Rabu, 28 Oktober 2026
13:50 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Dinar Kelantan

Dinar Kelantan

Bagikan:
Dinar Kelantan
دينر کلنتن
Dinar_Kelantan_depan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled Dinar_Kelantan_belakang.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Bagian depanBagian belakang
Denominasi
Uang koin1/4 dinar, 1/2 dinar, dan 1 dinar
Demografi
Pengguna Malaysia - Untuk tujuan
Simpanan
Mas kawin
Pembayaran zakat
Hadiah
Investasi
Emisi
Bank sentralEmas dinar Kelantan
 Situs webwww.dinarkel.com
Valuasi
InflasiKomposisi berlogam emas 22 karat

Dinar Kelantan (Jawi: دينر کلنتن) dirilis pada tahun 2006 oleh Mariwasa Kraftangan, institusi pembuat cendera mata untuk objek seni dan budaya. Dinar Kelantan disebut sebagai alternatif mata uang fiat,[1] yang membuatnya habis terjual pada saat perilisannya. Negara bagian Kelantan telah mencoba untuk membuat status dinar Kelantan sah untuk digunakan sebagai alat pembayaran,[2] meskipun tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah federal Malaysia. Pemerintah federal Malaysia menyebutkan bahwa para pembeli telah disesatkan oleh pemerintah negara bagian Kelantan[3] dan satu-satunya alat pembayaran yang sah di Kelantan adalah ringgit Malaysia.

Menurut Konstitusi Malaysia, jadwal sembilan, bagian 7.a menyebutkan bahwa negara bagian di Malaysia tidak dapat mengeluarkan mata uangnya sendiri. Bahkan, pemerintah federal Malaysia telah menyatakan secara publik sebelum koin-koin ini diproduksi bahwa negara bagian tidak dapat mengeluarkan mata uangnya sendiri.[4]

Peluncuran tahun 2010

Dinar_dan_dirham_Kelantan.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Denominasi dinar dan dirham Kelantan yang diproduksi oleh World Islamic Mint pada tahun 2010

World Islamic Mint dari Abu Dhabi, Uni Emirat Arab telah diberikan otoritas oleh pemerintah Kelantan untuk memproduksi seri baru dari koin ini. Berikut adalah denominasi koin ini:

  • Perak — 1, 2, 5, 10, dan 20 dirham.
  • Emas — 1/2, 1, 2, 5, dan 8 dinar.

Bagian depan koin ini terdapat monogram dalam bahasa Arab dengan tepian dekoratif. Sementara bagian belakang terdapat lambang kebesaran Kelantan.

Koin ini dijual di Kelantan pada tanggal 12 Agustus 2010, tetapi ringgit Malaysia tetap menjadi alat pembayaran yang sah.

Pada 14 Agustus 2010, Menteri Besar Kelantan, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat berharap bahwa Kelantan menjadi negara bagian pertama yang menggunakan emas dinar dan perak dirham sebagai mata uang syariah. Ia berharap bahwa keseluruhan kegiatan, termasuk membayar gaji pegawai negeri di Kelantan dengan menggunakan dinar emas.

Pada 25 Agustus 2011, pemerintah Kelantan mengumpulkan dan mendistribusikan zakat dengan dinar dan dirham Kelantan pada upacara resmi oleh Menteri Besar Kelantan, Nik Aziz Nik Mat.[5]

Kontroversi

Menteri Perdagangan Internasional dan Industri, Datuk Seri Mustapa Mohamed menyatakan bahwa dinar emas Kelantan melanggar peraturan Bank Negara Malaysia jika dijadikan mata uang. Bidang tugas pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian berbeda.

Pejabat Perencanaan Ekonomi, Keuangan, dan Kesejahteraan, Datuk Husam Musa menyangkal dinar Kelantan sebagai mata uang. Dinar tersebut hanyalah sistem barter yang lebih syariah.[6]

Pada 15 Agustus 2010, Presiden Persatuan Tionghoa Malaysia, Datuk Seri Dr. Chua Soi Lek memperselisihkan perdagangan dinar Kelantan yang akan dilaksanakan pemerintah Partai Islam Se-Malaysia (PAS). Jika PAS menguasai pemerintahan pusat setelah pemilu ke-13, koalisinya, Partai Tindakan Demokratik akan menerima mata uang baru tersebut. Investor khawatir terhadap penggunaan mata uang tersebut dengan negara lain.[7]

Referensi

  1. ↑ Zuhrin Azam Ahmad (4 September 2010). "Dinar sold out in Kelantan". The Star. Diarsipkan dari asli tanggal 6 November 2011. Diakses tanggal 25 April 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Kelantan makes dinar and dirham legal tender". AsiaOne. 14 Agustus 2010. Diakses tanggal 22 April 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "'Kelantan folk misled over dinar status'". New Straits Times. 23 April 2011. Diakses tanggal 22 April 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)[pranala nonaktif permanen]
  4. ↑ Ian Mcintyre (22 Mei 2006). "Kelantan plans new currencies". The Star. Diarsipkan dari asli tanggal 17 Oktober 2012. Diakses tanggal 25 April 2011.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ Abdulaev, Ibrahim (26 Agustus 2011). "Malaysia: Kelantan collects Zakat in Shariah money". Islamdag.info. Diarsipkan dari asli tanggal 1 Februari 2018.
  6. ↑ "Kerajaan Kelantan Diingat Patuhi Undang-Undang Berhubung Dinar". Bernama.[pranala nonaktif]
  7. ↑ "MCA Cabar DAP Nyatakan Pendirian Mengenai Isu Dinar Emas". Bernama.[pranala nonaktif]
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan