Rabu, 21 Oktober 2026
10:36 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Bahasa Jawa Surabaya

Bahasa Jawa Surabaya

dialek bahasa Jawa yang dituturkan di Surabaya Raya, Jawa Timur

Bagikan:
Bahasa Jawa Surabaya
Båså Jåwå Suråbåyå
ꦧꦱꦗꦮꦱꦸꦫꦧꦪ
Dituturkan diIndonesia
WilayahGerbangkertosusila (Jawa Timur)
EtnisJawa Arekan (bahasa utama), Tionghoa (Jawa Timur), Pendalungan dan Madura (sebagai bahasa kedua/ketiga)
Penutur
± 3.5 juta (2019)[1]
Lihat sumber templat}}
20px-Info_Simple.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnailBeberapa pesan mungkin terpotong pada perangkat mobile, apabila hal tersebut terjadi, silakan kunjungi halaman iniKlasifikasi bahasa ini dimunculkan secara otomatis dalam rangka penyeragaman padanan, beberapa parameter telah ditanggalkan dan digantikam oleh templat.
Tampilkan klasifikasi manual
Posisi bahasa Jawa Surabaya dalam dialek-dialek bahasa Jawa Sunting klasifikasi ini

Catatan:

Simbol "†" menandai bahwa bahasa tersebut telah atau diperkirakan telah punah
Aksara Jawa
Abjad Pegon
Alfabet Latin
Status resmi
Diatur olehBalai Bahasa Provinsi Jawa Timur
Kode bahasa
ISO 639-3–
LINGUIST List
LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
jav-sur
Glottologsura1245
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
Jawa Surabaya belum diklasifikasikan dalam tingkatan manapun pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan
Referensi: [2][3]
Lokasi penuturan
The Map of Surabaya Metropolitan
  • Warna Merah: Wilayah di mana dialek Surabaya dituturkan secara dominan, meliputi wilayah Surabaya dan Sidoarjo.
  • Warna Jingga: Wilayah di mana dialek Surabaya dituturkan secara pasif, meliputi sebagian wilayah Lamongan dan Mojokerto.
osm-intl,7,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Jawa_Surabaya&revid=29596457&groups=_21dc4849d2e11ecc8f347a95638becee70684e21&parser=parsoidTampilkan peta yang diperbesar
osm-intl,3,a,a,323x250.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Bahasa_Jawa_Surabaya&revid=29596457&groups=_21dc4849d2e11ecc8f347a95638becee70684e21&parser=parsoidTampilkan peta yang diperkecil
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat: 7°15′26.888″S 112°45′7.520″E / 7.25746889°S 112.75208889°E / -7.25746889; 112.75208889 Sunting di Wikidata
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
40px-Openstreetmap_logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
40px-Wikipedia-logo-v2.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Proyek pemetaan bahasa
ProyekWiki Bahasa
Artikel ini menggunakan peta yang dihasilkan dari OpenStreetMap dan juga jejaring peta (mapframe) yang dibuat oleh kontributor Wikipedia. Apabila Anda menemukan kesalahan informasi, galat, maupun kendala teknis lainnya dalam data peta, silahkan laporkan di sini. Apabila Anda tertarik dalam pengembangan proyek pemetaan bahasa, silakan bergabung ke ProyekWiki kami. Proyek ini sudah menghasilkan sebanyak 666 artikel bahasa dengan peta interaktif yang dapat diakses dan digunakan oleh para pembaca.
120px-Logo_ProyekWiki_Bahasa.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak

Bahasa Jawa Surabaya atau dialek Suroboyoan (bahasa Jawa:ꦧꦱꦗꦮꦱꦸꦫꦧꦪ translit. Basa Jawa Surabaya), pengucapan bahasa Jawa: [bɔsɔjɔwɔsurɔˈbɔyɔ]) adalah sebuah dialek bahasa Jawa modern dalam rumpun dialek Arekan yang dituturkan di wilayah Gerbangkertosusila, terutama di Kota Surabaya.

Ciri khas

Bahasa Jawa Surabaya menunjukkan ciri khas fonologi dan morfologi yang tidak terdapat dalam dialek-dialek bahasa Jawa lainnya.[4]

  • Akhiran -a

Dalam bahasa Jawa Standar, akhiran '-a' dilafalkan sebagai [ɔ] seperti huruf 'o'. Akan tetapi, penulisan bahasa Jawa Surabaya biasanya tidak mengikuti kaidah penulisan baku bahasa Jawa yang tetap menggunakan huruf 'a', sehingga akhiran '-a' ditulis menggunakan huruf 'o' untuk merepresentasikan bunyinya.

Kosakata

Beberapa contoh kosakata dalam bahasa Jawa Surabaya :

Dialek Surabaya[a] Bahasa Jawa Standar Bahasa Indonesia[5]
koen

(contoh : koên kate nandi)

kowe kamu
riko, samean, mean, pean

(contoh : bojo riko kok ayu men cak)

sampean Anda
ae wae, bae saja
bêdhes kethek monyet
bibik bulik bibi
barek, ambek karo dengan
bêrak-bêrok

(contoh : ojok berak-berok ae dirungokno tanggane)

bêngok-bêngok teriak-teriak
cedhek, carek cedhak, cerak dekat
cacak, nyacak

(contoh : cacakên disik tala sedeng opo gak)

njajal mencoba
gocìk jirìh penakut
ampèl pring buluh
antep abot berat
antem tinju
beḍigasan - banyak tingkah
begèjèḳan

(contoh : arek kok begejekan ae se)

guyonan bergurau
begidakan - banyak tingkah
beling, mbeling dableg nakal
bekònyòk, bònyòk, bònyòr, nyònyòr benjut bonyok
beṭhik, mbeṭhik dableg, mbeling nakal
blakrak

(contoh : arek iku blakrakan ae torot sawah)

klayaban keluyuran
blangkrak, blangkrah, mblangkrak, mangkrak - terbengkalai
blanjur, keblanjur kebanjur terlewat
bluron

(contoh : kate bluron ndek kali aku)

ciblon main air
bòhai montok seksi (tubuh)
cak, cacak mas, kangmas kakak laki-laki
cekne ben agar / supaya
cébók, cibuk gayung gayung
cècèk krècèk kulit sapi
céḍók, ciḍuk cidhuk, irus cedok, sauk, irus
cegèk - salah sangka, tertipu, kehabisan kata-kata
crongokan - berbicara asal-asalan
mangan mangan/madhang makan
ciamik[b] apik baik, bagus
cipòk ambung cium
clòmètan - bertutur kata sembarangan
cómbé - pengadu, pelapor, membocorkan rahasia
cuan[c] bathi untung, laba
cukrik, cókrék ciyu minuman keras oplosan
cwawak, cwawakan - bertutur secara berisik
grapyak sumeh ramah
demek kumel kumal
ḍempis dhempil, mèpèd di pojok (posisi), mendesak
dlèwèr dlèwèr terjuntai
- ceroboh
dòlòp goblog bodoh
dugang dugang menendang
- menahan (aniaya)
èkèr

(contoh : arek kok eker-ekeran ae se)

gelut berkelahi
embong dalan ratan
entas, ngentas entas membawa masuk (melindungi dari hujan)
mentas baru saja[d]
- menuntaskan sesuatu
èntos - kemampuan melakukan sesuatu (konotasi negatif)
gacòr crèwèt, kluruk berkicau, cerewet
gagèh kesusu terburu-buru
gejròt menyet menekan, memipihkan, menjadikan penyek
genengnå

(contoh : genengno ae arek ngono ku)

loske biarkan
golek, dolek

(contoh : aku kate dolek lowongan kerjo)

golek cari
gobìs gubìs kubis
gibeng

(contoh : kakean polah tak gibeng kon)

antem pukul
glènḍès, ngglènḍèsi - berantakan (rupa)
gendakan

(contoh : gendakanmu saiki wong endi ?)

bojo kekasih
ingis pringis menyeringai, bermuka masam, ringis
ikå

(contoh : iko wonge ndek kono)

kae itu (jauh)
jeglaḳ mangan makan
jongor

(contoh : ojok mrunu engko malah jongor)

- jatuh mengenaskan
jhêmbrêt becek berair
kari

(contoh : bukuku kari nang sekolah)

keri tertinggal
kate

(contoh : aku kate turu dikek)

arêp akan
kenek kenå dapat
kecelék

(contoh : aku mau kadung mrono lakok kecelek ganok opo-opo)

kapusan tertipu
kepèḳ

(contoh : arek iku kepek nyolong barang)

konangan ketahuan, terpergok
klèmprak gléthak geletak
klimbruk

(contoh : lek mari diumbah ku ojok diklimbrukno)

klumbruk menumpuk dengan tidak teratur
klumpuk[e] kumpul kumpul
kòber péngin ingin
lêbus

(contoh : ambue cek lêbuse)

apêk, bacin bau tidak enak
cak mas, kakang kakak (lelaki)
kóngkó,[f] kóngków, kóngkó-kóngkó mlangkring tongkrong, menongkrong
kòrak[g] - sampah masyarakat, norak, kampungan
kòrdès[h] - norak, kampungan
lalar, lalar gawé - kurang kerjaan
lapo

(contoh : lapo koen moring-moring ?)

ngåpå kenapa
lamis[i] - penjilat, penggibah
lèkòh[j] - nikmat
lek yen kalau
lèpò - semen (konstruksi)
liwèk, kliwèk

(contoh : ojok dikliwek'i borok'e)

kopek kelupas
longor, congok bodho, mendho bodoh
mari

(contoh : lek mangan wis mari ta?)

bar, rampung selesai
mari ngene

(contoh : mari ngene kate turu aku)

bar ngene, rampung iki habis ini
mari ngono bar ngono, rampung kuwi habis itu
mek

(contoh : mek siji ae gaoleh)

mung hanya
mamulo

(contoh : mamulo lek tak kandani iku sing manut)

mulane makanya
mêne

(contoh : mene doleno mrene yo)

sesùk besok
magreng gedhé, magrong besar, megah
masiyå

(contoh : masiyo ngunu aku yo gelem rek)

senajan walaupun
meḍak - sudah tidak terpakai
mentålå

(contoh : ojok mentoloan ambek wong tuane)

têgêl tega
mêsakat - menentang/tidak bisa diatur
adhek adhi adik (perempuan)
mènthòl, menthòl

(contoh : pupumu lapo kok menthol-menthol)

- bentol
mêngkorok

(contoh : uluku mengkorok kabeh cak ono sing gak beres)

- merinding
metekek - membusungkan dada
mòkòng - bebal
mòncròt muncrat muncrat
munjuk

(contoh : klambie mlorot unjokno talah)

munggah naik
nesu nesu marah
lesu lesu[k]
mbidhêg

(contoh : arek kok duwe cangkêm mbidheg ae)

meneng terdiam tanpa kata
nḍak, gak

(contoh : gak usah koyok ngunu)

ora tidak
ndisor

(contoh : klambie nang ndisor kabeh)

ngisor ngisor
ndramus - tidak ada hentinya
ndìngkìk

(contoh : arek ndhìngkìk wong adus)

nginceng mengintip
ngapló mlongo termenung
ngòbus ngapusi menipu
ngòwòs ngèwès bocor (gas)
nyengkre ngalih pergi
ngêncilik - cabut/kabur
ngêndon, cangkruk nongkrong bersarang / nongkrong
ngetek

(contoh : lek ga gelem iku Yo wes talah ojok ngetek ae )

ngubêr mengejar gebetan
ning[l] mbak kakak (perempuan)
òngkep, òngkeb

(contoh : hawane ongkêb cak)

sumuk, ungkêp gerah
òngkrèh - membongkar, membuat berantakan
pèk bèh (kata seruan)
pisan

(contoh : iki pisan ditakoni malah meneng ae)

sisan sekalian
pongor

(contoh : tak pongor kapok koen)

antêm tinju
rijik

(contoh : lek nyapu sing rijik cekne bojoe ga brewokên)

rêsik bersih
sak'akên, mêlas

(contoh : sak'akên arek iku)

mesakke, mêlas kasihan
semòyò,[m] semayani nyemayani, njanjèni menjanjikan, berjanji
seru[n]

(contoh : ojok sêru-sêru rek lek omong ku)

men, temen sangat
têkå

(contoh : aku mari teko' kunu )

såkå dari
thithik saithik sedikit

(contoh : alah thithik ae jok medhit-medhit ta)

jaka jaka, bujang bujang
yakapa, ya'apa, yak òpò, ya'òpò

(contoh : yok opo carae nùlise ?)

kepriyé, piyé bagaimana
warah-warah

(contoh : ojok warah-warah Yo rek)

omong-omong bilang-bilang

Lihat pula

Rujukan

Catatan

  1. ↑ Penulisan huruf pada contoh kata di bawah merupakan penulisan yang umum ditemui. Pada penulisan dialek Arekan, umumnya diakritik tidak digunakan. Diakritik pada tabel ini hanya sebagai petunjuk untuk menghindari abiguasi pembacaan dan beberapa diakritik bukan merupakan diakritik yang digunakan dalam penulisan latin bahasa Jawa. Huruf dengan diakritik beserta bunyinya adalah sebagai berikut: <é> untuk [e], <è> untuk [e], <ó> untuk [o], <ò> untuk [o], <ḍ> untuk [ɖ], <ṭ> untuk [ʈ], dan <ḳ> untuk [k] sebagai koda (konsonan di akhir suku kata).
  2. ↑ Serapan dari bahasa Tionghoa 食飽未? terj. har. 'sudah kenyang belum?'.
  3. ↑ Serapan dari bahasa Min Selatan 賺 choán 'mendapat keuntungan'.
  4. ↑ Penggunaan di sebagian wilayah Lamongan.
  5. ↑ Dalam bahasa Jawa Standar, klumpuk memiliki arti 'mengelompokkan'.
  6. ↑ Serapan dari bahasa Min Selatan 講古 kóng-kó͘ 'bercerita'.
  7. ↑ Korak berasal dari gabungan kata "kotoran" dan "rakyat".
  8. ↑ Kordes berasal dari gabungan kata "kotoran" dan "desa" atau korak dan ndèsa.
  9. ↑ Lamis berasal dari gabungan kata lambe dan "manis" atau lambe dan "tipis".
  10. ↑ Dalam bahasa Jawa Standar, lékoh memiliki arti 'makanan yang bercampur'.
  11. ↑ Penggunaan di sebagian wilayah Sidoarjo.
  12. ↑ Ning berasal bahasa Jawa Kuno. Kata ini memiliki makna serupa seperti néng dalam bahasa Sunda. Pada penggunaan awalnya, kata sapaan ini hanya digunakan kepada anak perempuan dari keluarga terhormat.
  13. ↑ Dalam bahasa Jawa Standar, semaya memiliki arti 'menunda'.
  14. ↑ Kosakata khas Gresik.

Referensi

  1. ↑ "Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Surabaya".
  2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. ↑ Krauße, Daniel (2017). "A Description of Surabayan Javanese with Special Reference to its Linguistic Etiquette". The University of New Castle (dalam bahasa Inggris). Australia. doi:10.13140/RG.2.2.27512.14086/1.
  5. ↑ "KBBI Daring". kbbi.kemendikdasmen.go.id. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.


Ikon rintisan

Artikel bertopik bahasa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan