Minggu, 11 Oktober 2026
05:28 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Diagram QAPF

Diagram QAPF

Bagikan:
500px-Qapf_diagram_plutonic_05.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram QAPF untuk klasifikasi Batuan Plutonik

Diagram QAPF adalah diagram segitiga bolak balik yang digunakan untuk mengklasifikasikan batuan beku berdasarkan komposisi mineralogi. Akronimnya, QAPF, merupakan kependekan dari " Kuarsa, Alkali Feldspar, Plagioklas, dan Feldspathoid (Foid) ", yang merupakan grup-grup mineral yang digunakan untuk klasifikasi dalam Diagram ini. Persentase Q, A, P, dan F dinormalisasi ( dihitung ulang agar totalnya 100%)

Sejarah

Diagram QAPF dibuat oleh International Union of Geological Sciences (IUGS): Subcommission on the Systematics of Igneous Rocks[1] ditemukan oleh Albert Streckeisen (itulah sebabnya nama lain Diagram ini adalah: Diagram Streckeisen ). Ahli geologi seluruh dunia menerima diagram ini sebagai alat untuk klasifikasi batuan beku, terutama batuan plutonik.

Kegunaan

Diagram QAPF sebagian besar digunakan untuk klasifikasi batuan plutonik ( batuan faneritik), tetapi juga digunakan untuk batuan vulkanik jika komposisi mineral modal telah diketahui. Diagram QAPF tidak digunakan untuk mengklasifikasi batuan piroklastik atau batuan vulkanik jika komposisi mineral modal tidak diketahui, dan sebagai gantinya menggunakan klasifikasi TAS ( Total-Alkali-Silika). TAS juga digunakan jika batuan vulkanik mengandung gelas vulkanik ( seperti obsidian). Diagram QAPF juga tidak digunakan jika mineral mafik yang terkandung dalam komposisi batuan lebih dari 90% (contoh: peridotit dan piroxenit)

Nama batuan yang tepat bisa diberikan jika komposisi mineralogi diketahui, dimana dihitung menggunakan analisis petrografi.

Referensi

  • Streckeisen, A. L., 1974. Classification and Nomenclature of Plutonic Rocks. Recommendations of the IUGS Subcommission on the Systematics of Igneous Rocks. Geologische Rundschau. Internationale Zeitschrift für Geologie. Stuttgart. Vol.63, p. 773-785.
  • Streckeisen, A. L., 1978. IUGS Subcommission on the Systematics of Igneous Rocks. Classification and Nomenclature of Volcanic Rocks, Lamprophyres, Carbonatites and Melilite Rocks. Recommendations and Suggestions. Neues Jahrbuch für Mineralogie, Abhandlungen, Vol. 141, 1-14.
  • Le Maitre,R.W. 2002. Igneous Rocks: A Classification and Glossary of Terms: Recommendations of International Union of Geological Sciences Subcommission on the Systematics of Igneous Rocks. Cambridge University Press, 236pp.

Pranala luar

Footnotes

  1. ↑ See for example the diagram as it appears in Streckeisen, Albert (Juli 1974). "Classification and nomenclature of plutonic rocks recommendations of the IUGS subcommission on the systematics of Igneous Rocks". Geologische Rundschau. 63 (2): 773–786. doi:10.1007/bf01820841.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan