Rabu, 21 Oktober 2026
14:59 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Efek salju longsor

Efek salju longsor

sifat yang dibutuhkan dalam algoritme kriptografi dan berupa perubahan signifikan pada keluaran ketika masukan diubah sedikit saja

Bagikan:
Artikel ini berisi tentang kriptografi. Untuk kegunaan lain, lihat Efek bola salju dan Longsor salju.
330px-Avalanche_effect.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Fungsi hash SHA-1 menunjukkan efek salju longsor yang baik. Ketika satu bit diubah, hasil hash berubah seluruhnya.

Dalam kriptografi, efek salju longsor adalah sifat yang mengubah sebagian besar keluaran meski masukan diubah sedikit saja. Sifat ini dibutuhkan dalam algoritme kriptografi, khususnya penyandian blok dan fungsi hash kriptografi. Untuk penyandian blok kualitas tinggi, perubahan kecil pada kunci atau teks asal akan mengubah teks tersandi secara drastis. Istilah ini diperkenalkan oleh Horst Feistel.[1] Namun, konsep ini sudah dikenal sejak prinsip penghamburan Shannon.

Bila penyandian blok atau fungsi hash kriptografi tidak menunjukkan efek salju longsor hingga derajat tertentu, ia memiliki keacakan yang buruk sehingga analis kriptografi dapat membuat prediksi tentang masukan meski hanya diberikan keluarannya. Hal ini bisa saja membongkar sebagian atau seluruh algoritma, maka efek salju longsor diperlukan dari sudut pandang pendesain algoritma atau perangkat kriptografi.

Kriteria salju longsor ketat

Kriteria salju longsor ketat (strict avalanche criterion atau SAC) adalah perumusan dari efek salju longsor. Kriteria ini terpenuhi kalau, ketika satu bit masukan diubah, tiap bit keluaran memiliki 50% peluang untuk berubah. Kriteria ini diperkenalkan oleh Webster dan Tavares pada tahun 1985.[2]

Generalisasi untuk derajat yang lebih tinggi memerlukan banyak bit masukan. Fungsi Boole yang memenuhi SAC derajat tinggi selalu termasuk fungsi bengkok.[3]

Kriteria kebebasan bit

Kriteria kebebasan bit (bit independence criterion atau BIC) menyatakan bahwa bit keluaran j dan k harus berubah sendiri-sendiri ketika bit masukan tunggal i dibalik untuk seluruh i, j, dan k.[4]

Referensi

  1. ↑ Feistel, Horst (1973). "Cryptography and Computer Privacy". Scientific American. 228 (5): 15–23. doi:10.1038/scientificamerican0573-15.
  2. ↑ Webster, A. F.; Tavares, Stafford E. (1985). "On the design of S-boxes". Advances in Cryptology - Crypto '85. Lecture Notes in Computer Science. Vol. 218. New York: Springer. hlm. 523–534. ISBN 0-3871-6463-4.
  3. ↑ Adams, C. M.; Tavares, S. E. (Januari 1990). The Use of Bent Sequences to Achieve Higher-Order Strict Avalanche Criterion in S-box Design (Laporan). Technical Report TR 90-013. Queen's University. CiteSeerX 10.1.1.41.8374.{{cite report}}: Kutipan menggunakan parameter usang |citeseerx=
  4. ↑ William, Stallings (2016). Cryptography and network security : principles and practice (Edisi 7). Boston. hlm. 136. ISBN 978-0-1344-4428-4. OCLC 933863805.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
Algoritme umum
Algoritme kurang umum
Algoritme lainnya
Desain
Penyerangan
(analisis kriptografi)
Standardisasi
Peralatan/perkakas
Fungsi hash dan kode autentikasi pesan (MAC) dalam kriptografi
Fungsi umum
Finalis SHA-3
Fungsi lainnya
Hash kata sandi/
fungsi perentang kunci
Fungsi penurunan kunci
pemakaian umum
Fungsi MAC
Mode enkripsi
terautentikasi
Serangan
Desain
Standardisasi
Peralatan/perkakas
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan