Minggu, 18 Oktober 2026
01:25 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Djamaluddin Tamim

Djamaluddin Tamim

Bagikan:
Djamaluddin Tamim
250px-Djamaluddin_Tamim.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir(1900-11-18)18 November 1900
Meninggal1 April 1977(1977-04-01) (umur 76)
PekerjaanPolitisi
Dikenal karenaPejuang kemerdekaan Indonesia
Pasangan menikahTudjza Halim
AnakYuliasmi Tamimi, Martini Tamimi, Nadir Tamimi, Lunik Tamimi, Yurri Tamimi, Irianta Tamimi, Titi Tamimi, Tinara Tamimi

Djamaluddin Tamim (18 November 1900 – 1 April 1977) adalah seorang wartawan dan pejuang kemerdekaan Indonesia.[1]

Kehidupan awal

Djamaluddin Tamim mengeyam pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) dan Sumatra Thawalib, Padang Panjang. Begitu tamat, ia sempat mengajar di almamaternya, Sumatra Thawalib.

Aktivisme

Pada 1923, bersama Ahmad Khatib Datuk Batuah, ia mendirikan Sarekat Islam (SI) Seksi Padang Panjang (yang condong ke SI Merah) dan dipercaya menjadi sekretaris merangkap bendahara.[2] Pada Desember 1923, ia menulis di koran Pemandangan Islam atas penangkapan para aktivis kemerdekaan Indonesia. Atas tulisan tersebut, enam bulan kemudian, ia dijatuhi hukuman dan masuk penjara Cipinang selama lima belas bulan. Pada Agustus 1924, ia dipindahkan ke penjara di Padang.[3] Ia menghirup udara bebas pada September 1925.[4]

Setelah pemberontakan komunis di Silungkang pada 1927, ia melarikan diiri ke Singapura. Di sana, ia menjadi pengikut Tan Malaka. Selama pelariannya, Djamaluddin Tamim dibantu oleh Syekh Abdul Wahab, yang memberinya pekerjaan dan penginapan. Ia juga menjalin hubungan dengan Tahir Jalaluddin di Perak. Ketika Belanda menangkap Tahir selama kunjungannya tahun 1927 ke Sumatra dan mengancam akan mengasingkannya ke Digul, Tamim dengan nama samaran Tunarman menulis serangkaian artikel di Bintang Timur menuntut pembebasannya.

Pada Mei 1927, Djamaluddin Tamim berangkat menuju Bangkok, Thailand. Pada 2 Juni 1927 bersama Tan Malaka dan Subakat, ia mendirikan Partai Republik Indonesia (PARI). Partai ini bertujuan untuk membentuk jaringan proletar se-Asia Tenggara dan Australia. Tamim bertanggung jawab atas kegiatan PARI di Hindia Belanda, Malaysia, dan Singapura. Ia merekrut dan membina sejumlah kader lewat kursus-kursus "tingkat tinggi”. Pengikutnya yang terkemuka adalah Djamaluddin lbrahim dan Kandur Sutan Rangkayo Basa. Ia juga mengirim sejumlah orang ke persembunyian Tan Malaka di Bangkok untuk memperoleh pendidikan politik.[5][6]

Pengasingan ke Digul

Karena dianggap menentang pemerintahan Inggris, tanggal 13 September 1932 ia ditahan di Singapura, dan kemudian dibawa ke Batavia untuk diserahkan kepada pemerintah Hindia Belanda. Di sini dia dipenjara beberapa bulan, sebelum akhirnya dibuang ke Boven Digul.[4]

Setelah Jepang mendarat di Indonesia, Tamim beserta tahanan Digul lainnya dipindahkan ke Brisbane, Australia. Di sini pada tanggal 21 September 1945, mereka membentuk Central Komite Indonesia Merdeka (Cenkim), dengan Tamim sebagai ketuanya.[7] Djamaluddin Tamim dipulangkan ke Indonesia pada tahun 1946. Ia menetap di Jakarta.

Djamaluddin Tamim datang ke Bukittinggi bersama Zakaria dalam suatu acara Partai Murba tahun 1951. Pada 1957, dalam keadaan sakit, ia menulis buku peringatan sewindu kematian Tan Malaka. Ia diketahui menderita sakit paru-paru, sejak masa pembuangannya di Digul.[1]

Pranala luar

Referensi

  1. 1 2 Rahmat Irfan Denas (2023-01-21). "Djamaluddin Tamim, Berjuang untuk Indonesia Merdeka Meski Bolak-Balik Penjara". Suluah.com. Diakses tanggal 2023-01-26.
  2. ↑ Mestika Zed; Kepialangan, Politik, dan Revolusi: Palembang, 1900-1950; 2003
  3. ↑ Arsya, Deddy (2017). Mendisiplinkan Kawula Jajahan. LABIRIN. ISBN 978-602-61246-5-4.
  4. 1 2 Audrey R. Kahin, Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatera Barat dan Politik Indonesia, 1926-1998; Yayasan Obor Indonesia, 2005
  5. ↑ Zed, Mestika (2003). Kepialangan, politik, dan revolusi: Palembang, 1900-1950. LP3ES. ISBN 978-979-3330-01-3.
  6. ↑ Nasir, Zulhasril (2007). Tan Malaka dan gerakan kiri Minangkabau di Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Ombak. ISBN 978-979-3472-74-4.
  7. ↑ Molly Bondan, Spanning A Revolution, Yayasan Obor Indonesia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan