Senin, 28 September 2026
17:07 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Entartete Kunst

Entartete Kunst

250px-thumbnail.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Entartete Kunst

Entartete Kunst (secara harfiah berarti "seni yang merosot") adalah istilah yang digunakan oleh Partai Nazi di Jerman pada tahun 1920-an untuk mendeskripsikan seni modern. Pada masa kekuasaan Adolf Hitler, karya seni modern dikeluarkan dari museum yang dimiliki oleh negara dan dilarang di Jerman Nazi dengan alasan bahwa karya tersebut "menghina perasaan Jerman", tidak Jerman, atau diklaim sebagai seni Yahudi atau komunis. Mereka yang terkait dengan Entartete Kunst menerima sanksi seperti dipecat dari jabatan sebagai pengajar, dilarang memamerkan atau menjual seni mereka, atau bahkan dilarang membuat karya seni apapun.[1]

Pembatasan serupa juga diberlakukan terhadap musik yang harus bebas dari pengaruh jazz; musik yang dianggap tidak sesuai dicap sebagai Entartete Musik. Selain itu, film dan drama juga disensor.[2]

Entartete Kunst juga merupakan judul sebuah pameran yang diadakan oleh Nazi di kota München pada tahun 1937 yang terdiri dari 650 karya seni modernis dengan maksud untuk menghasut rakyat agar menentang modernisme. Pameran ini lalu diadakan di kota-kota lainnya di Jerman dan Austria.

Catatan kaki

Bacaan lanjut

  • Barron, Stephanie, ed. (1991). 'Degenerate Art': The Fate of the Avant-Garde in Nazi Germany. New York: Harry N. Abrams, Inc. ISBN0-8109-3653-4
  • Bradley, W. S. (1986). Emil Nolde and German Expressionism: A prophet in his Own Land. Ann Arbor, Mich: UMI Research Press. ISBN0-8357-1700-3
  • Evans, R. J. (2004). The Coming of the Third Reich. New York: The Penguin Press. ISBN1-59420-004-1
  • Grosshans, Henry (1983). Hitler and the Artists. New York: Holmes & Meyer. ISBN0-8419-0746-3
  • Grosshans, Henry (1993). Hitler and the Artists. New York: Holmes & Meyer. ISBN0-8109-3653-4
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Entartete Kunst.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan