Selasa, 13 Oktober 2026
19:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum

Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum

direktorat kementerian

Bagikan:
Direktorat Jenderal
Administrasi Hukum Umum
Kementerian Hukum
Republik Indonesia
250px-Logo_Direktorat_Jenderal_Administrasi_Hukum_Umum_%282023%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambaran umum
Dibentuk5 April 2000
Dasar hukum
  • Peraturan Presiden Nomor 155 Tahun 2024 tentang Kementerian Hukum
  • Peraturan Menteri Hukum Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum
Susunan organisasi
Direktur JenderalDr. Widodo, S.H., M.H.
Sekretaris Direktorat JenderalHantor Situmorang, S.Pd., M.Si.
Direktur PerdataHenry Sulaiman, S.H., M.E.
Direktur PidanaTaufiqurrakhman, S.Sos., S.H., M.Si.
Direktur Tata NegaraDulyono, S.H., M.H.
Direktur Otoritas Pusat Hukum InternasionalAgvirta Armilia Sativa, S.H., M.H.
Direktur Teknologi InformasiSugito, S.T.
Direktur Badan UsahaDr. Andi Taletting, S.IP., M.Si., M.Phil.
Kantor pusat
Jl. H.R Rasuna Said Kav. 6 -7 Kuningan, Jakarta Selatan 12940
Situs web
https://ahu.go.id/

Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (disingkat menjadi Ditjen AHU) adalah unsur pelaksana di lingkungan Kementerian Hukum Republik Indonesia yang bertugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pelayanan administrasi hukum umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk mendukung pelaksanaan tugasnya, direktorat jenderal ini memiliki lima Balai Harta Peninggalan yang tersebar di seantero Indonesia.

Sejarah

Pada awal pelaksanaan tugas Kabinet Persatuan Pembangunan tahun pertama era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid dalam susunan kabinet yang ditetapkannya, nama organisasi Departemen Kehakiman diganti menjadi Departemen Hukum dan Perundang-undangan, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 136 Tahun 1999 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi dan Tata Kerja Departemen.[1][2]

Nama organisasi Departemen Hukum dan Perundang-undangan diambil dari dan atau sebelumnya dipakai sebagai nama salah satu unit satuan eselon I pada Departemen Kehakiman, yaitu Direktorat Jenderal Hukum dan Perundang-undangan. Hal ini berakibat kepada penentuan tujuan, visi, misi, rencana strategis, program kerja dan pelaksanaan yang akan ditetapkan kemudian. Oleh karena itu terjadi pengembangan dan pemekaran organisasi dan tata kerja secara menyeluruh baik di tingkat satuan kerja unit eselon I, II, III maupun IV. Dengan adanya nomenklatur yang sama antara Departemen dengan unitnya, maka nomenklatur Direktorat Jenderal Hukum dan Perundang-undangan harus diadakan perubahan.

Pada tanggal 5 April 2000, Menteri Hukum dan Perundang-undangan mengeluarkan Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-Undangan Nomor M.03-PR.07.10 Tahun 1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Hukum dan Perundang-undangan. Dengan keputusan Menteri ini Direktorat Hukum dan Perundang-undangan dimekarkan menjadi menjadi 2 (dua) Direktorat Jenderal baru yaitu Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan dan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum pada tingkat satuan unit eselon I. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung posisi dan peran Departemen Hukum dan Perundang-undangan sebagai law center serta untuk meningkatkan pelayanan hukum pada masyarakat, karena beban pekerjaan Direktorat Jenderal Hukum dan Perundang-undangan, baik yang bersifat substantif maupun teknis, sangat kompleks dan bervariasi.

Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum hanya akan menangani dan melaksanakan tugas dan fungsi yang bersifat pelayanan. Sedangkan Direktorat Jenderal Peraturan Perundang-undangan akan menangani dan melaksanakan tugas di bidang penyusunan peraturan perundang-undangan

Nama Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum dipilih karena mencakup tujuan dan sasaran yaitu melaksanakan tugas terhadap pelayanan hukum pada masyarakat, dengan pertimbangan teknis bahwa bidang pelayanan hukum yang terdiri dari Direktorat Perdata, Direktorat Pidana, Direktorat Tata Negara dan Direktorat Hukum Internasional mencangkup hampir semua bidang hukum secara umum.

Pada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum terdapat 1 (satu) Sekretariat dan 5 (lima) Direktorat yang kedudukannya setingkat eselon II. Penjabaran lebih lanjut organisasi dan tata kerja Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum terdapat dalam Keputusan Menteri Hukum dan Perundang-undangan dan dari hitungan jumlah unit organisasi tidak mengalami perubahan. Namun dari segi substansi pelaksanaan tugas mengingat pertimbangan beban kerja dan fungsi daktiloskopi yang semakin meningkat, maka dikembangkan menjadi satuan organisasi setingkat eselon II (Direktorat). Hal ini tentunya amat berpengaruh terhadap unit satuan kerja yang berada di bawahnya. Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Direktorat Daktiloskopi diganti dengan Direktorat Teknologi Informasi.[3] Dengan demikian jumlah unit satuan kerja setingkat eselon II pada Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum sama dengan sebelum adanya pemekaran. Hal yang baru adalah Sub Direktorat Teknologi Informasi yang melaksanakan sebagian tugas Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum di bidang teknologi informasi.

Susunan Organisasi

Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum terdiri atas:

  1. Sekretariat Direktorat Jenderal;
  2. Direktorat Perdata;
  3. Direktorat Badan Usaha;
  4. Direktorat Pidana;
  5. Direktorat Tata Negara;
  6. Direktorat Otoritas Pusat dan Hukum Internasional; dan
  7. Direktorat Teknologi Informasi.

Direktur jenderal

Nama Dari Sampai Ket.
Freddy Harris 2016 2018
Cahyo Rahadian Muzhar
S.H., L.L.M.
Februari 2018 28 November 2018
28 November 2018 17 November 2024 [4]
Dr.
Widodo
S.H., M.H.
17 November 2024 [5]

Jenis Layanan

Pelayanan Publik secara Online dan Manual milik Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hukum Republik Indonesia adalah sebagai berikut:

No Unit Eselon II Jenis Layanan
1 Sekretariat Direktorat Jenderal
  • Melaksanakan penyiapan koordinasi dan penyusunan rencana, program dan anggaran, fasilitasi pembentukan peraturan perundang-undangan, penataan kelembagaan, ketatalaksanaan, dan reformasi birokrasi, bimbingan teknis, serta evaluasi dan penyusunan laporan kinerja Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.
  • Melaksanakan penyiapan pengelolaan urusan keuangan dan penerimaan negara bukan pajak di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum.
  • Melaksanakan layanan ketatausahaan, kearsipan, kesehatan, kerumahtanggaan, sarana dan prasarana, pengelolaan barang milik negara, keprotokolan dan pengamanan di lingkungan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum
2 Direktorat Perdata
  • Kenotariatan
  • Badan Hukum (Perseroan Terbatas, Yayasan, Perkumpulan, Perbaikan Data Badan Hukum)
  • Fidusia
  • Legalisasi
  • Sistem Administrasi Badan Usaha (CV, Firma)
  • Koperasi
  • Pemilik Manfaat Korporasi (Beneficial Owner)
  • Harta Peninggalan dan Kurator
3 Direktorat Pidana
  • PPNS (Pendaftaran, Pengangkatan, Mutasi, Pengangkatan Kembali, Perpanjangan KTP, Penerbitan KTP, Pemberhentian)
  • Pelayanan Hukum Pidana dan Grasi
  • Daktiloskopi
4 Direktorat Tata Negara
  • Kewarganegaraan (Perolehan Status kewarganegaraan, Kehilangan Kewarganegaraan dan Pengelolaan Data Kewarganegaraan)
  • Pewarganegaraan/Naturalisasi (Pewarganegaraan Murni, Pewarganegaraan Berdasarkan Perkawinan Campur, Pewarganegaraan karena telah berjasa atau untuk kepentingan negara)
  • Partai Politik (Pendirian, Perubahan Pengurus dan Perubahan AD/ART
5 Direktorat Otoritas Pusat dan Hukum Internasional
  • Bantuan timbal balik dalam masalah pidana
  • Ekstradisi
  • Penanganan gugatan pihak asing kepada pemerintah Republik Indonesia di forum pengadilan asing dan arbitrase internasional
  • Pemindahan narapidana dan hukum internasional
  • Apostille
6 Direktorat Teknologi Informasi Melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang tata kelola, pengembangan layanan, operasional dan layanan pengguna teknologi informasi dan komunikasi sesuai dengan kebijakan teknis yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum

Referensi

  1. ↑ "Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 136 Tahun 1999 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi Dan Tata Kerja Departemen". Badan Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara. 10 November 1999. Diakses tanggal 17 Mei 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Profil Ditjen AHU". Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum. Diakses tanggal 19 Mei 2026.
  3. ↑ "Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 44 Tahun 2015 tentang Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia". Badan Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara. 22 April 2015. Diakses tanggal 17 Mei 2026.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "Menteri Yasonna melantik Cahyo Rahadian Muzhar menjadi Dirjen AHU". Portal AHU. 17 November 2024. Diakses tanggal 19 Mei 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Dr. Widodo Dilantik Sebagai Dirjen AHU: Komitmen Baru untuk Supremasi Hukum yang Transparan". Portal AHU. 17 November 2024. Diakses tanggal 19 Mei 2026.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan