Sabtu, 03 Oktober 2026
08:34 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Ronny Pasla

Ronny Pasla

mantan atlet sepak bola Indonesia (1947-2025)

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Ronny Pasla" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia.
Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus.
Ronny Pasla
Ronny-pasla.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Informasi pribadi
Tanggal lahir (1947-04-15)15 April 1947
Tempat lahir Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Tanggal meninggal 24 November 2025
Tempat meninggal Jakarta, Indonesia
Tinggi 183 cm (6 ft 0 in)
Posisi bermain Goalkeeper
Karier junior
1967 PSMS Yunior
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
1967–1973 PSMS Medan 44 (0)
1967–69 → Dinamo Medan (intern PSMS)
1969–73 → Bintang Utara (intern PSMS)
1973–1978 Persija Jakarta 34 (0)
1979–1985 Indonesia Muda 59 (0)
Tim nasional
1967–1979 Indonesia 31 (0)
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik

Ronny Pasla (15 April 1947 – 24 November 2025) adalah mantan penjaga gawang Timnas Indonesia yang berkiprah sekitar tahun 1960-an hingga awal 1980-an. Ejaan namanya sering juga ditulis sebagai Ronny Paslah. Ronny Pasla dianggap sebagai salah satu kiper terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Dirinya merupakan kiper utama Timnas Indonesia di era 1970-an menggantikan pendahulunya yaitu Yudo Hadianto. Bersama timnas, ia berhasil mengantarkan tim Garuda menjadi juara pada Turnamen Merdeka 1969, Pesta Sukan Cup Singapura tahun 1972 serta Aga Khan Gold Cup tahun 1967. Pasla memperkuat PSMS Medan sebelum hijrah menuju Persija Jakarta di pertengahan kariernya.

Kehidupan Pribadi

Ronny Pasla lahir di Medan, Sumatera Utara, dari pasangan Frans Felix Pasla dan Magdalena Sorongan. Kedua orang tua Ronny tersebut berasal dari Manado (Minahasa), Sulawesi Utara. Ronny menikah dengan Enny K. Pasla, dan dikaruniai 6 orang anak.[1]

Awal Karier

Pada awalnya, Ronny Pasla adalah seorang pemain tenis yang berbakat. Ia bahkan terdaftar sebagai atlet tenis untuk mewakili Sumatera Utara dalam PON ke-6 di Jakarta tahun 1965. Namun PON tersebut akhirnya dibatalkan setelah meletusnya peristiwa Gerakan 30 September. Pasla kemudian sempat menjadi juara pada Kejuaraan Nasional Tenis tingkat Yunior di Kota Malang pada tahun 1967.[1]

Karier Sepak Bola

Fakta

  • Bersama dua rekannya, Andjas Asmara dan Ipong Silalahi, Ronny Pasla sedang menggarap pembentukan tim sepak bola impian yang terdiri atas para pemain amatir. Proyek prestisius itu berbentuk reality show pencarian bakat sepak bola bertajuk My Team (Juni 2007)
  • Di kancah sepak bola, Ronny menjadi salah satu kiper legendaris Indonesia. Namun, setelah pensiun dia lebih banyak bergelut di olahraga lain, yakni sebagai pelatih tenis lapangan. Pria kelahiran Medan itu bahkan memiliki sekolah tenis lapangan bernama Velodrome Tennis Club di Jakarta.
  • Dengan tinggi badan 183 cm, Ronny ketika masih aktif bermain sangat unggul dalam antisipasi bola-bola atas. Tidak heran, posisi pemain inti di Timnas tak tergantikan sejak 1966 hingga pensiun dari Timnas.
  • Pensiun dari dunia sepak bola di usia 40 tahun. Klub terakhir yang diperkuatnya adalah Indonesia Muda (IM), Jakarta pada 1985. Di Timnas, Ronny Pensiun di usia 38 tahun.
  • Saat Timnas Brazil melakoni tur ke Asia pada 1972, Brazil yang saat itu diperkuat pemain sepak bola legendaris dunia asal Brasil, Pele singgah ke Indonesia. Dalam laga tersebut Indonesia kalah 1-2, tetapi tetap menjadi momen terindah bagi Ronny, karena berhasil menahan eksekusi penalti Pele.
  • Enam orang anaknya, tidak ada satu pun yang berkiprah sebagai pemain sepak bola. Namun, semuanya sempat menjadi atlet di cabang olahraga (cabor) tenis lapangan.

Prestasi

Klub

PSMS Medan

  • Piala Soeratin (1): 1967 (Bersama PSMS Yunior)
  • Perserikatan (2): 1967, 1971
  • Aga Khan Gold Cup (1): 1967
  • Soeharto Cup (1): 1972
  • Marah Halim Cup (2): 1972, 1973

Persija Jakarta

Internasional

Indonesia

  • King's Cup (1): 1968; runner-up: 1969
  • Turnamen Merdeka (1): 1969; runner-up: 1971
  • Pesta Sukan Cup (1): 1972[2]
  • Jakarta Anniversary Tournament (1): 1972; runner-up: 1971, 1973, 1974, 1975, 1978

Individual

  • Warga Utama Kota Medan, 1967
  • Atlet Terbaik Nasional, 1972
  • Penjaga Gawang Terbaik Nasional, 1974

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Mengenal Ronny Pasla, Legenda Kiper Timnas yang Pernah Gagalkan Penalti Pele". GoodnewsfromIndonesia. Oktober 10, 2021. Diakses tanggal Januari 25, 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Pesta Sukan Cup 1972". RSSSF. 18 April 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 April 2023. Diakses tanggal 4 Februari 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik pemain sepak bola Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan