Rabu, 14 Oktober 2026
10:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: Satpol PP Cek STNK Kendaraan Besar di SPBU Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Merosot Rp20 Ribu, Cek Rincian Lengkap per Gram Hari Ini Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 14 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan di Tanggamus Cuaca Lampung Dihantui 289 Titik Panas, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas
Ekolalia

Ekolalia

Bagikan:
250px-Autism-stacking-cans_2nd_edit.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang anak yang menderita autisme

Ekolalia adalah reaksi mengulangi kata-kata atau ucapan orang lain secara otomatis yang umumnya dilakukan oleh penderita autisme.[1][2][3] 75% penderita autisme akan mengalami ekolalia sejak masa kecil dan sebagian dari anak-anak tersebut akan tetap mengalami ekolalia sampai dewasa.[2] Ekolalia biasannya merupakan salah satu cara yang digunakan oleh penderita autisme untuk mempelajari suatu kalimat.[2] Penderita ekolalia dapat mengulangi sebagian atau keseluruhan kalimat yang didengarnya tanpa memahami arti kalimat tersebut.[1][2][3]

Etimologi

Istilah ekolalia berasal dari bahasa Latin ēchō yang berarti ‘suara’ dan bahasa Yunani laliá yang berarti ‘berbicara’.[4] Kata ēchō sendiri berasal dari bahasa Yunani ēchḗ yang juga berarti ‘suara’.[4]

Jenis

Berdasarkan waktu kemunculan kebiasaan mengulang kata atau kalimat, ekolalia terbagi menjadi dua jenis, yatu ekolalia segera dan ekolalia tertunda.[2] Ekolalia segera ditandai dengan respon suatu individu mengulangi kalimat yang ditujukan kepadanya segera setelah kalimat tersebut diucapkan.[2] Dalam ekolalia tertunda, suatu individu akan selalu mengulang satu kalimat yang sama yang pernah didengarnya setiap kali ia ingin mengungkapkan keinginan tertentu.[2]

Referensi

  1. 1 2 Semiun, Yustinus . 2006 . Kesehatan Mental 3 . Yogyakarta: Penerbit Kanisius . ISBN 979-21-1121-2
  2. 1 2 3 4 5 6 7 Dodd, Susan . 2005 . Understanding Autism. New South Wales: Elsevier Australia . ISBN 978-1-875897-80-3
  3. 1 2 Casey, Patricia; Kelly, Brendan . 2007 . Fish’s Clinical Psychopathology: Signs and Symptoms In Psychiatry, Third Edition. London: Royal College of Psychiatrists . ISBN 1-904671-32-2
  4. 1 2 "echolalia". Dictionary.com. Diakses tanggal 2014-06-17.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan