Kamis, 01 Oktober 2026
12:46 WIB
TERKINI
Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama
Eritritol

Eritritol

senyawa kimia

Bagikan:
Eritritol
Skeletal formula of erythritol
Ball-and-stick model of the erythritol molecule
Crystals of erythritol
Nama
Nama IUPAC
meso-Eritritol
Nama IUPAC (sistematis)
(2R,3S)-Butana-1,2,3,4-tetrol
Nama lain
(2R,3S)-Butana-1,2,3,4-tetraol (tidak direkomendasikan)
Penanda
Model 3D (JSmol)
Referensi Beilstein 1719753
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
DrugBank
Nomor EC
Referensi Gmelin 82499
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C4H10O4/c5-1-3(7)4(8)2-6/h3-8H,1-2H2/t3-,4+ checkY
    Key: UNXHWFMMPAWVPI-ZXZARUISSA-N checkY
  • InChI=1/C4H10O4/c5-1-3(7)4(8)2-6/h3-8H,1-2H2/t3-,4+
    Key: UNXHWFMMPAWVPI-ZXZARUISBN
  • OC[C@@H](O)[C@@H](O)CO
  • C([C@H]([C@H](CO)O)O)O
Sifat
C4H10O4
Massa molar 122,12 g·mol−1
Densitas 1,45 g/cm3
Titik lebur 121 °C (250 °F; 394 K)
Titik didih 329 hingga 331 °C (624 hingga 628 °F; 602 hingga 604 K)
61% w/w (25 °C)[1]
−73,80·10−6 cm3/mol
Bahaya
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Eritritol adalah senyawa kimia, alkohol gula (atau poliol), yang digunakan sebagai Bahan tambahan pangan dan pengganti gula. Rumusnya adalah C4H10O4, atau HO(CH2)(CHOH)2(CH2)OH;

Dibandingkan dengan gula biasa (sukrosa) tingkat kemanisan Eritritol sekitar 60–70% gula biasa, akan tetapi bersifat nonkalori[2] dan tidak memengaruhi gula darah[3] maupun menyebabkan kerusakan gigi.[4]

Sejarah

Eritritol ditemukan pada tahun 1848 oleh John Stenhouse, ahli kimia Skotlandia.[5] Eritritol pertama kali diisolasi pada tahun 1852. Kemudian pada tahun 1950 diketahui di dalam blackstrap molasses terdapat Eritritol yang merupakan hasil fermentasi glukosa oleh ragi, dan dikomersialkan sebagai alkohol gula di Jepang tahun 1990.[6]


Referensi

  1. ↑ O'Neil M, ed. (2006). The Merck Index: An Encyclopedia of Chemicals, Drugs, and Biologicals (Edisi 14th). Merck. hlm. 629. ISBN 978-0-911910-00-1.
  2. ↑ Vasudevan, D. M. (2013). Textbook of biochemistry for medical students. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers (P) LTD. hlm. 81. ISBN 978-93-5090-530-2.
  3. ↑ Moon, HJ; Jeya, M; Kim, IW; Lee, JK (April 2010). "Biotechnological production of erythritol and its applications". Applied Microbiology and Biotechnology. 86 (4): 1017–25. doi:10.1007/s00253-010-2496-4. PMID 20186409.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Kawanabe, J.; Hirasawa, M.; Takeuchi, T.; Oda, T.; Ikeda, T. (1992). "Noncariogenicity of erythritol as a substrate". Caries Research. 26 (5): 358–62. doi:10.1159/000261468. PMID 1468100.
  5. ↑ Penemuan ini, yang oleh Stenhouse disebut "eritroglucin", diumumkan dalam:Stenhouse, J. (1 Januari 1848). "Pemeriksaan prinsip terdekat dari beberapa lumut". Transaksi Filosofis dari Royal Society of London. 138: 63–89, lihat terutama hal. 76. doi:10.1098 / rstl.1848.0004.{{cite journal}}: Periksa nilai |doi=
  6. ↑ Boesten, D.M.P.H.J.; den Hartog, G.J.M.; de Cock, P. (2015). "Efek kesehatan dari erythritol". Nutrafoods. 14: 3–9. doi:10.1007 / s13749-014-0067-5.{{cite journal}}: Parameter tidak dikenal |masalah= diabaikan; Periksa nilai |doi=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan