Kamis, 24 September 2026
19:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Edeko

tokoh pasca keruntuhan Romawi Barat

Edeko (ejaan lain: Edikon, Ediko, Edika, Ethiko) adalah tokoh pasca keruntuhan Romawi Barat.[1] Banyak cendekiawan menyatakan tokoh tersebut sebagai:

Etimologi

Otto Maenchen-Helfen menganggap nama Hunnik Έδέκων (Edekon) diserap dari suatu bahasa Jermanik atau nama yang terjermanikisasi, tetapi tidak menyebutkan turunan namanya dari bahasa mana.[1]

Omeljan Pritsak berpendapat nama tersebut diturunkan dari akar kata kerja dalam bahasa Turk Kuno yaitu *edär- (berarti "mengejar", "mengikuti"), dan akhiran kata benda deverbal κων (kun < r-k < r-g < *gun).[2] Bentuk yang direkonstruksi adalah *edäkün (< *edär-kün; berarti "pengikut", "pelayan").[4]

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 5 Maenchen-Helfen 1973, hlm. 388.
  2. 1 2 Pritsak 1982, hlm. 456.
  3. Priscus, fragments 7 and 8, translated by C.D. Gordon, The Age of Attila: Fifth Century Byzantium and the Barbarians. Ann Arbor: University of Michigan. 1966. hlm. 70–93.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
  4. Pritsak 1982, hlm. 457.

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan