Selasa, 22 September 2026
17:27 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara

Elizabeth Barton

Elizabeth Barton seorang wanita kontroversial dalam kancah religi dan agama semasa pemerintah Henry VIII. Ia lahir di Aldington, Kent tempatnya kemudian mengabdi sebagai pelayan. Layaknya cenayang, ia dikenal sering kali kejang-kejang dan histeris sembari mengklaimnya sebagai utusan tuhan yang bernubuat. Perbuatannya itu semakin membuatnya dikenal ketika beberapa dari ucapannya menjadi nyata. "Pelayan dari Kent" itulah julukan yang diterimanya. William Warham, sebagai uskup agung Canterbury meminta penyelidikan kasus yang menghebohkan tersebut. Sementara itu Henry VIII mengutus Thomas More yang akan melakukan penyelidikan. Penyelidikan More menyimpulkan ucapan yang diklaimnya nubuat tidak masuk akal dan hanya aspirasi seorang wanita yang pandai berucap.[1]

Hasil Penyelidikan

Edward Bocking, sebagai penyelidik Canterburry memanfaatkan fenomena Barton untuk kepentingan politik. Ia kemudian dibujuk untuk mengabdi menjadi biarawati.[1]

Referensi

  1. 1 2 Encyclopedia Americana Volume III. hlm. 284.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan