Minggu, 18 Oktober 2026
19:03 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

Poetri Rimba

film Hindia Belanda tahun 1941

Bagikan:
Poetri Rimba
SutradaraInoe Perbatasari
ProduserThe Teng Chun
SkenarioSoeska
Pemeran
  • Aisjah
  • Loedi
  • Ali Yugo
  • Bissu
Perusahaan
produksi
Jacatra Film
Tanggal rilis
  • 1941 (1941)(Hindia Belanda)
NegaraHindia Belanda
BahasaIndonesia

Poetri Rimba ([puˈtrirɪmˈba]) adalah film Hindia Belanda (sekarang Indonesia) tahun 1941 yang disutradarai Inoe Perbatasari dan diproduseri The Teng Chun untuk Jacatra Film. Film ini mengisahkan seorang pria yang menyelamatkan seorang wanita dari sekelompok perampok dan kabur melintasi hutan.

Alur

Achmad dan teman-temannya pergi berburu di sebuah pulau. Setelah mereka berpencar, Achmad berkelana melintasi hutan rimba sampai ditangkap sekelompok perampok yang dipimpin Kumis Panjang dan tangan kanannya, Perbada. Ketika Perbada bersiap membakar Achmad hidup-hidup, diketahui bahwa Achmad pernah menyelamatkan nyawa putri Kumis Panjang, Bidasari. Karena itu, ia tidak jadi dieksekusi. Meski Bidasari dijodohkan dengan Perbada, ia dan Achmad mulai saling jatuh cinta. Karena berang, Perbada menculik Kumis Panjang dan Bidasari yang kemudian diselamatkan Achmad.[1]

Produksi

Poetri Rimba diproduseri The Teng Chun untuk Jacatra Film Company, anak perusahaan Java Industrial Film miliknya. Film ini disutradarai mantan jurnalis Inoe Perbatasari yang mengawali karier sutradaranya di film Elang Darat (1941).[2] Soeska menangani tugas penulisan naskah[1] yang didasarkan pada film-film Tarzan ternama.[3]

Film hitam putih ini dibintangi Aisjah, Loedi, Ali Yugo, Bissu, dan Soetiati.[1] Formulanya secara keseluruhan mirip film-film kontemporer lain: lagu keroncong, aksi, dan romansa.[4]

Rilis

Poetri Rimba dirilis tahun 1941.[1] Ini adalah film terakhir Perbatasari dengan Jacatra, meski ia kemudian menyutradarai tiga film lain untuk perusahaan lain.[5]

Film ini bisa jadi tergolong film hilang. Antropolog visual Amerika Serikat Karl G. Heider menulis bahwa semua film Indonesia yang dibuat sebelum 1950 tidak diketahui lagi keberadaan salinannya.[6] Akan tetapi, Katalog Film Indonesia yang disusun JB Kristanto menyebutkan beberapa film masih disimpan di Sinematek Indonesia dan Biran menulis bahwa sejumlah film propaganda Jepang masih ada di Dinas Informasi Pemerintah Belanda.[7]

Referensi

Kutipan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan