Sabtu, 31 Oktober 2026
16:18 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Elang-ular kongo

Elang-ular kongo

Bagikan:
Elang-ular kongo
250px-DryotriorchisSpectabilisSmit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Accipitriformes
Famili: Accipitridae
Subfamili: Circaetinae
Genus: Circaetus
Shelley, 1874
Spesies:
C. spectabilis
Nama binomial
Circaetus spectabilis
(Schlegel, 1863)
Subspecies[2]
  • C. s. spectabilis - (Schlegel, 1863)
  • C. s. batesi - (Sharpe, 1904)
250px-Dryotriorchis_spectabilis_distribution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta sebaran spesies dalam oranye
Sinonim
  • Astur spectabilis Schlegel, 1863
  • Dryotriorchis batesi Sharpe, 1904
  • Circaetus spectabilis

Elang-ular kongo (Circaetus spectabilis) adalah sebuah spesies burung pemangsa dalam famili Accipitridae. Spesies ini tersebar di sepanjang hutan hujan tropis Afrika. Elang-ular ini terspesialisasi dalam berburu di lapisan bawah hutan yang gelap. Hewan ini memiliki dua subspesies, yaitu subspesies nominasinya, Circaetus spectabilis spectabilis dan Circaetus spectablisi batesi. Elang ini adalah burung berukuran sedang dengan sayap pendek dan membulat, serta ekor yang panjang dan membulat. Elang ini memiliki bulu dengan banyak nuansa cokelat di punggungnya serta memiliki jambul kecil. Dadanya putih dengan sejumlah bulu pisangga, dan pada subspesies nominasinya, ditutupi oleh totol-totol bulat kehitaman. Subspesies C. s. batesi hanya memiliki totol-totol ini di bagian bawah sayapnya. Elang-ular kongo mirip dengan elang cassin, dan beberapa ornitolog menganggap kemiripan ini sebagai contoh langka mimikri pada burung. Spesies ini adalah pemangsa yang sangat vokal, dan umum menjadi salah satu burung yang paling sering terdengar suaranya pada habitatnya.

Elang-ular ini memakan ular, bunglon dan kodok, serta memburu hewan-hewan ini dengan menukik ke mereka. Penglihatannya yang sangat baik memungkinkannya untuk berburu di hutan yang gelap. Sangat sedikit yang diketahui mengenai kebiasaan kawinnya, tetapi para ahli meyakini bahwa burung ini kawin dari Juni hingga Desember. Elang ini didaftarkan sebagai spesies risiko rendah oleh IUCN karena populasi dan sebarannya yang besar.

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Dryotriorchis spectabilis". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2016 e.T22695330A93502934. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22695330A93502934.en. Diakses tanggal 15 September 2024.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link){{cite iucn}}: uses deprecated |page= identifier (help)
  2. ↑ Gill F, D Donsker & P Rasmussen (Eds). 2020. IOC World Bird List (v10.2). doi : 10.14344/IOC.ML.10.2.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan