Senin, 12 Oktober 2026
10:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Ekuivalensi massa–energi

Ekuivalensi massa–energi

prinsip kesetaraan massa dan energi dalam kerangka diam suatu sistem

Bagikan:
250px-E%3Dmc%C2%B2-explication.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
E = mc2 dijelaskan
250px-Relativity3_Walk_of_Ideas_Berlin.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rumus Einstein th 1905 yang dipajang dengan ketinggian 4m di Berlin

E = mc2 dalam ilmu fisika adalah sebuah rumus yang paling dikenal dan persamaan tersebut sangat penting dalam menjelaskan persamaan nilai antara energi (E) dan massa (m), yang disetarakan secara langsung melalui konstanta kuadrat laju cahaya dalam vakum ( c 2 )

E = m c 2 {\displaystyle E=mc^{2}\!} {\displaystyle E=mc^{2}\!},

yang mana:

Faktor c 2 bernilai 89.88 PJ/kg = 21.48 Mt TNT per kg = 149.3 pJ/u = 931.5 MeV/u.

Kebanyakan orang menggunakan satuan energi sebagai eV (electron volt)

dimaksud dalam persamaan di atas adalah energi diam, maka massa yang terkait adalah juga massa diam atau massa invarian.

E r 2 − | p → | 2 c 2 = m 0 2 c 4 E r 2 − ( p c ) 2 = ( m 0 c 2 ) 2 {\displaystyle {\begin{aligned}E_{r}^{2}-|{\vec {p}}\,|^{2}c^{2}&=m_{0}^{2}c^{4}\\E_{r}^{2}-(pc)^{2}&=(m_{0}c^{2})^{2}\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}E_{r}^{2}-|{\vec {p}}\,|^{2}c^{2}&=m_{0}^{2}c^{4}\\E_{r}^{2}-(pc)^{2}&=(m_{0}c^{2})^{2}\end{aligned}}}

atau

E r = ( m 0 c 2 ) 2 + ( p c ) 2 {\displaystyle E_{r}={\sqrt {(m_{0}c^{2})^{2}+(pc)^{2}}}\,\!} {\displaystyle E_{r}={\sqrt {(m_{0}c^{2})^{2}+(pc)^{2}}}\,\!}

Sejarah dan konsekuensinya

Albert Einstein menurunkan rumus ini didasarkan atas pengamatannya pada tahun 1905 atas kelakuan objek yang bergerak dengan laju mendekati laju cahaya. Kesimpulan terkenal yang ditariknya dari pengamatan ini adalah bahwa massa sebuah benda sebenarnya adalah sebuah ukuran dari kandungan energi benda tersebut. Sebaliknya, persamaan yang dimaksud mengisyaratkan bahwa semua energi yang ada dalam sistem tertutup memengaruhi massa diam dari sistem.

E n e r g i = M a s s a × ( l a j u   c a h a y a   d a l a m   v a k u m ) 2 {\displaystyle \mathrm {Energi} =\mathrm {Massa} \,\times \,(\mathrm {laju\ cahaya\ dalam\ vakum} )^{2}} {\displaystyle \mathrm {Energi} =\mathrm {Massa} \,\times \,(\mathrm {laju\ cahaya\ dalam\ vakum} )^{2}}

Menurut persamaan ini, jumlah maksimum energi yang "dapat diperoleh" dari suatu objek untuk melakukan kerja aktif adalah massa objek dikalikan kuadrat dari laju cahaya.

Rumus ini juga digunakan untuk mengukur besarnya energi yang dihasilkan dalam reaksi nuklir. Perubahan massa isotop sebelum dan sesudah reaksi nuklir diperhitungkan. Di mana jumlah massa yang hilang sesudah reaksi nuklir (Δm) dikalikan dengan kuadrat kecepatan cahaya, hasilnya sama dengan energi yang dilepaskan dalam reaksi nuklir tersebut.

n 0 1 + X N A → Y N B + E n e r g i ( Δ m ) {\displaystyle n_{0}^{1}+X_{N}^{A}\rightarrow Y_{N}^{B}+Energi(\Delta m)\!} {\displaystyle n_{0}^{1}+X_{N}^{A}\rightarrow Y_{N}^{B}+Energi(\Delta m)\!}

Lihat pula

Referensi

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Einstein formula.


Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan