Rabu, 28 Oktober 2026
11:01 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026
Diagram vokal

Diagram vokal

Bagikan:
250px-California_English_vowel_chart.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah diagram untuk California Inggris, menunjukan bagaimana letak vokal dalam trapesium vokal IPA.[1]
250px-Vowel_triangle%2C_cardinal_vowels.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah sistematik diagram segitiga vokal IPA.
40px-Kurung_siku.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini mengandung transkripsi fonetik dalam Alfabet Fonetik Internasional (AFI).Untuk bantuan dalam membaca simbol AFI, lihat Bantuan:Pengucapan.Untuk penjelasan perbedaan [ ], / / dan ⟨ ⟩, Lihat IPA § Tanda kurung dan delimitasi transkripsi.

diagram vokal atau carta vokal adalah penyusunan sistematik dari vokal. Tergantung dari bahasa yang diskusikan, bentuk dari diagram kni dapat berbentuk segitiga maupun quadrilateral. Posisi vertikal menunjukan tutup tidaknya vokal, dengan Vokal tertutup di bagian atas diagram. Posisi Horizontal menunjukan kebelakangan vokal, dengan vokal depan berada di depan diagram.[2] Tak seperti konsonan, vokal itu memiliki ciri khas utama yaitu tidak adanya perbedaan penyuaraan, cara artikulasi, ataupun tempat artikulasi. Vokal dibedakan menurut posisi lidah saat disuarakan. Lidah bergerak secara vertikal dan horizontal di dalam rongga mulut.[3]

Dalam diagram vokal, penentuan titik vokal ditentukan dengan menentukan posisi lidah. Titik tertinggi dari lidah dianggap sebagai artikulator vokal. Dimensi vertikal dari diagram vokal dikenal sebagai ketinggian vokal, yang terdiri dari :

Sedangkan dimensi horizontal dari diagram vokal dikenal sebagai kebelakangan vokal yang menentukan posisi depan-belakang dari lidah, bagian ini terdiri dari :

Pepet (schwa) atau Vokal tengah madya [ə] merupakan titik tengah dari diagram dan sering dianggap sebagai vokal netral. Di sini kita dapat melihat keadaan netral dari kombinasi artikulasi vokal yang membentuk "pipa" saluran udara dalam rongga mulut yang hampir sempurna. Untuk vokal lainnya terdapat perbedaan dalam kebelakangan maupun kettingian dari vokal, entah atas/bawah atau depan/belakang. Dimensi selanjutnya adalah sela-sela dari vokal terbuka/tengah/tertutup dan depan/madya/belakang yang disebut dengan lax atau tense, kita dapat membedakan vokal vokal di antara artikulator utama. Dengan kata lain, semua vokal kecuali pepet.

Referensi

  1. ↑ Ladefoged, Peter (1999). "American English". Handbook of the International Phonetic Association. Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 41–44. ISBN 0-521-63751-1.
  2. ↑ Paul Skandera and Peter Burleigh (2005). A Manual of English Phonetics and Phonology. Gunter Narr Verlag. hlm. 33–34. ISBN 3823361252.
  3. ↑ Cancio, Mary Lou (2007). Functional Phonetics Workbook. San Diego, CA: Plural Publishing.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan