Jumat, 02 Oktober 2026
23:01 WIB
TERKINI
Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri
Djohar

Djohar

akademisi Indonesia (1939–2016)

Bagikan:
Djohar
250px-Djohar.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Djohar, 2013
Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yogyakarta
Masa jabatan
1991–1999
PendahuluArma Abdullah
PenggantiSuyanto
Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansisa
Masa jabatan
2005–2011
PenggantiPardimin
Informasi pribadi
LahirDjohar
4 November 1939
Meninggal11 Juli 2016(2016-07-11) (umur 76)

Djohar (4 November 1939 – 11 Juli 2016) adalah Rektor Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta (sekarang bernama Universitas Negeri Yogyakarta) periode 1991-1999.[1][2][3] Guru besar Jurusan Biologi Fakultas MIPA IKIP dan Universitas Negeri Yogyakarta ini pernah menjadi Pembantu Rektor 1 IKIP Yogyakarta periode 1987-1991 serta Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa periode 2005-2011.[2]

Mengubah IKIP Yogyakarta menjadi universitas

Pada masa kepemimpinan Prof. Djohar, dirancang pengubahan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta menjadi universitas. Untuk kepentingan ini, Djohar membentuk tim untuk mempersiapkan perubahan. Pada tahun 1997-1998, mandat perluasan IKIP Yogyakarta pun keluar sehingga dimulailah pendirian program-program studi nonkependidikan di IKIP Yogyakarta. Kehadiran program studi nonkependidikan ini tidak menggeser keberadaan program studi kependidikan yang terlebih dahulu ada. Sejak saat itu, di IKIP Yogyakarta dikenal dua macam jurusan, misalnya, matematika, terdapat jurusan matematika dan pendidikan matematika.[1]

Tahun 1999, turun mandat kedua, yaitu perubahan Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Yogyakarta menjadi Universitas Negeri Yogyakarta secara kelembagaan. Keputusan pengubahan ini terjadi pada masa kepemimpinan rektor berikutnya, yaitu pada masa kepemimpinan Prof. Drs. Suyanto, M.Ed., Ph.D..[1]

Mengabdi hingga tutup usia

Sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS, sekarang ASN), Djohar mengabdikan dirinya hingga masa pensiun dari Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakrata tahun 2004. Setahun berselang, Prof. Dr. Djohar, M.S. menjadi Rektor di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa. Jabatan ini diembannya selama dua periode, hingga berakhir tahun 2011. Selepas menjadi Rektor Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa ini, ia kembali ke IKIP Yogyakarta yang telah berubah menjadi Universitas Negeri Yogyakarta. Ia menjadi profesor emeritus di Program Pascasarajan Universitas Negeri Yogyakarta. Dirinya menjadi guru besar emeritus hingga akhir usia.[2]

Pemikiran

Djohar memandang, Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) memiliki peranan penting dalam kemajuan dunia pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, dirinya berharap LPTK tidak hanya menjadi tempat belajar bagi calon guru, tetapi juga menjadi sumber dari segala informasi para pendidik. Kendati demikian, Djohar menilai, tidak mudah menstandarkan LPTK. Perbaikan LPTK semestinya tidak sekadar simbol-simbol, melainkan sampai kepada ranah filosofis. Hal ini dapat tercapai jika ada keseimbangan antara teori dengan praktik.[4]

Karya

Bagian berikut memuat sebagian karya Prof. Dr. Djohar, M.S.

  • Filsafat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara dalam Kehidupan Nyata (2017)
  • Guru, Pendidikan, dan Pengembangannya (Penerapan dalam Pendidikan dalam UU Guru) (2006)
  • Pengembangan Pendidikan Nasional Menyongsong Masa Depan (2006)
  • Pendidikan Strategik: Alternatif untuk Pendidikan Masa Depan (2003)
  • Reformasi dan Masa Depan Pendidikan Indonesia (1999)
  • Usaha Peningkatan Daya Guna dan Hasil Guna Penggunaan Sumber Belajar (1964)

Karya tentang Djohar

  • Reformasi dan Masa Depan Pendidikan di Indonesia: Sebuah Rekonstruksi Pemikiran Prof. Dr. Djohar, M.S. (1999, editor: Ans Syahrul Alimi & M. Fadhilah Zaidie)

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Prof Djohar, Tonggak Sejarah Ikip Jadi Universitas
  2. 1 2 3 "Prof. Dr. Djohar MS Tutup Usia". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-05-24. Diakses tanggal 2020-05-01.
  3. ↑ Prof Djohar MS, Sosok Sederhana dan Rendah Hati
  4. ↑ "Prof. Dr. Djohar, M.S." Diarsipkan dari asli tanggal 2021-12-15. Diakses tanggal 2020-05-01.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan