Kamis, 24 September 2026
21:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Entomofagi

Entomofagi

Untuk spesies non-manusia yang memakan serangga, lihat Insektivora.
250px-Insect_food_stall.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Serangga goreng untuk konsumsi manusia dijual di Bangkok, Thailand.

Entomofagi (dari bahasa Yunani ἔντομον éntomon, "serangga", dan φᾰγεῖν phagein, "makan") adalah konsumsi serangga sebagai makanan. Telur serangga, larva, pupa dan serangga dewasa telah dimakan oleh manusia sejak zaman prasejarah dan berlanjut sebagai bahan nutrisi manusia pada zaman modern.[1]

Aktivitas memakan serangga oleh manusia adalah hal umum dalam kebudayaan di kebanyakan wilayah di dunia, yang meliputi Amerika Utara, Tengah dan Selatan; dan Afrika, Asia, Australia dan Selandia Baru. Lebih dari 1.000 spesies serangga diketahui telah dimakan di 80% negara-negara di dunia.[2]

Penerapan

Entomofagi dapat dilakukan dengan tujuan sebagai sumber nutrisi utama maupun pendamping makanan utama, dan dimakan ketika serangga berada dalam tahap larva, pupa, maupun dewasa. Namun konsumsi serangga oleh manusia, terutama eksploitasi dalam skala komersial, telah menyebabkan populasi serangga di berbagai tempat mengalami penurunan.[3]

Budaya

Kupu-kupu, ngengat, kumbang, semut, lebah, tawon, belalang, jangkrik, kecoa, rayap, tonggeret, dan capung menjadi serangga yang paling umum dimakan warga asli suatu negara sebagai bagian dari adat dan budaya.[4] Setidaknya 80 persen negara di dunia memiliki budaya memakan serangga.[2] Atta laevigata dimakan di Kolombia dan timur laut Brasil. Gonimbrasia belina dan larvanya dimakan di selatan Afrika. Larva dari Endoxyla leucomochla dimakan masyarakat asli Australia.

Lihat juga

Referensi

  1. "Entomophagy (Eating insects)". Center for Invasive Species Research, University of California (Research). Diakses tanggal 27 Januari 2014.
  2. 1 2 Damian Carrington. "Insects could be the key to meeting food needs of growing global population", The Guardian 1 Agustus 2010. Diakses pada 27 Februari 2011.
  3. Ramos-Elorduy, Julieta (2006). "Threatened edible insects in Hidalgo, Mexico and some measures to preserve them". Journal of Ethnobiology and Ethnomedicine. 2: 51. doi:10.1186/1746-4269-2-51. PMC 1716161. PMID 17144918.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  4. Ramos-Elorduy, Julieta; Menzel, Peter (1998). Creepy crawly cuisine: the gourmet guide to edible insects. Inner Traditions / Bear & Company. hlm. 150. ISBN 978-0-89281-747-4. Diakses tanggal 2010-04-02.

Bacaan lebih lanjut

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Entomophagy.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan