Kamis, 05 November 2026
02:42 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Protes Anpo

Protes Anpo

Bagikan:
Protes Anpo
安保闘争
500px-1960_Protests_against_the_United_States-Japan_Security_Treaty_07.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Massa pengunjuk rasa membanjiri jalan-jalan di sekitar gedung Diet Nasional Jepang, 18 Juni 1960
Tanggal1959–1960
1970
LokasiJepang
SebabOposisi terhadap Perjanjian Kerja Sama dan Keamanan antara Amerika Serikat dan Jepang dan pangkalan Amerika di negara tersebut
Tujuan1959-1960

1970

Konsesi
yang diberikan
Pihak terlibat

Protes Anpo, atau dikenal dengan sebutan Unjuk rasa Anpo (安保闘争, Anpo tōsō) adalah serangkaian protes besar-besaran di seluruh Jepang dari tahun 1959 hingga 1960, dan sekali lagi pada tahun 1970, menentang Perjanjian Keamanan Amerika Serikat–Jepang, yang merupakan perjanjian yang memungkinkan Amerika Serikat mempertahankan pangkalan militer di tanah Jepang.[1] Nama protes tersebut berasal dari istilah Jepang untuk Perjanjian Keamanan. Anzen Hoshō Jōyaku (安全保障条約), atau Anpo (安保).

Protes pada tahun 1959 dan 1960 dilakukan untuk menentang revisi tahun 1960 dari Perjanjian Keamanan 1952, dan akhirnya berkembang menjadi protes populer terbesar di era modern Jepang. Pada puncak protes pada bulan Juni 1960, ratusan ribu pengunjuk rasa mengepung gedung Diet Nasional Jepang di Tokyo hampir setiap hari, dan protes besar terjadi di kota-kota lain di seluruh Jepang.[2]

Pada tanggal 15 Juni, pengunjuk rasa menghancurkan jalan mereka ke kompleks Diet itu sendiri, yang menyebabkan bentrokan kekerasan dengan polisi di mana seorang mahasiswi Universitas Tokyo, bernama Michiko Kanba, terbunuh.[1][3] Sebagai buntut dari insiden ini, rencana kunjungan ke Jepang oleh presiden Dwight D. Eisenhower dibatalkan, dan perdana menteri Nobusuke Kishi terpaksa mengundurkan diri.[4]

Protes putaran kedua terjadi pada tahun 1970, pada saat pembaruan otomatis perjanjian tahun 1960. Meskipun durasinya lebih pendek, protes-protes selanjutnya ini juga mencapai ukuran yang signifikan.

Referensi

Daftar pustaka

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan