Minggu, 25 Oktober 2026
02:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Dictyostelium

Dictyostelium

Bagikan:
Dictyostelium
250px-Dictyostelium_Fruiting_Bodies.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Badan buah Dictyostelium
Klasifikasi ilmiah
Domain:
(tanpa takson):
Infrafilum:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Dictyostelium
Artikel takson sembarang
250px-Dictyostelium.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Agregasi Dictyostelium pada pelat kultur
250px-Dictyostelium_Late_Aggregation_2.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koloni Dictyostelium yang sedang mengalami proses agregasi
250px-Dictyostelium_Pseudoplasmodium.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pseudoplasmodium atau "siput" dari Dictyostelium
Contractile_vacuole_in_Dictyostelium.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Satu sel amoeboid Dictyostelium, menunjukkan vakuola kontraktil

Dictyostelium adalah genus bakterivor yang fagotrofik, eukariotik, bersel tunggal dan bersel banyak. Meskipun mereka Protista dan sama sekali bukan jamur, mereka secara tradisional dikenal sebagai "jamur lendir". Mereka hadir di sebagian besar ekosistem terestrial sebagai komponen mikroflora tanah yang normal dan sering kali melimpah, dan berperan penting dalam pemeliharaan populasi bakteri yang seimbang di tanah.[1]

Genus Dictyostelium termasuk dalam ordo Dictyosteliida, yang disebut jamur lendir seluler atau ameba sosial. Ordo Dictyosteliida termasuk dalam infrafilum Mycetozoa. Anggota dari ordo tersebut adalah Protista yang menarik dalam biologi karena memiliki aspek uniselularitas dan multiselularitas. Sel individu dalam fase independen mereka umum ditemukan pada detritus organik atau di tanah basah dan gua. Pada fase ini mereka merupakan ameba. Biasanya, sel ameba tumbuh secara terpisah dan mengembara secara mandiri, terutama memakan bakteri. Namun, mereka berinteraksi membentuk struktur multiseluler setelah mengalami kelaparan. Kelompok sampai sekitar 100.000 sel saling memberi sinyal dengan melepaskan kemoatraktan seperti AMP siklik (cyclic AMP, cAMP) atau glorin. Mereka kemudian bergabung dengan kemotaksis untuk membentuk agregat yang dikelilingi oleh matriks ekstraselular. Agregat membentuk tubuh buah, dengan sel-sel yang berdiferensiasi secara terpisah menjadi komponen yang berbeda dari struktur akhir.[2] Pada beberapa spesies, keseluruhan agregat dapat bergerak secara kolektif - membentuk struktur yang dikenal sebagai grex atau "slug" - sebelum akhirnya membentuk tubuh buah. Proses dasar perkembangan seperti pemilahan sel diferensial, pembentukan pola, ekspresi gen yang dirangsang oleh stimulus, dan regulasi tipe sel biasa terjadi pada Dictyostelium dan metazoa.

Spesies

Taksonomi dari Dictyostelium rumit. Hal ini juga dikacaukan oleh bentuk-bentuk yang berbeda dalam tahapan daur hidup dan dengan Polysphondylium spp. yang mirip. Di bawah adalah beberapa contohnya.

Referensi

  1. ↑ Landolt. C. (2006) Dictyostelid Cellular Slime Molds from Caves. Journal of Cave and Karst studies v. 68 no. 1 pp. 22-26.
  2. ↑ http://dictybase.org/tutorial/about_dictyostelium.htm
  3. ↑ Raper, K.B. (1935). "Dictyostelium discoideum, a new species of slime mold from decaying forest leaves". Journal of Agricultural Research. 50: 135–147. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-12-08. Diakses tanggal 2017-12-08.
  4. ↑ Dictyostelium irregularis
Lobosa
Discosea
atau Flabellinea
Dactylopodida
Vannellida
Himatismenida
Dermamoebida
Thecamoebida
Centramoebida
Trichosida
Tubulinea
Arcellinida
Echinamoebida
Euamoebida
Leptomyxida
Incertae sedis
Conosa
Archamoebae
Mycetozoa
Macromycetozoa
Protosteliales
Variosea
Breviatea
Deskripsi
Penyakit
Pengobatan
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan