Jumat, 23 Oktober 2026
06:18 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Jejak Multidisiplin Anshori Djausal Terekam dalam Pameran Kayu Ara di Lampung Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal
Derby del Sole

Derby del Sole

Bagikan:
Derby del Sole
Nama lainDerbi Matahari
Derbi Italia Selatan (Derby del Sud)
LokasiItalia
Tim terlibat
Pertemuan pertamaRoma 4–1 Napoli
Coppa CONI
(8 April 1928 (8 April 1928))
Pertemuan terakhirRoma 2–0 Napoli
Serie A 2023–2024
(23 Desember 2023)
Pertemuan selanjutnyaNapoli v Roma
Serie A 2023–2024
(28 April 2024)
StadionStadion Diego Armando Maradona (Napoli)
Stadion Olimpiade Roma (Roma)
Statistik
Total pertemuan172
Kemenangan terbanyakRoma (63)
Pencetak gol terbanyakDino da Costa (8)
Kemenangan terbesarRoma 8–0 Napoli
Serie A 1958–1959
(29 Maret 1959)
250px-NapoliUltras2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ultras S.S.C. Napoli menyalakan flare di Stadion San Paolo.
330px-AS_Roma_fans_at_Stadio_Olimpico_during_Roma-Inter.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pendukung A.S. Roma di Stadion Olimpico.

Derby del Sole atau Derbi Matahari adalah sebutan bagi persaingan dan permusuhan antara dua klub sepak bola Italia, yakni Roma dan Napoli. Permusuhan dua klubsepak bola yang bermukim di Italia bagian tengah ini cukup kompleks. Tidak seperti permusuhan klub sepak bola lainnya, Roma ataupun Napoli memulai permusuhan mereka dari dalam lapangan.[1] Tetapi insiden dari dalam lapangan itu yang kemudian perlahan bergeser menjadi konflik ideologi, sosial, dan budaya bagi kedua klub dan pendukungnya.[2] Kedua pendukung klub pun tak jarang terlibat insiden kekerasan yang menimbulkan korban jiwa,[3] yang tersohor adalah tewasnya pendukung Napoli bernama Ciro Esposito di tangan ultras Roma bernama Daniele De Santis pada 2014 silam.[4]

Latar Belakang

Sebenarnya pada awalnya pendukung Roma dan Napoli bersahabat.[1] Pertemuan pertama kedua klub terjadi pada 1929, tiga tahun setelah A.S. Roma berdiri.[5] Pertemuan pertama itu adalah simbol persahabatan dan keharmonisan Roma dan Napoli. Persahabatan atau gamellaggio antara Roma dan Napoli itu terbentuk karena kecemburuan bersama terhadap tiga klub dari Italia utara, yakni Juventus, A.C. Milan, dan Inter Milan.[6] Namun kini gamellaggio antara Roma dan Napoli tidak lagi tersisa, kedua klub bahkan sudah telanjur saling membenci.

Efek Maradona dan Giordano

Cikal bakal permusuhan Roma dan Napoli sudah terjadi ketika kedatangan Maradona ke San Paolo. Dengan datangnya Maradona membuat publik Napoli antusias dan optimis terhadap klub.[1] Setiap kali Napoli melakoni pertandingan kandang, setiap tribun di stadion San Paulo selalu penuh, itu karena para pendukung Napoli ingin menyaksikan Maradona beraksi.[6]

Satu waktu pada lanjutan Serie A musim 1985/86, Roma bertandang ke Napoli. Sebagai gamellaggio suporter Roma sudah diberikan tribun khusus di San Paolo. Namun kali ini seluruh tribun penuh, termasuk tribun yang biasa ditempati suporter Roma. Suporter Roma yang merasa direndahkan kemudian tetap menempati tribun biasanya, hal ini menimbulkan perselisihan dengan suporter Napoli yang menempati tribun tersebut. Masalahnya adalah suporter Napoli yang menempati tribun itu tidak paham soal gamellaggio Roma dan Napoli, sehingga terjadilah keributan.[6]

Setahun setelah insiden di tribun San Paolo, petinggi Napoli membuat keputusan transfer mengejutkan. Napoli saat itu mendatangkan Bruno Giordano, mantan pemain S.S. Lazio yang tidak lain adalah musuh abadi Roma. Suporter Roma menanggapi kedatangan Giordano ke Napoli dengan chant menghina Giordano. Tidak terima pemainnya dihina, suporter Napoli membalas dengan membuat chant balasan yang diarahkan ke pemain Roma, Bruno Conti.[6] Sejak itulah friksi-friksi permusuhan mulai tersemai di antara dua klub yang awalnya bersahabat ini.

Selebrasi Provokatif

Permusuhan Roma dan Napoli memuncak pada lanjutan Serie A 25 Oktober 1987 di Stadion Olimpico. Pertandingan antara Roma dan Napoli itu sedang dipimpin oleh Roma dan membuat Napoli tertekan. Suporter Napoli semakin kesal dan protes atas keputusan wasit mengeluarkan dua pemain mereka, Alessandro Renica dan Careca. Namun kekesalan itu berhasil reda ketika Giovanni Francini berhasil menyamakan kedudukan melalui umpan Diego Maradona. Pertandingan berakhir dengan imbang.[2]

Setelah pertandingan berakhir, secara tidak diduga salah satu pemain Napoli, yakni Salvatore Bagni memprovokasi suporter Roma. Saat itu Bagni melemparkan salam jari tengah ke arah suporter Roma yang melakukan hormat Nazi.[5] Suporter Roma menjawab selebrasi Bagni itu sebagai provokasi dan memantik permusuhan.[2]

Menyinggung Sejarah

Situasi panas pasca-selebrasi Bagni berlanjut ke luar stadion, bahkan ketegangan itu sampai ke Naples. Ketegangan itu memicu insiden kekerasan di sebuah bar yang diawali dengan ungkapan mengejek terhadap Roma. Orang-orang Napoli mengejek Roma dengan kalimat "AVIMM NOV LION NOV LION" , sebuah ungkapan yang bagi penduduk Roma adalah menghina kota mereka pada era Koloseum.[2] Pendukung Roma juga menyanyikan lagu Vesuvius sebagai bentuk penghinaan terhadap sejarah wilayah Napoli.[5]

Referensi

  1. 1 2 3 "Derby del Sole: Kala 'Dewa' Sepak Bola Merusak Persabahatan". kumparan. Diakses tanggal 12 Januari 2021.
  2. 1 2 3 4 Aprialdi, Randy (4 April 2015). "Pergeseran Makna Derby Roma-Napoli". Pandit Football Indonesia. Diakses tanggal 12 Januari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Aprialdi, Randy (21 April 2016). "Pengujung Hidup Pentolan Ultras Roma dalam Kematian Ciro Esposito". Pandit Football Indonesia. Diakses tanggal 12 Januari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "The Fascist Italian Soccer Ultra Who Killed a Rival Fan". www.vice.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 12 Januari 2021.
  5. 1 2 3 "Derby del Sole, Simbol Keretakan Persahabatan Roma-Napoli". detikcom. Diakses tanggal 2021-01-12.
  6. 1 2 3 4 "Derby Del Sole: Ketika Kawan Menjadi Lawan". Football Tribe Indonesia (dalam bahasa American English). 2017-10-12. Diakses tanggal 2021-01-12.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan