Selasa, 20 Oktober 2026
22:19 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari

Endang Witarsa

Bagikan:

Drg. Endang Witarsa alias Lim Sun Yu atau Liem Soen Joe (16 Oktober 1916 – 2 April 2008) adalah mantan pemain sepak bola dan pernah memperkuat tim nasional sepak bola Indonesia. Setelah pensiun sebagai pemain, Witarsa beralih menjadi pelatih sepak bola dan penasehat PSSI.

Endang Witarsa lulus sebagai dokter gigi, namun memutuskan untuk berkarier di dunia sepak bola dengan memulai karier di klub UMS atau Union Makes Strength, Bandung yang saat itu masih bernama Tiong Hoa Hwee Koan Scholar Football Club. Atas predikatnya sebagi dokter gigi, oleh rekan-rekan dan anak didiknya, dia dipanggil sebagai "Dokter".

Sebagai pelatih, Endang Witarsa dikenal sebagai pelatih yang sangat disegani dan sangat keras dan disiplin, dan tak segan memaki dan menghardik pemain yang malas atau tidak menjalankan instruksinya dengan baik.

Penghargaan

  • Lifetime Achievement Award dari Badan Liga Indonesia (October 2006)
  • Fairplay Award dari Jawapos Group (2007)
  • MURI: Pelatih sepak bola terlama (55 tahun)
  • MURI: pelatih sepak bola tertua (90 tahun)

Karier Kepelatihan

Klub

tim nasional sepak bola Indonesia

  • Juara Piala Raja, Thailand (1968)
  • Juara Merdeka Games, Malaysia (1969)
  • Juara Pesta Sukan, Singapura
  • Juara Anniversary Cup (1972)
  • Juara Agha Khan Cup, Pakistan)
  • Mengalahkan timnas Uruguay 2-1 dalam pertandingan persahabatan di Jakarta tahun 1974

Anak didik

Sepanjang karier panjangnya di dunia sepak bola Indonesia, Endang Witarsa telah melahirkan ratusan bahkan ribuan anak didik yang sukses dalam kancah sepak bola nasional al. Risdianto, Yudo Hadianto, Reny Salaki, Arjuna Rinaldi, Widodo C. Putro, Warta Kusumah, Thio Him Tjiang, Peng Hong, Alai, Ronny Paslah, Anwar Ujang, Mulyadi, Surya Lesmana, M. Basri, Wahyu Hidayat, Gunawan, Bambang Sunarto, Yuswardi, Yusak Susanto, Iswadi Idris, Djamiat Dalhar, Sucipto Suntoro, Kwee Kiat Sek, Thio Him Toen, Mohamad Faruq, Jan Somar dan lain-lain.

Kematian

Endang Witarsa menghembuskan napas terakhir di RS Pluit, Jakarta, pada tanggal 2 April 2008, setelah dirawat sejak 10 Maret 2008, dalam usia 92 tahun, karena gangguan perut dan pencernaan, sehingga tidak bisa mencerna makanan. Almarhum meninggalkan 4 anak, 12 cucu, dan 9 cicit. Jenazah Endang Witarsa dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat. Sebagian besar dari usianya, dihabiskan untuk sepak bola, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Pranala luar

Mastenbroek (1938) · Quee (1951–53) · Pogačnik (1954–63) · Mangindaan (1966–70) · E. Witarsa (1970) · Dalhar (1971–72) · Arland (1972–74) · A. Witarsa (1974–75) · Coerver (1975–76) · Arland (1976–78) · Van Balkom (1978–79) · Janota (1979–80) · Fischer (1980–81) · Tjong (1981–82) · Aliandoe (1982–83) · Basri, Idris dan Kadir (1983–84) · Matulapelwa (1985–87) · Polosin (1987–91) · Toplak (1991–93) · Matte (1993–96) · Danurwindo (1995–96) · Wullems (1996–97) · Bahalwan (1998) · Schumm (1999) · Iskandar (1999–2000) · Dollo (2000–01) · Kolev (2002–04) · Withe (2004–07) · Nurdiansyah (2005) · Kolev (2007) · Dollo (2008–10) · Riedl (2010–11) · Rijsbergen (2011–12) · Santoso (2012) · Maizar (2012–13) · Blanco (2013) · Rahmad (2013) · Jacksen (2013) · Riedl (2013–14) · Dollo (2015) · Huistra (2015) · Riedl (2016) · Milla (2017–18) · Sakti (2018) · McMenemy (2018–19) · Tae-yong (2019–25) · Kluivert (2025) · Herdman (2026–sekarang)

Ikon rintisan

Artikel bertopik pemain sepak bola Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan