Kamis, 01 Oktober 2026
08:16 WIB
TERKINI
Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Kekacauan Komunikasi Fatal: KNKT Ungkap Penyebab Tabrakan Maut KA di Bekasi Berita Terkuak Pemilik Miras dan Barang Mewah di Lapas Cibinong, 5 Pejabat Dinonaktifkan Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh
E Dongchen

E Dongchen

Ilmuwan bumi dan penjelajah kutub berkebangsaan Tiongkok

Bagikan:
E Dongchen
鄂栋臣
Lahir(1939-07-15)15 Juli 1939
Meninggal21 Februari 2019(2019-02-21) (umur 79)
AlmamaterSekolah Geodesi dan Geomatika, Universitas Wuhan
Dikenal karenaPendiri survei dan pemetaan kutub di Tiongkok
Karier ilmiah
BidangSurvei Geodesi
Tempat kerjaUniversitas Wuhan
E Dongchen
Hanzi tradisional: 鄂棟臣
Hanzi sederhana: 鄂栋臣
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: È Dòngchén
- Wade-Giles: O Tung-ch'en

E Dongchen (Hanzi:鄂栋臣; 15 Juli 1939 - 21 Februari 2019) adalah seorang ilmuwan bumi dan penjelajah kutub Tiongkok, yang dijuluki "bapak survei dan pemetaan kutub" di Tiongkok.[1] Dia berpartisipasi dalam 11 ekspedisi ke kutub, termasuk menjadi kapten tim ekspedisi ilmiah Tiongkok pertama ke Antartika dan Kutub Utara.[2] E Dongchen adalah seorang profesor dan penasihat doktoral di Universitas Wuhan.

Dia telah memberi nama lebih dari 300 tempat dan bentuk khusus yang ada di Antartika,[3] termasuk Teluk Tembok Besar, nama tempat Tiongkok pertama di Antartika.[4]

Setelah pensiun, dia menjadi penulis buku sains populer dan pembicara motivasi. Dia setidaknya telah menyampaikan 600 ceramah tentang eksplorasi kutub di universitas dan sekolah di seluruh Tiongkok.[3]

Pada 21 Februari 2019, E Dongchen meninggal di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan,[3] pada usia 79 tahun (atau 80 tahun menurut penghitungan usia Asia Timur).[1]

330px-Antarctic_Great_Wall_Station.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Teluk Tembok Besar

Referensi

  1. 1 2 Ma, Chi (2019-02-22). "China's polar exploration pioneer dies at 80". China Daily. Diakses tanggal 2019-02-23.
  2. ↑ "中国南极测绘研究中心". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2007-05-04. Diakses tanggal 2007-11-04.
  3. 1 2 3 Ke Cheng 柯称 (2019-02-21). ""极地测绘之父"武大教授鄂栋臣逝世,曾签下生死状首征南极". The Paper. Diakses tanggal 2019-02-23.
  4. ↑ ""极地测绘之父"鄂栋臣病逝!系中国第一个南极地名长城湾命名者". Sohu. 2019-02-22. Diakses tanggal 2019-02-23.


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan