Selasa, 27 Oktober 2026
14:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Elang Darat

film Hindia Belanda tahun 1941

Bagikan:
Elang Darat
SutradaraInoe Perbatasari
ProduserThe Teng Chun
SkenarioInoe Perbatasari
Pemeran
Perusahaan
produksi
Jacatra Film
Tanggal rilis
  • 1941 (1941)(Hindia Belanda)
NegaraHindia Belanda
BahasaIndonesia

Elang Darat ([eˈlaŋdaˈrat]) adalah film Hindia Belanda (sekarang Indonesia) tahun 1941 yang disutradarai Inoe Perbatasari dan diproduseri The Teng Chun untuk Jacatra Film. Sebagai film detektif, film ini berkisah tentang seorang pria yang masuk desa untuk melacak bandit kejam yang dijuluki "Elang Darat".

Alur

Setelah terjadi serangkaian perampokan oleh bandit berjulukan "Elang Darat", kepala desa Kresek meminta bantuan detektif Parlan (Astaman). Saat sedang menyelidiki, Parlan diserang dan dipukul di kepala sampai pingsan. Putri kepala desa, Rukmini, merawatnya sampai pulih dan keduanya mulai jatuh cinta. Ini membuat anak adopsi kepala desa, Gunawi, berang karena Gunawi juga mencintai Rukmini. Penyelidikan Parlan mengungkap bahwa Gunawi adalah saudaranya yang lama hilang. Keduanya harus bertarung setelah terungkap bahwa Gunawi-lah si "Elang Darat".[1]

Produksi

Elang Darat diproduseri The Teng Chun untuk Jacatra Film Company, anak perusahaan Java Industrial Film miliknya. Film ini ditulis dan disutradarai oleh mantan jurnalis Inoe Perbatasari yang sebelumnya menjadi asisten sutradara di Kartinah besutan Andjar Asmara.[2] Kameramen film hitam putih ini adalah Tan Kim An, sedangan penyunting suaranya adalah saudara The Teng Chun, The Teng Liong.[3]

Kabarnya film ini melibatkan banyak pemain. Film ini dibintangi Astaman dan Ali Yugo, serta Rohana, Salam, Amalia, Louise Gunter, S Aminah, adn Mas'oed Pandji Anom sebagai pemeran pendukung.[3] Pembuatannya dimulai bulan Juli 1941.[4]

Rilis

Elang Darat dirilis tahun 1941.[1] Inoe Perbatasari kelak terlibat dalam satu film buatan Jacatra Pictures, Poetri Rimba, pada akhir 1941.[5]

Film ini bisa jadi tergolong film hilang. Antropolog visual Amerika Serikat Karl G. Heider menulis bahwa semua film Indonesia yang dibuat sebelum 1950 tidak diketahui lagi keberadaan salinannya.[6] Akan tetapi, Katalog Film Indonesia yang disusun JB Kristanto menyebutkan beberapa film masih disimpan di Sinematek Indonesia dan Biran menulis bahwa sejumlah film propaganda Jepang masih ada di Dinas Informasi Pemerintah Belanda.[7]

Referensi

Kutipan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan