Minggu, 04 Oktober 2026
12:19 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Eufranor

Eufranor

Bagikan:
250px-AGMA_Apollon_Patroos_Euphranor.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
AGMA Apollon Patroos Eufranor.

Eufranor dari Korinthos (Yunani Kuno: Εὐφράνωρ) (pertengahan abad ke-4 SM) adalah seorang seniman Yunani Kuno.

Plinius yang Tua menyediakan daftar karya-karyanya, termasuk pertempuran kavaleri, Dua Belas Dewa, lukisan pura-pura gila Odisseus, dan sebuah patung Teseus. Mengenai patung Teseus buatannya, Eufranor mengatakan bahwa Teseus karya Parrhasios hidup dari memakan bunga mawar, sementara Teseus buatannya sendiri adalah seorang pemakan daging sapi. [1]

Tidak ada patung yang masih ada yang teridentifikasi sebagai salinan dari karya-karya Eufranor (tetapi lihat serangkaian atribusi oleh Six dalam Jahrbuch, 1909, 7 foil.). Karya-karyanya tampaknya menyerupai karya rekan sejamannya, Lisipos, terutama dalam perhatian yang ia berikan pada simetri, preferensinya pada bentuk tubuh yang lebih ramping dibandingkan dengan yang umum dalam seni sebelumnya, serta kecintaannya pada subjek-subjek kepahlawanan. Ia menulis risalah-risalah berpengaruh tentang seni lukis, dengan topik-topik yang mencakup proporsi dan warna.[2][3]

Ia hidup sejaman dengan Antorides, dan seperti dirinya, belajar di bawah bimbingan Ariston.[4]

Referensi

  1. ↑ "Pliny's natural history 35.40". attalus.org.
  2. ↑ Chisholm 1911.
  3. ↑ Pollitt, Jerome J., editor. The Cambridge History of Painting in the Classical World. Cambridge University Press, 2014: 291.
  4. ↑ Plinius yang Tua, Naturalis Historia 35.36

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan