Selasa, 27 Oktober 2026
05:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Diplomasi Romawi Timur

Diplomasi Romawi Timur

Bagikan:
250px-The_mother_of_the_Russian_sovereign_Svjatoslav%2C_Olga_along_with_her_escort_from_the_Chronicle_of_John_Skylitzes.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Olga, penguasa Rus Kiev, bersama dengan para walinya di Konstantinopel (Madrid Skylitzes, Biblioteca Nacional de España, Madrid)

Diplomasi Romawi Timur atau diplomasi Bizantium meliputi prinsip, metode, mekanisme, gagasan, dan teknik yang Kekaisaran Romawi Timur terapkan dan gunakan dalam rangka bernegosiasi dengan negara lainnya dan untuk mempromosikan tujuan-tujuan kebijakan asingnya. Dimitri Obolensky menyatakan bahwa adanya peradaban di Eropa Timur adalah karena untuk kemampuan dan pembuahan diplomasi Bizantium, yang masih menjadi salah satu kontribusi Bizantium pada sejarah Eropa dan Timur Tengah.[1]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Obolensky 1994, "The Principles and Methods of Byzantine Diplomacy", p. 3.

Sumber

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan