Jumat, 16 Oktober 2026
20:14 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super
Elang-ular kongo

Elang-ular kongo

Bagikan:
Elang-ular kongo
250px-DryotriorchisSpectabilisSmit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Accipitriformes
Famili: Accipitridae
Subfamili: Circaetinae
Genus: Circaetus
Shelley, 1874
Spesies:
C. spectabilis
Nama binomial
Circaetus spectabilis
(Schlegel, 1863)
Subspecies[2]
  • C. s. spectabilis - (Schlegel, 1863)
  • C. s. batesi - (Sharpe, 1904)
250px-Dryotriorchis_spectabilis_distribution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies dalam oranye
Sinonim
  • Astur spectabilis Schlegel, 1863
  • Dryotriorchis batesi Sharpe, 1904
  • Circaetus spectabilis

Elang-ular kongo (Circaetus spectabilis) adalah sebuah spesies burung pemangsa dalam famili Accipitridae. Spesies ini tersebar di sepanjang hutan hujan tropis Afrika. Elang-ular ini terspesialisasi dalam berburu di lapisan bawah hutan yang gelap. Hewan ini memiliki dua subspesies, yaitu subspesies nominasinya, Circaetus spectabilis spectabilis dan Circaetus spectablisi batesi. Elang ini adalah burung berukuran sedang dengan sayap pendek dan membulat, serta ekor yang panjang dan membulat. Elang ini memiliki bulu dengan banyak nuansa cokelat di punggungnya serta memiliki jambul kecil. Dadanya putih dengan sejumlah bulu pisangga, dan pada subspesies nominasinya, ditutupi oleh totol-totol bulat kehitaman. Subspesies C. s. batesi hanya memiliki totol-totol ini di bagian bawah sayapnya. Elang-ular kongo mirip dengan elang cassin, dan beberapa ornitolog menganggap kemiripan ini sebagai contoh langka mimikri pada burung. Spesies ini adalah pemangsa yang sangat vokal, dan umum menjadi salah satu burung yang paling sering terdengar suaranya pada habitatnya.

Elang-ular ini memakan ular, bunglon dan kodok, serta memburu hewan-hewan ini dengan menukik ke mereka. Penglihatannya yang sangat baik memungkinkannya untuk berburu di hutan yang gelap. Sangat sedikit yang diketahui mengenai kebiasaan kawinnya, tetapi para ahli meyakini bahwa burung ini kawin dari Juni hingga Desember. Elang ini didaftarkan sebagai spesies risiko rendah oleh IUCN karena populasi dan sebarannya yang besar.

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Dryotriorchis spectabilis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22695330A93502934. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22695330A93502934.en. Diakses tanggal 15 September 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ Gill F, D Donsker & P Rasmussen (Eds). 2020. IOC World Bird List (v10.2). doi : 10.14344/IOC.ML.10.2.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan