَهَا وَشَرِبَهَا أُدْخِلَتْ جَوْفَهُ أَلْفَ يَقِيْنٍ وَأَلْفَ نُوْرٍ وَأَلْفَ بَرَكَةٍ وَأَلْفَ رَحْمَةٍ وَأَلْفَ رِزْقٍ وَنُزِعَتْ مِنْهُ كُلُّ غِلَّ وَدَاءٍ

"Siapa saja mendengar bacaan surat Yasin, ia akan diberi ganjaran 20 dinar di jalan Allah. Siapa saja yang membacanya diberi ganjaran kepadanya laksana ganjaran 20 kali melakukan ibadah Haji. Siapa saja yang menuliskannya kemudian ia meminum airnya maka akan dimasukkan ke dalam rongga dadanya seribu keyakinan, seribu cahaya, seribu berkah, seribu rahmat, seribu rizki, dan dicabut (dihilangkan) segala macam kesulitan dan penyakit."[6.12][2.27]

Ini adalah hadis palsu. Hadis ini diriwayatkan oleh al-Khatib dari Ali, lalu ia berkata, "Hadis ini palsu." Ibnu Adiy berkata, "Dalam sanadnya ada rawi yang tertuduh memalsukan hadis, yaitu Ahmad bin Harun."[6.12][2.28]

Dalam sanad hadis ini terdapat Ismail bin Yahya al-Baghdadi. Shalih bin Muhammad Jazarah berkata, "Ia (Ismail) sering memalsukan hadis." Daraquthni berkata: "la seorang tukang dusta dan matruk." al-Azdiy berkata, "Ia salah seorang tukang dusta, dan tidak halal meriwayatkan darinya."[5.2][8.3][6.13][2.29]

Bermanfaat sesuai pembacanya

يَس لِمَا قُرِأَتْ لَهُ

"Surat Yasin itu bisa memberi manfaat sesuai tujuan yang dibacakan untuknya."

Ini adalah hadis yang tidak ada asalnya (bahasa Arab:لا أصل له)[23.1] as-Sakhawi berkata, "Hadis ini tidak ada asalnya."[24.1][2.30]

Bacakan kepada orang yang akan mati

Dari Sulaiman at-Taimi, dari Abu Usman (bukan an-Nahdi), dari Ayahnya dari Ma'qil bin Yasar, ia berkata: "Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam,[10.2][25][11.2][26.1][27.1][1.3][28.1][2.31]

اِقْرَأُوْا يَس عَلَى مَوْتَاكُمْ

"Bacakan surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kalian."[10.2][25][26.1][11.2][27.1][28.1][2.31]

Ini adalah hadis lemah dan tidak boleh dipakai sebagai dalil.[2.32] Kelemahannya karena ada tiga sebab yaitu:[2.33] Abu Usman adalah seorang rawi yang majhul,[6.14][29.1] ayahnya juga majhul,[30.1] dan hadis ini mudhtarib (goncang) sanadnya[12.1][29.2].[2.32]

Ada beberapa komentar spesifik ulama tentang hadis ini mengenai Abu Usman. Adz-Dzahabi berkata, "Abu Usman rawi yang tidak dikenal (majhul)." Ali Ibnul Madini berkata, "Tidak ada yang meriwayatkan dari Abu Usman melainkan Sulaiman At-Taimi." Yang berarti menegaskan bahwasanya Abu Usman adalah majhul.[6.14][29.1][2.33] Ibnu Mundzir berkata, "Abu Usman dan ayahnya bukan orang yang masyhur (tidak dikenal)."[30.1][2.34] Ibnul Qathan berkata, "Hadis ini ada illat (cacat)nya serta hadis ini mudhthorib (goncang) dan Abu Usman majhul." Abu Bakar Ibnul Arabi dan Ad-Daruqutni berkata, "Hadis ini dhaif isnadnya dan majhul, dan tidak ada satupun hadis yang sahih dalam bab ini (yakni dalam bab membacakan Yasin untuk orang yang akan mati)."[31.1][12.1][29.2][2.34] An-Nawawi berkata, "Isnad hadits ini daif, di dalamnya ada dua orang yang majhul (Abu Utsman dan ayahnya)."[32.1][33.1][2.35]

Tentang ayahnya Abu Usman maka ia adalah rawi yang mubham (seorang rawi yang tidak diketahui namanya). Ia dikatakan majhul oleh para ulama ahli Hadis, karena selain tidak diketahui namanya juga tidak diketahui tentang biografinya. Mudhtharibnya hadis ini karena di sebagian riwayat disebutkan: Dari Abu 'Utsman, dari ayahnya, dari Ma'qil bin Yasar. Sedangkan riwayat lain menyebutkan dari Abu Utsman dari Ma'qil tanpa menyebut dari ayahnya. Hal ini menyebabkan hadis ini lemah dan tidak dapat digunakan sebagai hujah (dalil).[34][2.36]

Meringankan keluarnya ruh menjelang kematian

حَدَّثَنِي الْمَشْيَخَةُ أَنَّهُمْ حَضَرُوا غُضَيْفَ بْنَ الْحَارِثِ الثَّمَالِيَّ حِينَ اشْتَدَّ سَوْقُهُ فَقَالَ هَلْ مِنْكُمْ أَحَدٌ يَقْرَأُ يس قَالَ فَقَرَأَهَا صَالِحُ بْنُ شُرَيْحٍ السَّكُونِيُّ فَلَمَّا بَلَغَ أَرْبَعِينَ مِنْهَا قُبِضَ قَالَ : فَكَانَ الْمَشْيَخَةُ يَقُولُونَ إِذَا قُرِئَتْ عِنْدَ الْمَيِّتِ خُفِّفَ عَنْهُ بِهَا، قَالَ صَفْوَانُ: وَقَرَأَهَا عِيسَى بْنُ الْمُعْتَمِرِ عِنْدَ ابْنِ مَعْبَدٍ

"Beberapa Syaikh telah berkata kepadaku bahwasanya mereka hadir ketika Ghudhaif bin Harits mengalami naza' (sakaratul maut), seraya berkata, 'Siapakah di antara kalian yang dapat membacakan surat Yasin?' Lalu Shalih bin Syuraih as-Sakuni membacakannya. Maka, ketika sampai pada ayat ke-40, ia (Ghudhaif) wafat. Shafwan berkata, 'Para Syaikh berkata, 'Bila dibacakan surat Yasin di sisi orang yang mau meninggal, niscaya diringankan bagi si mayit (keluarnya ruh) dengan sebab bacaan itu.' Shafwan berkata, 'Kemudian Isa bin Mu'tamir membacakan surat Yasin di sisi Ibnu Ma'bad.'"[10.3][2.37]

Ini adalah hadis maqthu', yakni riwayat ini hanya sampai kepada tabiin, tidak sampai kepada Nabi Islam Muhammad. Sedangkan riwayat maqthu' tidak bisa dijadikan hujah. Apalagi riwayat ini juga lemah, karena beberapa syekh yang disebutkan itu majhul, tidak diketahui nama dan keadaan diri mereka masing-masing. Jadi, riwayat ini lemah dan tidak bisa digunakan sebagai hujah (dalil).[29.3][2.38]

Allah lembutkan kematiannya

مَا مِنْ مَيِّتٍ يَمُوْتُ فَيُقْرَأُ عِنْدَهُ يس إِلَّا هَوَّنَ اللَّهُ عَلَيْهِ

"Tidak ada seorang pun yang akan mati, lalu dibacakan surat Yasin, di sisinya (yaitu ketika ia sedang naza/sakaratul maut) melainkan Allah akan mudahkan (kematian)nya."[35.1]

Hadits ini diriwayatkan dari jalan Marwan bin Salim Al-Jazari, dari Shafwan bin Amr, dari Syuraih, dari Abu Darda secara marfu'.[35.1]

Ini adalah hadis palsu karena di dalam sanad hadis ini ada seorang rawi yang sering memalsukan hadis, yaitu Marwan bin Salim Al-Jazari. Ahmad bin Hanbal dan An-Nasa'i berkomentar, "Ia tidak bisa dipercaya." Al-Bukhari, Muslim, dan Abu Hatim berkomentar, "Ia munkarul hadis." Abu Arubah Al-Harrani berkata, "Ia sering memalsukan hadis."[6.15][29.4][2.39]

Diampuni dosanya sebanyak ayat atau huruf yang dibacanya

مَنْ زَارَ قَبْرَ وَالِدَيْهِ كُلَّ جُمُعَةٍ فَقَرَأَ عِنْدَهُمَا أَوْ عِنْدَهُ (يَس) غُفِرَ لَهُ بِعَدَدِ كُلِّ آيَةٍ أَوْ حَرْفٍ

"Siapa saja menziarahi kubur kedua orang tuanya setiap Jumat dan membacakan surat Yasin (di atasnya), maka ia akan diampuni (dosa)-nya sebanyak ayat atau huruf yang dibacanya."[35.2][36.1][37.1][2.40]

Ini adalah hadis palsu. Hadis ini berasal dari dari jalan Abu Mas'ud Yazid bin Khalid. Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sulaim ath-Thaifi, dari Hisyam bin 'Urwah, dari ayahnya, dari 'Aisyah, dari Abu Bakar secara marfu'.[35.2][36.1][37.1][4.7][2.40]

Dalam hadis ini ada Amr bin Ziyad Abul Hasan ats-Tsaubani. Ibnu 'Adiy berkata, "Ia sering mencuri hadis dan menyampaikan hadis-hadis yang batil." Setelah membawakan hadits ini, Ibnu 'Adiy berkata, "Sanad hadits ini batil, dan Amr bin Ziyad dituduh oleh para ulama memalsukan hadis." Ad-Daraqutni berkata, "Ia sering memalsukan hadis."[6.16][7.4][2.41]

Referensi

  1. Al-Baihaqi
    1. 1 2 3 Syuabul Iman.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    2. ↑ Syuabul Iman. Dari Abu Hurairah.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lain-lain (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    3. ↑ (III/338)
  2. Jawas, Yazid bin Abdul Qodir (2017). Yasinan (Edisi 16 (Revisi)). Bogor: Media Tarbiyah.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. 1 2 Halaman 22
    2. ↑ Halaman 10
    3. ↑ Halaman 10-11
    4. 1 2 Halaman 11-12
    5. ↑ Halaman 12
    6. ↑ Halaman 12-13
    7. ↑ Halaman 13
    8. ↑ Halaman 29
    9. ↑ Halaman 29-30
    10. 1 2 Halaman 42
    11. 1 2 Halaman 14
    12. 1 2 3 Halaman 15-16
    13. 1 2 Halaman 16
    14. 1 2 Halaman 17
    15. ↑ Halaman 17-18
    16. ↑ Halaman 18-20
    17. ↑ Halaman 18
    18. 1 2 Halaman 19
    19. 1 2 Halaman 20
    20. ↑ Halaman 20-21
    21. ↑ Halaman 21
    22. ↑ Halaman 23-24
    23. ↑ Halaman 24
    24. ↑ Halaman 24-25
    25. 1 2 Halaman 25
    26. ↑ Halaman 25-26
    27. ↑ Halaman 26-27
    28. ↑ Halaman 27
    29. ↑ Halaman 27-28
    30. ↑ Halaman 28
    31. 1 2 Halaman 30
    32. 1 2 Halaman 31-33
    33. 1 2 Halaman 31
    34. 1 2 Halaman 32
    35. ↑ Halaman 32-33
    36. ↑ Halaman 33
    37. ↑ Halaman 34-35
    38. ↑ Halaman 35-36
    39. ↑ Halaman 36-37
    40. 1 2 Halaman 43
    41. ↑ Halaman 44
  3. Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. Dha'if Jamu'ush Shaghir.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ Nomor 5788
    2. ↑ Nomor 5785
    3. ↑ Nomor 5789
    4. 1 2 Nomor 5798
  4. Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha'ifah wal Maudhuu'ah.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. 1 2 Nomor 4636
    2. ↑ Nomor 169, halaman 312-313
    3. ↑ Nomor 169, halaman 313-314
    4. ↑ Jilid I halaman 426
    5. ↑ Halaman 22
    6. ↑ Nomor 1248
    7. ↑ Nomor 50
  5. Jauzi, Ibnul. Al-Maudhu'at.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ (I/247)
    2. 1 2 (I/246-247)
  6. ↑ Adz-Dzahabi. Mizaanul I'tidal. Ditahkik oleh Ali Muhammad Al-Bajawi.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. 1 2 (I/273-274)
    2. ↑ (I/527) no. 1968
    3. 1 2 (II/159-160)
    4. 1 2 3 (III/70)
    5. ↑ (IV/288)
    6. ↑ (IV/171-172)
    7. ↑ (IV/172)
    8. ↑ (IV/173)
    9. ↑ (II/283)
    10. ↑ (I/67)
    11. ↑ (III/189)
    12. 1 2 (I/162)
    13. ↑ (I/253-254)
    14. 1 2 (IV/550)
    15. ↑ (IV/90-91)
    16. ↑ (III/260-261 nomor 6371)
  7. Al-Asqalani, Ibnu Hajar. Lisanul Mizan.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ (IV/168)
    2. 1 2 (I/464-465)
    3. 1 2 (III/44-45)
    4. ↑ (IV/364-365)
  8. Asy-Syaukani, Muhammad bin Ali. Al-Fawaaidul Majmu'ah fii Ahaaditsil Maudhu'ah. Ditahkik oleh Abdurrahman Al-Mu'allimi.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ Halaman 268 no. 944
    2. ↑ Halaman 269 no. 945
    3. ↑ Nomor 942
  9. Sunan Ad-Darimi
    1. 1 2 3 4 5 (II/457)
    2. ↑ (II/456) dengan redaksi إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ قَلْبًا، وَإِنَّ قَلْبَ الْقُرْآنِ يس، مَنْ قَرَأَهَا فَكَأَنَّمَا قَرَأَ الْقُرْآنَ عَشْرَ مِرارٍ
    3. ↑ (II/457) dari jalan Amr bin Zararah, telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahhab, telah menceritakan kepada kami Rasyid Abu Muhammad al-Himani, dari Syahr bin Hausyab, ia berkata: "Ibnu 'Abbas telah berkata...
    4. ↑ (II/456)
  10. Hanbal, Ahmad bin. Musnad Imam Ahmad.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ (V/26)
    2. 1 2 (V/26-27)
    3. ↑ (IV/105)
  11. An-Nasa'i. 'Amalul Yaum wal Lailah.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ Nomor 1083
    2. 1 2 Nomor 1082
  12. Fathur Rabbani.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. 1 2 3 (VII/63)
  13. Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. Misykatul Mashabih.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ Nomor 2178
    2. 1 2 3 Takhrij no. 2177
  14. Tuhfatudz Dzakirin
    1. 1 2 Halaman 340
  15. Al-Asqalani, Ibnu Hajar. Taqriibut Tahdziib.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. 1 2 3 (II/22)
    2. ↑ (I/423 no. 2841)
    3. ↑ (I/67 nomor 255)
  16. ↑ Jami at-Tirmidzi 2887
  17. Khuzaimah, Ibnu. At-Tauhid.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ Nomor 328
  18. Hibban, Ibnu. Adh-Dhu'afa.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ (I/108)
  19. Abi Ashim, Ibnu. As-Sunnah.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ Nomor 607
  20. Al-Baihaqi. Al-Asma' wash Shifat.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ (I/365)
  21. At-Thabari. Al-Mu'jamul Ausath.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ Nomor 4873
  22. Ibnu Katsir (1992). Tafsiir Ibnu Katsir. Daarus Salam.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ (III/156)
  23. Al-Qari, Ali. Al-Mashnu' fii Ma'rifatil Haditsil Maudhu'. Taklik oleh Abdul Fattah Abu Ghuddah.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ Nomor 414 halaman 215-216
  24. As-Sakhawi. Al-Maqaashidul Hasanah.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ Nomor 1342
  25. 1 2 Sunan Abu Dawud3121
  26. Majah, Ibnu.{{cite book}}: |title= tidak ada atau kosongPemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. 1 2 Nomor 1448
  27. Al-Hakim.{{cite book}}: |title= tidak ada atau kosongPemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. 1 2 (I/565)
  28. At-Tayalisi.{{cite book}}: |title= tidak ada atau kosongPemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. 1 2 Nomor 973
  29. Al-Albani, Muhammad Nashiruddin. Irwaaul Ghalil fii Talhriiji Ahaadits Manaaris Sabil.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. 1 2 (III/151 nomor 688)
    2. 1 2 (III/151)
    3. ↑ (III/151-152). Ad-Daruqutni berkata, "Tidak ada satupun hadis yang sahih dalam bab ini"
    4. ↑ (III/152)
  30. 'Aunul Ma'bud.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. 1 2 (VIII/390)
  31. At-Talkhisul Habir ma'asy Syahril Muhadzab.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ (V/110)
  32. An-Nawawi. Al-Adzkaar.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ Halaman 122
  33. Al-Hilali, Salim bin Ied. Shahih Al-Adzkaar wa Dha'iifuhu.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. ↑ (I/388-389)
  34. ↑ Al-Halabi, Ali bin Hasan bin Ali Abdul Hamid Al-Atsari. Al-Qoulul Mubiin fii Dha'fi Haditsai at-Talqin wa Iqrau 'ala Mautaakum Yaasiin.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  35. Nu'aim, Abu. Akhbaru Ashbahan.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. 1 2 (I/188)
    2. 1 2 (II/344-345)
  36. Adiy, Ibnu. {{cite book}}: |title= tidak ada atau kosongPemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. 1 2 (I/268)
  37. Al-Maqdisi, Abdul Ghani. Nihayat al-Murad fi as-Sunan.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
    1. 1 2 (II/91)
Ikon rintisan

Artikel bertopik Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan