Minggu, 25 Oktober 2026
13:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Elang gunung

Elang gunung

spesies burung

Bagikan:
Elang gunung
250px-Nisaetus_alboniger_-Jurong_Bird_Park%2C_Singapore-6a.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Di Jurong Bird Park, Singapura
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Accipitriformes
Famili: Accipitridae
Genus: Nisaetus
Spesies:
N. alboniger
Nama binomial
Nisaetus alboniger
Blyth, 1845
Sinonim

Spizaetus alboniger

Elang gunung (Nisaetus alboniger) merupakan salah satu jenis burung pemangsa berukuran sedang dari keluarga Accipitridae dan Genus Nisaetus yang dijumpai di semanjung Malaysia dan Indonesia. Secara tradisional elang gunung ditempatkan di genus Spizaetus, tetapi studi terbaru oleh Helbig et al. (2005) bahwa spesies elang gunung memiliki genetik berbeda yang mirip dengan elang che sehingga dikelompokkan ke keluarga Nisaetus oleh Hodgson (1836). Kesimpulan yang sama dicapai secara terpisah oleh Lerner dan Mindell (2005), bahwa Nisaetus alboniger berkerabat erat dengan Nisaetus nipalensis, berdasarkan sekuens molekuler dari dua gen mitokondria. Namun, Haring dkk (2007) juga menegaskan bahwa spesies Elang ini terdapat 4 sub-spesies yaitu Nisaetus alboniger (Elang Gunung), Nisaetus bartelsi (Elang Jawa), Nisaetus nanus (Elang Wallace), dan Nisaetus nipalensis (elang mountain).

Deskripsi

Berukuran antara 50–58 cm dengan rentang sayap berkisar antara 100–115 cm dengan berat tubuh sekitar 830 gram.[2] Berwarna hitam dan putih. Jambul panjang, ekor bergaris lebar. Dada bercoret-coret memanjang, perut bergaris melintang rapat, nyaris hitam pada beberapa individu. Tenggorokan putih dengan strip hitam di tengahnya. Bagian bawah bergaris tebal, terdapat satu garis putih lebar pada ekor yang hitam. Remaja: bagian atas coklat dan bersisik kuning tua, kepala berwarna pucat, bagian bawah kuning tua bergaris coklat, ekor bergaris-garis. Iris kuning, paruh abu-abu, dan kaki kuning.

Penyebaran

Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan. Kemungkinan tersebar luas di Sumatra dan Kalimantan. Sedara umum elang gunung dapat dijumpai jauh dari keramaian manusia atau di hutan primer, hutan tebangan, pinggir hutan, perbukitan, dan pegunungan dengan rentang ketinggian 300-1.200 m.

Kebiasaan

Beristirahat di pohon yang tinggi, kadang-kadang diserang srigunting dan burung kecil lain. Terbang berputar di hutan saat berburu, menyerang mangsa di pepohonan seperti Burung, ayam, mamalia, kadal, dan sesekali kelelawar[3]

Reproduksi

Ketika musim kawin tiba sekitar bulan November, induk elang ini membangun sarang menggunakan ranting pohon dan dedaunan dengan mengerami telur antara 1 sampai 2 telur. anakan elang gunung mulai belajar terbang dan meninggalkan sarang bulan Februari. Di Sumatra, ditemukan satu sarang yang sedang digunakan untuk mengerami telur pada bulan Juli. Dalam satu sarang hanya ditemukan satu anakan. Sarang diletakkan pada tajuk bagian atas pohon besar

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Nisaetus alboniger". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22696159A93547439. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22696159A93547439.en. Diakses tanggal 12 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Blyth's Hawk-eagle (Nisaetus alboniger)". www.hbw.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-06-17.
  3. ↑ "Blyths Hawk-Eagle (Nisaetus alboniger) – Planet of Birds". www.planetofbirds.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2018-06-17.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Nisaetus alboniger.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan