Sabtu, 17 Oktober 2026
15:05 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Ebed-Melekh

Ebed-Melekh

Bagikan:
250px-Book_of_Jeremiah_Chapter_38-2_%28Bible_Illustrations_by_Sweet_Media%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ebed-Melekh melihat Yeremia di dalam perigi. (Jim Padgett, 1984)

Ebed-Melekh (bahasa Ibrani:עֶבֶד-מֶלֶךְ‎ ‘Eḇeḏmeleḵ; bahasa Latin:Abdemelech) disebutkan dalam Kitab Yeremia pasal 38 sebagai seorang abdi Etiopia di istana raja Zedekiah dari Yehuda pada masa Pengepungan Yerusalem (597 S<). Namanya memiliki artinya Abdi/Budak Raja, dan bukanlah nama sebenarnya tetapi gelar warisan. Teks tersebut menyatakan bahwa ia adalah orang Kush (Yeremia 38:7) dan kasim.[1]

Ebed-Melekh dikenal karena menyelamatkan nabi Yeremia dari perigi dimana ia bakal ditahan sampai mati (Yeremia 38:4–13). Kemudian, Yeremia mendapatkan pesan Allah yang menyatakan bahwa Ebed-Melekh "takkan jatuh oleh pedang" pada Kejatuhan Yerusalem oleh Babilonia (Yeremia 39:15–18) karena ia percaya akan Allah. Menurut beberapa legenda di luar Alkitab, Ebed-Melekh tak pernah sekarat, dan sebagai gantinya ikut dalam sekelompok kecil orang suci yang memasuki Surga dalam keadaan hidup.

Terdapat kemiripan antara kisah Ebed-Melekh dengan kisah sida-sida dari Etiopia dari Kisah Para Rasul.[2]

Referensi

  1. ↑ "www.Bibler.org - Dictionary - Ebed-Melech". Diakses tanggal 2012-12-18.
  2. ↑ Juan Vicente Estigarribia, "Commentaries on the Historicity of Acts of the Apostles 8, 26–39," Beiträge zur Sudanforschung 5 (1992): 39–46.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan