Jumat, 16 Oktober 2026
02:09 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Edwin Marshal Syarif

Edwin Marshal Syarif

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "Edwin Marshal Syarif" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
Edwin Marshal Syarif
250px-Ed444.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Edwin Marshal Syarif
Lahir
Edwin Marshal Syarif

19 Maret 1975 (umur 51)
Nama lainEdwin Cokelat
PekerjaanMusisi
Karier musik
Genre
InstrumenGitar
Label

Edwin Marshal Syarif (lahir 19 Maret 1975) adalah musisi dan gitaris yang terkenal sebagai anggota grup musik Cokelat dan Konspirasi.[1][2]

Karier musik

Cokelat

Edwin merupakan gitaris Cokelat menggantikan Bernard gitaris pada tahun 2000. Grup ini merupakan pertamanya yang bertahan hingga saat ini.[3]

Konspirasi

Tahun 2011 membentuk projek band baru dengan wajah lama bernama Konspirasi. Band ini digawangi bersama Marcell Siahaan, Che (vokalis Cupumanik) dan Romy Sophiaan (bassis The Acid). Edwin lebih suka menyebut proyek ini sebagai super band, karena orang-orang yang tergabung di dalamnya sudah cukup kenamaan di dunia musik dengan karier masing-masing. Musik grunge sudah lama menjadi referensi bermusik Edwin. Akhir 2009 lalu ia bicara dengan Marcell tentang idenya tersebut. Lalu mereka memilih Che Cupumanik sebagai vokalis.

Solo

Tahun 2016 Edwin merilis single solo debut berjudul ‘Sore’ yang menggambarkan kedamaian suasana sore hari di alam luas Indonesia.‘Sore’ yang sepenuhnya dirajut dalam format instumental.

Tahun 2020 melahirkan solo keduanya berjudul Demi Nafasmu. Di single ini, Edwin mengeksplorasi diri sebagai vokalis. “Demi Nafasmu” juga menandai pertama kalinya Edwin mengedepankan suara vokalnya sendiri dalam sebuah lagu rekaman.

Diskografi

Bersama Cokelat:

Single:

  • Uang (2004)
  • Pasrahkan PadaNya (2004)
  • 5 Menit Untuk 5 Tahun (2009)
  • 100% Indonesia (2009)
  • Tanpa Rasa (2010)
  • Drama (2011)
  • Hidup Ini Cinta (2013)
  • #Like! (2014)
  • Sesal (2015)
  • Cinta Matiku (2016)
  • Dikhianati (2017)
  • Garuda (2017)
  • Peralihan Hati (2018)
  • 5 Menit Untuk 5 Tahun (2019)
  • Anak Garuda (ost. Anak Garuda) (2019)
  • Anak Garuda new version (2020, ft Aiu Ratna)
  • Agresi (2020)
  • Bendera (Rearranged Version 2022) (2022)
  • Bunga Tidur (Rearranged Version 2022) (2022)

Penghargaan dan nominasi

Tahun Penghargaan Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
2017 Anugerah Musik Indonesia Artis Solo Pria/Wanita Rock/Rock Instrumentalia Terbaik "Sore" Nominasi

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi musisi atau pemusik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  1. ↑ antaranews.com (2019-09-27). "Cokelat pilih bikin lagu baru ketimbang daur ulang "Tembang Kenangan"". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-23.
  2. ↑ "Edwin Cokelat: Berita Terbaru Hari Ini". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2026-02-05.
  3. ↑ r.search.yahoo.com https://r.search.yahoo.com/_ylt=AwrKHRXMRHRpHQIAOSPLQwx.;_ylu=Y29sbwNzZzMEcG9zAzIEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1770437068/RO=10/RU=https://www.youtube.com/watch?v=fH3gYv2_9K4/RK=2/RS=ZfAHL7g5Vuec2R_zpVuBAzhAR60-. Diakses tanggal 2026-01-24.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan