Kamis, 15 Oktober 2026
22:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Emma Eckstein

Emma Eckstein

Bagikan:
Infobox orangEmma Eckstein
250px-Emma_eckstein.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran28 Januari 1865 Suntingan nilai di Wikidata
Gaudenzdorf Suntingan nilai di Wikidata
Kematian30 Juli 1924 Suntingan nilai di Wikidata (59 tahun)
Wina Suntingan nilai di Wikidata
Penyebab kematianHemorrhagia Cerebral Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpsychoanalyst (en) Terjemahkan,penulis sastra anak Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
SaudaraFriedrich Eckstein, Gustav Eckstein dan Therese Schlesinger-Eckstein Suntingan nilai di Wikidata

Emma Eckstein (1865–1924) adalah penulis dan psikoanalis asal Austria yang dikenal sebagai salah satu pasien dari Sigmund Freud. Sekitar 1897, Ia tercatat sebagai seorang psikoanalis untuk waktu singkat. Eckstein merupakan wanita analis pertama yang memiliki hubungan profesional sekaligus pasien dengan Freud.[1] Dalam praktiknya, Eckstein bekerja terutama pada bidang kebersihan seksual dan sosial serta meneliti pengaruh imajinasi atau fantasi siang (daydreams) terhadap perkembangan psikologis gadis muda.[2] Dalam catatan Ernest Jones, Eckstein bersama dengan Lou Andreas-Salomé dan Joan Riviere termasuk sebagai tipe wanita dengan kecenderungan intelektual dan maskulin yang memiliki peran dalam kehidupan Freud sebagai pendamping teman-teman pria.[3]

Kehidupan

Emma Eckstein lahir di Wina pada 28 Januari 1865 dari keluarga borjuis yang memiliki hubungan dengan Freud. Salah satu saudaranya, Gustav Eckstein (1875–1916), menjadi sosialis demokrat dan rekan Karl Kautsky, pemimpin Partai Sosialis. Saudarinya, Therese Schlesinger, merupakan salah satu anggota parlemen wanita pertama.[4] Saudara lain, Friedrich Eckstein, muncul secara anonim dalam karya Freud Civilization and Its Discontents sebagai individu yang melakukan berbagai eksperimen ilmiah, termasuk praktik yoga yang dianggap memiliki dasar fisiologis untuk sebagian kebijaksanaan mistik.[5][6] Eckstein tergabung dalam gerakan perempuan Wina dengan bekerja sama pada publikasi Dokumente der Frauen dan Neues Frauenleben.[7] Setelah menjalani operasi pada 1910, Ia menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah dan tetap dalam kondisi keterbatasan fisik sebagian hingga meninggal pada 30 Juli 1924 akibat perdarahan otak.[5]

Analisis Psikoanalitik

Pada usia 27 tahun, Eckstein menemui Freud untuk mendapatkan pengobatan atas gejala-gejala tidak spesifik yang dialami, termasuk gangguan pencernaan dan depresi ringan terkait menstruasi. Freud mendiagnosis Eckstein menderita histeria dan mencatat adanya perilaku masturbasi. Proses terapi berlangsung sekitar tiga tahun dan termasuk salah satu kasus Freud yang paling rinci pada masa awal praktiknya.[4]

Selama analisis, Eckstein memberikan informasi yang digunakan Freud untuk mengembangkan teori simptom histeria, termasuk hubungan antara fantasi dan memori. Eckstein menceritakan pengalaman masa kecilnya, termasuk kejadian pelecehan seksual di sebuah toko permen saat berusia delapan tahun, yang kemudian dikaitkan dengan munculnya rasa bersalah dan trauma yang tertunda.[8][9]

Materi yang diperoleh dari Eckstein digunakan dalam pengembangan teori Freud mengenai keinginan dalam psikosis dan mimpi, rekonstruksi transferensial terhadap kesenangan awal, serta adegan fantasi dalam kehidupan batin.[10] Kasus Eckstein menjadi contoh dalam teori tindakan tertunda, di mana memori yang ditekan kemudian menjadi trauma melalui aksi tertunda.[11]

Referensi

  1. ↑ Appignanesi & Forrester 2005, hlm. 204, 144. sfn error: tanpa target: CITEREFAppignanesi_&_Forrester2005 (bantuan)
  2. ↑ Bronfen 2014, hlm. 243. sfn error: tanpa target: CITEREFBronfen2014 (bantuan)
  3. ↑ Ernest Jones 1964, hlm. 474. sfn error: tanpa target: CITEREFErnest_Jones1964 (bantuan)
  4. 1 2 Appignanesi & Forrester 2005, hlm. 138. sfn error: tanpa target: CITEREFAppignanesi_&_Forrester2005 (bantuan)
  5. 1 2 Appignanesi & Forrester 2005, hlm. 140. sfn error: tanpa target: CITEREFAppignanesi_&_Forrester2005 (bantuan)
  6. ↑ Freud2005, hlm. 260. sfn error: tanpa target: CITEREFFreud2005 (bantuan)
  7. ↑ Camboni 2004, hlm. 32.
  8. ↑ Bronfen 2014, hlm. 255-6. sfn error: tanpa target: CITEREFBronfen2014 (bantuan)
  9. ↑ Freud 1954.
  10. ↑ Appignanesi & Forrester 2005, hlm. 137. sfn error: tanpa target: CITEREFAppignanesi_&_Forrester2005 (bantuan)
  11. ↑ Appignanesi & Forrester 2005, hlm. 150, 136. sfn error: tanpa target: CITEREFAppignanesi_&_Forrester2005 (bantuan)

Daftar pustaka

Buku

Jurnal

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan