Selasa, 03 November 2026
05:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Dewan Lima Tetua

Dewan Lima Tetua

kelompok yang terdiri dari lima penguasa feodal kuat yang dibentuk tahun 1598 oleh Adipati Toyotomi Hideyoshi

Bagikan:

Dewan Lima Tetua (bahasa Jepang:五大老 Go-Tairō), adalah kelompok yang terdiri dari lima penguasa feodal kuat (bahasa Jepang: 大名 Daimyō ) yang dibentuk tahun 1598 oleh Adipati (bahasa Jepang: 太閤 Taikō) Toyotomi Hideyoshi, tidak lama sebelum kematiannya pada tahun yang sama.[1] Ketika Hideyoshi terbaring di ranjang menjelang kematiannya, putranya, Toyotomi Hideyori, masih berusia 5 tahun dan karena itu Hideyoshi perlu membentuk sebuah dewan untuk memastikan ahli warisnya akan dapat menggantikannya setelah dewasa. Mereka juga bertindak sebagai penasihat bagi Lima Komisioner (bahasa Jepang: 五奉行 Go-Bugyō), yang juga telah dibentuk oleh Hideyoshi untuk memerintah Kyoto dan daerah sekitarnya.[2]

Bagian dari seri artikel mengenai
Sejarah Jepang
330px-Joint_letter_of_Five_Elders_%28of_Toyotomi%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Periode
Paleolitiksebelum 14.000 SM
Jōmon14.000–300 SM
Yayoi300 SM – 250 M
Kofun250–538
Asuka538–710
Nara710–794
794–1185
1185–1333
1336–1573
1573–1603
1603–1868
1868–1912
1912–1926
Shōwa 1926–1989
1989–2019
2019–sekarang

Pembentukan Dewan

Menuju pembentukan dewan

Hideyoshi perlahan-lahan berubah dalam sikap ketika invasi ke Korea (dalam upaya untuk menaklukkan Korea dan Tiongkok) gagal. Hideyoshi sendiri belum bergabung dengan Kampanye Korea dan menugaskan vasal-vasal dalam komandonya untuk memimpin kampanye.[3] Dia mengirim pasukan terakhirnya berkekuatan 140.000 personel ke Korea tahun 1597, tetapi upaya ini tidak membuahkan hasil.[4]

Eksekusi Hideyoshi terhadap para anggota keluarga juga merupakan salah satu alasan untuk mempertanyakan kewarasannya selama periode ini.[5] Sebelum kelahiran putranya Hideyori, dia telah mengadopsi keponakannya, Toyotomi Hidetsugu, untuk menjadi ahli warisnya pada tahun 1591 karena Hidetsugu telah membantu Hideyoshi dalam kampanyenya.[6] Setelah Hideyori lahir, dia memerintahkan Toyotomi Hidetsugu untuk melakukan ritual bunuh diri di Gunung Kōya, ini menyebabkan satu-satunya ahli waris yang mungkin dimiliki Hideyoshi adalah putranya yang masih bayi, Hideyori. Orang-orang terdekat Hidetsugu, seperti keluarga dan para pengikutnya, juga dibunuh.[7]

Pada tahun 1595, Toyotomi Hideyoshi secara resmi mengumumkan lima undang-undang dan peraturan (bahas Jepang: 御定五ヶ条 Onkite Gokajō) untuk menjaga stabilitas rezim dan mengatasi pergolakan politik setelah pembersihan Hidetsugu.

Pada "hari kelima belas bulan ketujuh", daimyo senior di bawah perintah berkumpul di kediaman Maeda Toshiie di Fushimi untuk memperbarui janji kesetiaan mereka kepada Hideyori.[8] Pada "hari kelima bulan kedelapan", Hideyoshi mengeluarkan perintah kepada para Tetua yang menyatakan bahwa anak-anak dari berbagai jenderal harus pergi ke Istana Osaka, begitu Hideyori pindah ke sana.[9]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Mikiso,, Hane,. Premodern Japan : a historical survey. Perez, Louis G., (Edisi Second). Boulder, CO. hlm. 180. ISBN 9780813349701. OCLC 895428280.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. ↑ "五大老の序列や五奉行との違いなどについて解説!". 歴史をわかりやすく解説!ヒストリーランド (dalam bahasa Jepang). 2016-08-04. Diakses tanggal 2018-06-10.
  3. ↑ 1883-1965., Sansom, George Bailey, Sir, (1961). A history of Japan, 1334-1615. Stanford, Calif.: Stanford Univ. Press. hlm. 363. ISBN 0804705259. OCLC 16859819.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggal; |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  4. ↑ Conrad., Schirokauer, (2013). A brief history of Japanese civilization. Lurie, David Barnett., Gay, Suzanne Marie. (Edisi 4th). Boston, MA: Wadsworth, Cengage Learning. ISBN 0495913251. OCLC 772592935.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  5. ↑ 1947-, Berry, Mary Elizabeth, (1982). Hideyoshi. Cambridge, Mass.: Harvard University Press. hlm. 222. ISBN 0674390253. OCLC 8195691.{{cite book}}: |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  6. ↑ R., Turnbull, Stephen (2010). Toyotomi Hideyoshi. Rava, Giuseppe, 1963-. Oxford: Osprey. ISBN 9781846039614. OCLC 650342003.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link)
  7. ↑ Sadler, A.L. (2009). Shogun: The Life of Tokugawa Ieyasu. Tuttle. ISBN 9784805310427.
  8. ↑ Berry, Mary Elizabeth, (1982). Hideyoshi. Cambridge, Mass.: Harvard University Press. hlm. 139, 234. ISBN 0674390253. OCLC 8195691.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  9. ↑ 1947-, Berry, Mary Elizabeth, (1982). Hideyoshi. Cambridge, Mass.: Harvard University Press. hlm. 235. ISBN 0674390253. OCLC 8195691.{{cite book}}: |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan