Kamis, 15 Oktober 2026
05:12 WIB
TERKINI
Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus
Eutikes

Eutikes

seorang rahib di biara arkimandrit di Konstantinopel

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan perhatian dari ahli subjek terkait. Harap tambahkan alasan atau pranala ke halaman pembicaraan untuk menjelaskan masalah pada artikel tersebut. Jika Anda adalah ahli yang dapat membantu, silakan perbaiki kualitas artikel ini.
250px-Monophysite.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kodrat Kristus menurut pandangan Eutikes

Eutikes (aksara Yunani: Εὐτυχής, lahir ca. 380, wafat ca. 456) adalah seorang rahib di biara arkimandrit di Konstantinopel.[1] Rahib Konstantinopel ini dikenal sebagai salah satu tokoh yang mendukung keilahian dan ketuhanan Kristus atau yang biasa disebut Monofisitisme.[1][2] Ia mengajarkan bahwa Kristus hanya sehakikat dengan Allah dan bukan dengan manusia.[1] Ungkapan ini bukanlah ingin menyatakan bahwa Eutikes menolak kemanusiaan Krisus, tetapi baginya kemanusiaan Kristus telah terserap oleh keilahian-Nya.[1] Atas pemikiran inilah, Eutikes dituduh sebagai imam yang menyebarkan ajaran sesat.[3] Atas tuduhan inilah, kemudian Eutikes dipanggil ke sinode yang dipimpin oleh Batrik Konstantinopel yaitu Flavianus.[1] Dalam sinode yang berlangsung tahun 448, di siniah pemikiran Eutikes diselidiki.[1] Ajaran Eutikes ini juga dikutuk oleh Paus Leo I yang ditulis dalam bukunya berjudul Tomus.[3] Atas ajaran yang dianggap sesat ini, Dioscorus, uskup Aleksandria tampil untuuk membela Eutikes pada tahun 444.[3] Pembelaan uskup Aleksandria ini, membuat Eutikes masih bertahan sampai Konsili Efesus 449.[3] Dalam sejarah Kristen, ajaran yang diajar oleh Eutikes merupakan ajaran keempat dan terakhir dari zaman gereja purba yang membahas persoalan pribadi Kristus.[3]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Nico Syukur Dister. 2004. Teologi Sistematika: Allah Penyelamat (Kompendium Seluruh Cabang berakar Biblika dan Berbatang Patristika). Yogyakarta: Kanisius. Hlm.213-223.
  2. ↑ Michael Collins&Matthew Price. 2006. The History of Christianity: Menelusuri Jejak Kristianitas (terj). Yogyakarta: Kanisius. Hlm.62.
  3. 1 2 3 4 5 Tony Lane. 2005. Runtut Pijar: Sejarah Pemikiran Kristiani. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hlm.47-52.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan