Minggu, 18 Oktober 2026
13:29 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Distrik Narail

Distrik Narail

Bagikan:
250px-Bangladesh_Narail_District.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Distrik Narail (merah gelap) di Bangladesh.

Distrik Narail adalah sebuah distrik di Divisi Khulna, Bangladesh. Luas wilayah Distrik Narail adalah 990,23 km2 dan berbatasan dengan distrik-distrik lain di Bangladesh. Distrik Narail merupakan distrik pesisir yang wilayahnya dialiri oleh beberapa sungai dengan kadar keasinan antara 0–2 bagian per seribu. Sumber pendapatan bagi penduduk di Distrik Narail adalah pertanian, perikanan dan agroindustri.

Wilayah administratif

Distrik Narail terletak di bagian barat daya Bangladesh.[1] Wilayah Distrik Narail termasuk dalam Divisi Khulna.[2] Luas wilayah Distrik Narail adalah 990,23 km2. Titik koordinat Distrik Narail antara 23°02′–23°19′ Lintang Utara dan 89°23′–89°48′ Bujur Timur. Bagian utara wilayah Distrik Narail berbatasan dengan Distrik Magura. Distrik Narail di bagian timur berbatasan dengan Distrik Faridpur dan Distrik Gopalganj. Pada bagian selatan, Distrik Narail berbatasan dengan Distrik Khulna. Sedangkan di bagian barat, Distrik Narail berbatasan dengan Distrik Jessore.[3] WIlayah Distrik Narail terbagi menjadi 3 upazila yaitu Upazila Kalia, Upazila Lohagara, dan Upazila Narail Sadar.[1]

Geografi

250px-Madhumati_River.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sungai Madhumati di Distrik Narail.

Distrik Narail merupakan salah satu distrik pesisir di barat daya Bangladesh.[4] Wilayah Distrik Narail terletak di tepi sungai Chitra. Pada wilayah Distrik Narail dilintasi oleh sungai Madhumati, sungai Nabaganga, sungai Atrai, dan sungai Bhairab.[1] Pada bulan Maret 2012, wilayah sungai seluas 930 km2 di Distrik Narail memiliki keasinan sebesar 0–1 bagian per seribu. Sedangkan wilayah sungai seluas 48 km2 di Distrik Narail memiliki keasinan sebesar 1–2 bagian per seribu.[5]

Ekonomi

Sumber pendapatan utama di Distrik Narail adalah pertanian. Sekitar 62% penduduk di Distrik Narail bekerja dalam bidang pertanian. Sumber pendapatan lain di Distrik Narail adalah perikanan dan buruh non-pertanian.[1] Distrik Narail merupakan satu-satunya daerah yang masih melestarikan metode penangkapan ikan secara tradisional di Bangladesh. Komunitas nelayan di Distrik Narail mengadakan simbiosis mutualisme dengan berang-berang dalam melakukan penangkapan ikan.[6]

Selain pertanian dan perikanan, sumber pendapatan lain bagi penduduk di Distrik Narail adalah industri dan perdagangan.[1] Di Distrik Narail terdapat perusahaan dalam sektor agroindustri. Skala perusahaan di Distrik Narail antara perusahaan skala kecil dan skala menengah. Jenis usaha yang umum di Distrik Narail yaitu penggilingan padi, pabrik tembakau dan pembuatan batu bata. Pada periode 1995–1996, sektor agroindustri menyumbang sebesar 12% terhadap produk domestik bruto Distrik Narail. Kemudian sumber sektor agroindustri terhadap produk domestik bruto Distrik Narail meningkat 5,2% per tahun hingga periode 1999–2000.[7]

Referensi

Catatan kaki

  1. 1 2 3 4 5 Khatun, Hasan dan Aziz 2024, hlm. 198.
  2. ↑ Bangladesh Bureau of Statistics (Juni 2024). Population and Housing Census 2022, District Report: Narail (PDF) (dalam bahasa Inggris). Bangladesh Bureau of Statistics. ISBN 978-984-475-240-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Ahmed, M. M., dan Roy, T. (2023). "Factors Affecting Family Size: A Study on Narail District, Bangladesh". International Journal of Social Science Research (dalam bahasa Inggris). 11 (1): 114. doi:10.5296/ijssr.v11i1.20287.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  4. ↑ Dasgupta, dkk. 2014, hlm. 40-41.
  5. ↑ Dasgupta, dkk. 2014, hlm. 28.
  6. ↑ Khatun, Hasan dan Aziz 2024, hlm. 197.
  7. ↑ Bank Pembangunan Asia (Juli 2005). Southwest Area Integrated Water Resources Planning and Management Project in Bangladesh (PDF) (dalam bahasa Inggris). Bank Pembangunan Asia. hlm. 7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan