Minggu, 27 September 2026
23:56 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Eman Suparman

Eman Suparman

Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi di Komisi Yudisial Republik Indonesia serta mantan ketua Komisi Yudisial

Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Eman Suparman" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Desember 2025)
Eman Suparman
Eman_Suparman.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Ketua Komisi Yudisial Indonesia2
Masa jabatan
1 Desember 2010 –1 Juli 2013
PendahuluBusyro Muqoddas
PenggantiSuparman Marzuki
Informasi pribadi
Lahir(1959-04-23)23 April 1959
Kuningan, Jawa Barat, [Indonesia
AlmamaterFakultas Hukum Universitas Padjadjaran
Universitas Gadjah Mada

Eman Suparman (lahir 23 April 1959) adalah Ketua Bidang Pengawasan Hakim dan Investigasi di Komisi Yudisial Republik Indonesia yang merangkap sebagai Anggota Komisi Yudisial. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Yudisial dari tahun 2010 - 2013.

Kehidupan

Eman Suparman mengawali karier sebagai pegawai negeri sejak tahun 1983 dengan profesi sebagai dosen di Universitas Padjadjaran, Bandung dengan konsentrasi di Hukum Perselisihan, Hukum Acara Perdata, Kemahiran Hukum II Perkara Perdata, Kapita Selekta Hukum Acara,dan Pengantar Ilmu Hukum (PIH). Istrinya adalah seorang Pegawai Negeri Sipil di Badan Geologi Kementerian ESDM, Bandung, Jawa Barat. Saat ini pasangan Eman Suparman dan Ella Dewi Laraswati telah dikaruniai dua orang anak. Keduanya adalah dokter, anak pertama bernama Risa Dewi Angganiawati dr., M.Kes., sp.OG dan kedua bernama Anggiani Dewi Rahmawati drg.

Dalam hal berorganisasi, ia tercatat sebagai Ketua Asosiasi Batik Indonesia yang membawahi pengusaha batik.[butuh rujukan]

Eman Suparman menyelesaikan S1 Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad) tahun 1982, selanjutnya menyelesaikan S2 Fakultas Pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM ) tahun 1988, kemudian melanjutkan S3 Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP) dan lulus tahun 2004.[1] Guru besar diraihnya tahun 2009.

Eman Suparman resmi terpilih sebagai ketua Komisi Yudisial (KY) untuk periode 2010-2015 setelah dalam pemilihan mengalhkan calon ketua lainnya yakni Abas Said. Dalam pemilihan eman meraih dukungan dari empat komisioner KY sedangkan Abbas Said hanya meraih dukungan tiga suara.

Pendidikan[1]

  • S1 Fakultas Hukum Unpad tahun 1982
  • S2 Fakultas Pascasarjana Universitas Gajah mada (UGM ) tahun 1988
  • S3 Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP) dan lulus tahun 2004

Karier

Dosen di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran menjadi titik awal karier Prof. Dr. H. Eman Suparman, S.H., M.H. Profesi dosen dijalani ayah dua puteri ini sejak tahun 1983 yang mengajar mata kuliah konsentrasi di Hukum Perselisihan, Hukum Acara Perdata, Kemahiran Hukum II Perkara Perdata, Kapita Selekta Hukum Acara,dan Pengantar Ilmu Hukum (PIH).

Ayah dua puteri itu menyelesaikan S1 Fakultas Hukum Unpad tahun 1982, selanjutnya menyelesaikan S2 Fakultas Pascasarjana Universitas Gajah mada (UGM) tahun 1988, kemudian melanjutkan S3 Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP) dan lulus tahun 2004. Selanjutnya, Guru Besar diraihnya sejak tahun 2009.

Selama menjalani profesi, pria kelahiran Kabupaten Kuningan 23 April 1959 telah menulis berbagai karya ilmiah dalam bentuk buku dan jurnal lokal maupun nasional, dan telah melakukan beragam penelitian. Selain itu, Guru Besar Unpad ini pernah mengikuti berbagai pelatihan dalam dan luar negeri seperti di UK, Netherlands, Bangkok, dan beberapa negara yang lain.[2] Ia juga tercatat sebagai Guru Besar Fakultas Hukum (FH) Unpad khususnya dalam bidang Hukum Acara Perdata.[butuh rujukan]

Referensi

  1. 1 2 "Prof. Dr. H. Eman Suparman, S.H., M.H." Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Diakses tanggal 2022-09-19.
  2. ↑ "Profil Anggota 2010-2015 di Website KY". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-02. Diakses tanggal 2014-01-29.

Pranala luar

Jabatan peradilan
Didahului oleh:
M. Busyro Muqoddas
Ketua Komisi Yudisial Republik Indonesia
2010–2013
Diteruskan oleh:
Suparman Marzuki
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan