Minggu, 27 September 2026
00:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Dumbeg

Dumbeg adalah jajanan tradisional khas Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Makanan ini unik karena berbentuk seperti terompet dan dibungkus dengan janur dengan bagian bawah yang tidak berlubang dan semakin ke atas semakin melebar. Dumbeg memiliki rasa manis, gurih, dengan tekstur lembut dan kenyal mirip seperti jenang.[1][1] Sering disajikan dalam acara adat desa seperti sedekah bumi. Aroma daun kelapa muda, isian kecil-kecil potongan nangka atau kelapa, dan manis gula aren menambah cita rasa unik pada dumbeg. Secara umum dumbeg menggunakan gula aren sehingga berwarna cokelat tua, akan tetapi seiring perkembangan zaman terdapat versi lain dari dumbeg yang menggunakan gula pasir sehingga berwarna cokelat muda.

Dumbeg terbuat dari campuran tepung beras, tepung ketan, gula jawa/gula nira, santan kelapa, dan potongan krambil.[2] Bungkus yang digunakan menyerupai terompet dan dibungkus dengan daun lontar yang dibentuk spiral. Dumbeg memiliki rasa manis gurih dengan aroma daun lontar yang unik. Teksturnya lembut dan kenyal. Ketahanan jajanan tradisional ini dapat mencapai 3-5 hari[3]

Selain Rembang, jajanan ini juga dikenal di Pati, Lasem, Blora, dan beberapa daerah lainnya. Dumbeg juga dikenal dengan nama clorot.


Referensi

  1. 1 2 medcom.id. "Kue Dumbeg Makanan Tradisional Kabupaten Rembang". osc.medcom.id (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-04-23.
  2. ↑ author, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah. "DUMBEG". VISIT JAWA TENGAH. Diakses tanggal 2026-01-26.{{cite web}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  3. ↑ Anggara, Arfan (25 Januari 2024). "Dumbeg Sebagai Simbol Kearifan Lokal Masyarakat Desa Genjahan Kecamatan Jiken Kabupaten Blora". Nautical : Jurnal Ilmiah Multidisiplin. 2 (10).{{cite journal}}: line feed karakter dalam |title= pada posisi 62
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan