Jumat, 09 Oktober 2026
21:06 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah
Dinasti Xi

Dinasti Xi

Dinasti kekaisaran Tiongkok

Bagikan:
Chinese imperial dynasty from 1643 to 1647Templat:SHORTDESC:Chinese imperial dynasty from 1643 to 1647
Artikel ini bukan mengenai Dinasti Xia atau Dinasti Xin.
Xi Agung
大西
1643–1647
Dinasti Xi selama transisi dari Ming ke Qing
Dinasti Xi selama transisi dari Ming ke Qing
Ibu kota
Bahasa umumMandarin
Agama
PemerintahanMonarki
Pemimpin berdaulat 
• 1643–1647
Zhang Xianzhong
Sejarah 
• Proklamasi sebagai Raja
1643
• Proklamasi sebagai Kaisar
1644
• Penghapusan
1647
Mata uangKoin Tiongkok, Uang Tiongkok
Didahului olehDigantikan oleh
dnsDinasti
Ming
dnsDinasti
Qing
dnsDinasti
Ming Selatan
Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Tiongkok
ZAMAN KUNO
Neolitikum ±8500 – ±2070 SM
Tiga Maharaja dan Lima Kaisar
±6000 – ±4000 SM
Dinasti Xia ±2070 – ±1600 SM
Dinasti Shang ±1600 – ±1046 SM
Dinasti Zhou ±1046 – 256 SM
 Zhou Barat ±1046 – 771 SM
 Zhou Timur 770 - 256 SM
   Zaman Musim Semi dan Gugur 770 - 476 SM
   Periode Negara Perang 476 - 221 SM
ZAMAN KEKAISARAN
Dinasti Qin 221–206 SM
Dinasti Han 206 SM – 220 M
  Han Barat 206 SM – 8 M
  Dinasti Xin 8-23
  Han Timur 23-220
Tiga Negara 220–280
  Wei, Shu, dan Wu
Dinasti Jin (晉) 265–420
  Jin Barat (西晋)
265-316
  Jin Timur (东晋)
317-420
Enam Belas Negara
304-439
Dinasti Selatan dan Utara
420–589
Dinasti Sui 581–618
Dinasti Tang 618–907
  (Dinasti Zhou Kedua 690–705)
Lima Dinasti dan
Sepuluh Negara

907–960
Dinasti Liao
907–1125
Dinasti Song
960–1279
  Song Utara
960-1127
Xia Barat
1038-1227
  Song Selatan
1127-1279
Jin (金)
1115-1234
Dinasti Yuan 1271–1368
Dinasti Ming 1368–1644
Dinasti Qing 1644–1911
ZAMAN MODERN
Republik Tiongkok
1912–1949 di Tiongkok Daratan
Republik Rakyat
Tiongkok

1949–kini
Republik
Tiongkok di Taiwan

1949–kini di Taiwan

Dinasti Xi (/ʃi/ Hanzi:西朝; Pinyin:Xī cháo), secara resmi disebut Xi Agung (大西; Dà Xī), adalah Dinasti kekaisaran Tiongkok yang berumur pendek yang berdiri selama transisi dari Ming ke Qing dari tahun 1643 hingga 1647. Dinasti ini didirikan oleh pemimpin pemberontak petani Zhang Xianzhong, dengan menyatakan dirinya sebagai Raja dan kemudian Kaisar Tiongkok dinasti Xi,[1] mirip dengan Dinasti Shun kontemporer yang didirikan oleh pemimpin pemberontakan lain Li Zicheng. Dinasti Xi berpusat di Chengdu sejak 1644 dengan nama era "Dashun" (大顺, "Shun Agung") dan menguasai sebagian besar provinsi Sichuan, setelah Zhang Xianzhong merebut kendali provinsi tersebut dari akhir Dinasti Ming. Keberadaan rezim ini dalam waktu singkat diikuti oleh penghancuran dan depopulasi Sichuan, meskipun tanggung jawab Zhang atas hal ini masih diperdebatkan.[2] Dinasti ini berakhir pada tahun 1647 setelah kematian Zhang Xianzhong, dan wilayahnya jatuh ke tangan pasukan Ming Selatan dan Dinasti Qing yang dipimpin orang Manchu.

Sejarah

Kebangkitan

Pada masa-masa awal, tentara revolusioner yang dipimpin oleh Zhang Xianzhong terutama berkembang di selatan, pertama menguasai wilayah Provinsi Huguang, dan kemudian menyerang Sichuan.

Ketika Zhang Xianzhong mundur dari Chengdu pada tahun 1646, dia melakukan pembakaran, pembunuhan, dan penghancuran besar-besaran di Chengdu. Pada bulan November 1647, Zhang Xianzhong ditembak dan dibunuh oleh Pangeran Hauge dari Dinasti Qing di Gunung Fenghuang di Kabupaten Yanting. Pada saat kematian Zhang, hanya ada 700 orang di Chengdu, sebagian besar penduduk sipil dibunuh olehnya.[3]

Kejatuhan

Setelah kematian Zhang Xianzhong, Tentara Xi yang dipimpin oleh Sun Kewang menduduki provinsi Yunnan dan Guizhou pada tahun 1647. Pada bulan Agustus tahun pertama Yongli (1647), Sun Kewang membujuk pejabat Dinasti Ming, Yang Weizhi yang ditangkap untuk menyerah dan menerima persyaratannya. Dia mengganti penggunaan nama "Xi" menjadi nama era "Dashun". Pada tahun 1652, istana Kaisar Yongli menerima usulan Jenderal Sun Kewang dan Li Dingguo dari Tentara Barat untuk menyerah melawan Dinasti Qing, dan mendirikan kamp di Anlong, Guizhou. Sun Kewang dan yang lainnya mengatur ulang angkatan bersenjata Nanming lainnya. Tentara Nanming yang direorganisasi sudah cukup untuk melawan tentara Qing. Namun, aliansi ini kemudian berselisih dan menyebabkan ketidakstabilan posisi, yang kemudian membuat mereka dengan mudah dikalahkan oleh pasukan Dinasti Qing.[4][5][6]

Kaisar

Nama pribadi Potret Periode pemerintahan Nama era dan tanggal
Zhang Xianzhong 120px-%E5%BC%B5%E7%8D%BB%E5%BF%A0.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 1643–1647

Dashun (大顺; Dà Shùn; 'Great Shun') 1644–1647

Referensi

  1. ↑ Cheng Gu (2019). "Chapter 6". The Hidden Land: The Garrison System And the Ming Dynasty (Edisi Illustrated). Routledge. ISBN 978-1000711004.
  2. ↑ Myers, H. Ramon; Wang, Yeh-Chien (2002), Part One: The Ch'ing Empire to 1800, The Cambridge History of China, vol. 9, Cambridge: Cambridge University Press, hlm. 481, ISBN 978-0-521-24334-6
  3. ↑ Yingcong Dai (2009). The Sichuan Frontier and Tibet: Imperial Strategy in the Early Qing. University of Washington Press. hlm. 22–27. ISBN 978-0-295-98952-5.
  4. ↑ Ming shi Original text: 将卒以杀人多少叙功次,共杀男女六万万有奇。
  5. ↑ Dillon, Michael (1998). China: A Cultural and Historical Dictionary. Routledge. hlm. 41–42. ISBN 978-0700704392.
  6. ↑ Dillon, Michael (1998). China: A Cultural and Historical Dictionary. Routledge. hlm. 379. ISBN 978-0700704392. from J.B. Parsons, The Peasant Rebellions of the Late Ming Dynasty (University of Arizona Press). 1970
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan