Senin, 12 Oktober 2026
11:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Hiu lentera beludru

Hiu lentera beludru

Bagikan:
Hiu lentera beludru
250px-Velvet_Belly_Lanternshark.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Chondrichthyes
Subkelas: Elasmobranchii
Ordo: Squaliformes
Famili: Etmopteridae
Genus: Etmopterus
Spesies:
E. spinax
Nama binomial
Etmopterus spinax
250px-Etmopterus_spinax_distmap.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Range of the velvet belly lantern shark
Sinonim
  • Etmopterus aculeatus Rafinesque, 1810
  • Spinax gunneri Reinhardt, 1825
  • Spinax linnei Malm, 1877
  • Spinax niger* Cloquet, 1816
  • Spinax vitulinus* de la Pylaie, 1835
  • Squalus infernus Blainville, 1825
  • Squalus niger Gunnerus, 1763
  • Squalus spinax Linnaeus, 1758

* ambiguous synonym

Hiu lentera beludru[2] (Etmopterus spinax) adalah sebuah spesies ikan hiu anjing dalam familI Etmopteridae. Salah satu jenis hiu laut dalam yang paling umum dijumpai di Samudra Atlantik timur laut, spesies ini ditemukan dari Islandia dan Norwegia hingga Gabon dan Afrika Selatan pada kedalaman 20–2.490 m (66–8.169 ft).[3][4] Merupakan sejenis hiu kecil yang tumbuh hingga panjang tak lebih dari 45 cm (18 in), tubuh spesies ini cukup bayak, dengan moncong dan ekor yang cukup panjang, serta bukaan insang yang sangat kecil. Seperti hiu lentera lainnya, hiu ini memiliki ciri bioluminesensi, karena memiliki fotofor yang dapat memancarkan cahaya, yang tersusun pada pola yang berbeda tiap spesies di sisi dan perutnya. Fotofor ventralnya diyakini berfungsi sebagai pembayangan balik, yang membuat hiu ini berkamuflase dari predator dan mangsa.[5][6] Sementara itu, fotofor di sisinya barangkali berperan dalam komunikasi intraspesifik.[7]

Referensi

  1. ↑ Finucci, B.; Derrick, D.; Dia, M.; Ducrocq, M.; Neat, F.C.; Pacoureau, N.; Serena, F.; VanderWright, W.J. (2021). "Etmopterus spinax". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2021 e.T161388A124475610. doi:10.2305/IUCN.UK.2021-2.RLTS.T161388A124475610.en. Diakses tanggal 19 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Putri, Gloria Setyvani (21 Desember 2017). "Spesies Hiu Lentera Baru dan Alasan Ikan Bercahaya". KOMPAS.com.
  3. ↑ 2015-12-15 - Velvet belly lanternshark/Etmopterus spinax and Rabbit fish/Chimaera monstrosa at 20 meters depth, diakses tanggal 2015-12-25
  4. ↑ Jones, E.G.; Tselepides, E.; Bagley, P.M.; Collins, M.A. & Priede, I.G. (2003). "Bathymetric distribution of some benthic and benthopelagic species attracted to baited cameras and traps in the deep eastern Mediterranean". Marine Ecology Progress Series. 251: 75–86. Bibcode:2003MEPS..251...75J. doi:10.3354/meps251075.
  5. ↑ Straube, N.; Chenhong, L.; Claes, J.M.; Corrigan, S.; Naylor, G.J.P. (2015). "Molecular phylogeny of squaliforms and first occurrence of bioluminescence in sharks". Evolutionary Biology. 15: 162. doi:10.1186/s12862-015-0446-6. PMC 4537554. PMID 26277575.
  6. ↑ Claes, J.M.; Aksnes, D.L.; Mallefet, J. (2010). "Phantom hunter of the fjords: Camouflage by counterillumination in a shark (Etmopterus spinax)". Journal of Experimental Marine Biology and Ecology. 388 (1–2): 28–32. doi:10.1016/j.jembe.2010.03.009.
  7. ↑ Straube, N.; Iglésias, S.P.; Sellos, D.Y.; Kriwet, J.; Schliewen, U.K. (2010). "Molecular phylogeny and node time estimation of bioluminescent lantern sharks (Elasmobranchii: Etmopteridae)". Molecular Phylogenetics and Evolution. 56 (3): 905–917. doi:10.1016/j.ympev.2010.04.042. PMID 20457263.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan