Jumat, 16 Oktober 2026
19:36 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Erwin Prasetya

Erwin Prasetya

Bagikan:
Erwin Prasetya
Erwin Prasetya memegang bas.
Erwin Prasetya memegang bas.
Informasi latar belakang
Lahir(1972-01-29)29 Januari 1972
Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Meninggal2 Mei 2020(2020-05-02) (umur 48)
Genre
Pekerjaan
InstrumenGitar bas
Tahun aktif1985–2020

Erwin Prasetya (29 Januari 1972 – 2 Mei 2020) adalah produser musik, komposer dan penulis lagu yang juga mantan pemain bas serta pendiri grup musik Dewa 19.[1]

Setelah meninggalkan Dewa 19 pada tahun 2002, Erwin bergabung dengan TIC band. Pada kurun waktu 2003-2006, Ia bergabung bersama Katon Bagaskara dan Adi Adrian dalam NuKLa yang merupakan kelanjutan dari KLa Project. Selepas dari NuKla, Erwin membentuk EVO Band bersama Ronald Fristianto dan Didit Saad. Pada tahun 2009, Erwin juga mendirikan grup musik Matadewa bersama Wawan Juniarso, penabuh drum pertama Dewa 19.

Ketika masih aktif di Dewa 19, Erwin Prasetya memiliki andil dalam menciptakan lagu-lagu hit seperti Kirana, Restoe Boemi, Kamulah Satu-Satunya, Still I'm Sure We'll Love Again, Dewa (Dan Si Mata Uang), Sebelum Kau Terlelap dan Selatan Jakarta. Ari Lasso, mantan vokalis Dewa 19 pernah menyanyikan lagu hit Misteri Ilahi dan Relakan Aku Pergi yang diciptakan oleh Erwin Prasetya di album Sendiri Dulu (2001). Erwin Prasetya meninggal pada tanggal 2 Mei 2020 di RS Sari Asih Ciputat, Tangerang Selatan karena infeksi lambung.[2]

Kehidupan

Erwin Prasetya lahir di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia sebagai anak bungsu dari lima bersaudara dari pasangan Miroen Kuswandono dan Cut Mia Agustina. Ayahnya yang mengenalkan musik kepadanya. Ratusan kaset dari berbagai genre musik memengaruhi hari-hari masa kecil hingga remajanya. Alat musik pertama yang dikenalnya adalah trio tenor drum ketika menjadi anggota drum band di SDN Ketabang Surabaya. Gitar mulai dicobanya ketika pacar kakak perempuannya yang kedua yang juga aktif di grup musik mengajarkan kepadanya. Koleksi musik fusion seperti Chick Corea, Casiopea, John Patitucci dan Uzeb menjadi referensi awalnya.

Karier bermusik

Dewa 19

Bersama teman-teman akrabnya di SMPN 6 Surabaya, yaitu Ahmad Dhani, Andra Ramadhan dan Wawan Juniarso, Erwin membentuk grup musik Dewa tahun 1986. Kemudian berganti nama menjadi Down Beat pada tahun 1988 yang mengusung musik fusion. Mereka sering mengikuti lomba-lomba band dan memenangkannya. Pada tahun 1991, Down Beat berganti nama menjadi Dewa dan mengeluarkan album pertamanya yang berjudul 19. Alasan pengambilan judul ini adalah mengambil dari penggalan nama depan masing-masing dan umur personel yang masih 19 tahun pada saat itu.[3]

Erwin banyak berandil menciptakan lagu hits saat bergabung di Dewa 19. Antara lain Kirana yang menceritakan kisah hidup dan keluhannya saat terjerat narkoba. Kamulah Satu-Satunya adalah ungkapan cintanya kepada kekasih hatinya yang dicintainya hingga kini. Kedua lagu tersebut ada dalam album keempat Pandawa Lima (1997). Restoe Boemi adalah lagu hits di dalam album ketiga Terbaik Terbaik (1995). Pada tanggal 1 Juli 2002, Erwin mengundurkan diri dari Dewa 19 karena ketidakcocokan dengan manajemen Dewa 19. Posisi Erwin kemudian digantikan oleh Yuke Sampurna (mantan bassist The Groove).

TIC Band

Tidak bisa diam tanpa bermusik, Erwin kemudian menyibukkan diri dengan menjadi musisi tamu untuk album ketiga TIC band, Suara Anak Adam (rilis tahun 2003). "Secara langsung, kami dan Erwin sudah sepakat. Tinggal digodok saja dengan persetujuan Musica Studios sebagai record company TIC Band," ungkap Rama, panggilan Bagus Ramadhani (drummer TIC Band). Keputusan untuk memakai Erwin disepakati TIC Band seminggu setelah Erwin hengkang dari Dewa 19.

KLa Project

Ketika masa vakum bermusik setelah hengkang dari Dewa 19, Erwin bergabung dengan KLa Project yang dimotori oleh Katon Bagaskara dan Adi Adrian. Album yang dirilis adalah New Chapter (2003). Tahun 2005, rilislah album repackaged New Chapter For Aceh dengan 2 lagu baru yaitu "Dukamu Dukaku" dan "Kau Tak Pernah Sendiri". Pada tahun 2006, Erwin hengkang dari KLa Project karena perbedaan visi misi.

EVO Band

Pada tahun 2006, Erwin memproduseri dan terlibat dalam grup musik yang dinamai EVO Band, yang dapat diartikan evolusi musik rock Indonesia. Band ini terdiri dari Erwin sendiri, Adnil Farsal (eks gitaris Base Jam), Didit Saad (eks gitaris Plastik), Angga Tarmizi (eks keyboardist Bullet) dan Ronald Fristianto (eks drummer GIGI dan Dr.PM). Grup ini merekrut vokalis, Elda Suryani (kini vokalis Stars and Rabbit), dengan cara audisi yang ditayangkan di televisi. Album eVo dimulai dengan instrumentalia dalam Prelude yang merupakan lagu pembuka dalam album ini. Kemudian, dilanjutkan dengan lagu hit agresif merupakan theme song "Reinkarnasi", "Dia dan Aku", "Telah Berlalu", "Amalia", "Evolution", "Space Bound", "Takkan Lagi", "Stop & Kepala Batu".

Matadewa

Erwin kemudian bergabung dengan Wawan Juniarso, kawan lamanya yang juga drummer pertama Dewa 19. Lalu, terbentuklah grup Matadewa pada tahun 2009. Di grup ini, selain Erwin Prasetya (bassist) dan Wawan Juniarso (drummer), personel Matadewa yang lain adalah Yudha Prasetyo (mantan gitaris Romeo) dan Roby Zoelky (vokalis). Grup ini mengusung lagu "Aku dan Laguku", "Jamilah", "Kirana", "Cintamu Cintaku", "Avril", "Sehidup Semati", "Kuingin", "Kembali Seperti Dulu", "Nikmatilah Diriku" dan "Tuhan Tolonglah".

Diskografi

Bersama Dewa 19

Bersama Ari Lasso

Bersama TIC Band

  • Suara Anak Adam (2002) - sebagai produser musik, komposer dan musisi pendukung.

Bersama Iwan Fals

Bersama Yovie & Nuno

Bersama Ian Yuliansyah

  • Sejati (2004) - komposer dan penulis lagu di lagu "Aku dan Laguku".

Bersama KLa Project

  • New Chapter (2003) - sebagai personil band dan juga sebagai komposer sekaligus penulis lagu di lagu "Ingin Kau Ada Untukku".
  • Exellentia (2010) - sebagai musisi pendukung pada lagu "Hidup Adalah Pilihan".

Bersama Nina Tamam

  • Nina Tamam (2005) - sebagai produser musik, musisi, komposer dan penulis lagu di lagu "4 Musim".

Bersama EVO Band

  • Evolution (2007) - personil band dan juga sebagai komposer sekaligus penulis lagu di lagu "Amalia".

Bersama Ika Putri

  • Ika Putri - Aku Perawan - lagu tema Virgin: Ketika Keperawanan Dipertanyakan (2004) - sebagai produser musik, musisi, komposer dan penulis lagu.
  • Terlahir (2004) - sebagai musisi, produser musik, komposer dan penulis lagu di lagu "Maukah Kamu".
  • Ika Putri (2008) - sebagai musisi, produser musik, dan komposer di lagu "Pemuja Rahasiamu", "Hanya Kamu", "Teman Saja" dan "Trauma Cinta".

Bersama Matadewa

  • Matadewa (2009)

Bersama Cinta Laura

Singel

  • "MU" (2017)
  • "Selatan Jakarta" (2018)
  • "United In Harmony" (2019)
  • "Aku dan Laguku" feat Nicko Septiawan (2020)
  • "Miliki Aku" feat Nicko Septiawan (2020)

Jinggel iklan televisi

  • TVC Lifebuoy Superdad (2009)
  • TVC Permen Gulas - Syahrini (2013)
  • TVC Kota Harapan Indah - Rumahku Istanaku (2014)
  • TVC Sumatra 36 - Apartment Surabaya Dharmala Intiland Tbk (2015)
  • TVC Spazio Tower - Surabaya Dharmala Intiland Tbk (2015)
  • TVC Sprei Nyenyak - Iis Dahlia (2016)
  • TVC Sprei California - Sprei Baguuus! (2017)
  • TVC Sprei California - Sprei Baguuus! - Siti Badriah (2018)

Filmografi

Film

Tahun Judul Dikreditkan sebagai Catatan Ref
Komponis
2004 Virgin: Ketika Keperawanan Dipertanyakan Ya

Penghargaan dan nominasi

Tahun Penghargaan Kategori Karya yang dinominasikan Hasil Ref.
1997 Anugerah Musik Indonesia Pencipta Lagu Terbaik-Terbaik "Kirana" (bersama Ahmad Dhani) Ditampilkan oleh Dewa 19 Menang [4]
2000 Penghargaan Majalah NewsMusik Bassist Terpopuler Menang
2005 Festival Film Indonesia Penata Musik Terbaik Virgin: Ketika Keperawanan Dipertanyakan Nominasi [5]

Referensi

  1. ↑ Tribune, Emea. "Indonesian Musician Erwin Prasetya Dewa 19 member dies". EMEA Tribune. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-04-22. Diakses tanggal May 02, 2020.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  2. ↑ Salsabila, Annisa (2 Mei 2020). "Bassist Pertama Dewa 19, Erwin Prasetya Meninggal Dunia Hari Ini". Hai. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
  3. ↑ Zakaria, Fakhri (2020-05-03). "Penyeimbang Itu Bernama Erwin Prasetya". Pophariini. Diakses tanggal 2026-01-20.
  4. ↑ "1st AMI AWARDS (1997)". Anugerah Musik Indonesia.
  5. ↑ "Erwin Prasetya - Penghargaan". www.filmindonesia.or.id. Diakses tanggal 2026-01-20.

Pranala luar

Lihat pula

Album studio
Album kompilasi
Album live
Video musik dan singel
19
Format Masa Depan
  • "Aku Milikmu"
Terbaik Terbaik
  • "Cukup Siti Nurbaya"
  • "Satu Hati (Kita Semestinya)"
  • "Cinta 'Kan Membawamu Kembali"
Pandawa Lima
  • "Kirana"
  • "Aku Disini Untukmu"
  • "Satu Sisi"
  • "Kamulah Satu-Satunya"
The Best Of
  • "Elang"
  • "Persembahan Dari Surga"
Bintang Lima
Cintailah Cinta
  • "Arjuna"
  • "Kosong"
  • "Mistikus Cinta"
  • "Angin"
  • "Pupus"
  • "Bukan Rahasia"
  • "Air Mata"
Laskar Cinta
  • "Pangeran Cinta"
  • "Atas Nama Cinta"
  • "Satu"
  • "Cinta Gila"
  • "Hidup Ini Indah"
  • "Hadapi Dengan Senyuman"
Republik Cinta
  • "Laskar Cinta"
  • "Selimut Hati"
  • "Sedang Ingin Bercinta"
  • "Larut"
Kerajaan Cinta
  • "Dewi"
  • "Mati Aku Mati"
Singel non-album
  • "Perempuan Paling Cantik Di Negeriku Indonesia"
  • "Bukan Cinta Manusia Biasa"
  • "Tangis Terakhir (ft. Ari Lasso)"
  • "Laki Laki Bukan Pengecut"
  • "Tak Ada yang Sebanding Denganmu"
  • "Stone Cold Crazy" (cover dari lagu grup musik Queen)
Terkait
Artikel
Manajemen
Label
Album
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan