Minggu, 18 Oktober 2026
16:40 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Demam Zika

Demam Zika

infeksi virus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegpti

Bagikan:
60px-Star_of_life_caution.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel ini hanya boleh digunakan untuk penjelasan ilmiah; bukan untuk diagnosis diri dan tidak dapat menggantikan diagnosis medis. Wikipedia tidak memberikan konsultasi medis. Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat, berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan profesional.
Demam zika
Nama lainPenyakit virus Zika, Zika, Infeksi virus Zika
250px-Alexius_Salvador_Zika-Virus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ruam akibat infeksi demam Zika
Pelafalan
SpesialisasiPenyakit menular
GejalaDemam, mata merah, nyeri sendi, sakit kepala, ruam makulopapular, Kadang-kadang tidak bergejala
KomplikasiSindrom Guillain–Barre, selama kehamilan dapat menyebabkan mikrosefali pada bayi
DurasiJangka pendek
PenyebabZika virus terutama disebarkan oleh nyamuk, juga dapat ditularkan melalui menular seksual
Metode diagnostikCek darah, urin, atau air liur untuk virus RNA or darah antibodi
Diagnosis bandingCikungunya, malaria, demam berdarah, penyakit leptospira, campak
PencegahanPermetrin, DEET, Pikaridin, kondom pria
PengobatanPerawatan suportif, Umumnya tidak diperlukan pada kasus ringan
Kematian≥ 51 (2016–19)[1]

Demam Zika adalah penyakit demam yang diakibatkan oleh virus Zika, sebuah virus dari genus Flavivirus. Penyakit ini terjadi akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti pada manusia. Gejala yang ditimbulkan akibat virus Zika sendiri mirip dengan penyakit demam berdarah dengan munculnya demam, radang pada selaput mata, nyeri sendi dan otot, serta munculnya ruam pada kulit.[2] Namun tidak semua orang merasakan gejala tersebut saat terinfeksi virus ini.[3][4] Hingga tahun 2015, belum ada kasus kematian selama infeksi tahap awal.[5] Infeksi demam Zika diindikasikan memiliki hubungan dengan sindrom Guillain–Barré.[5]

Saat mewabahnya virus Zika di sejumlah negara benua Amerika awal tahun 2016 hingga sekarang, penularan virus ini pada ibu hamil menyebabkan janin yang dikandungnya berpeluang terjangkit mikrosefalus, sebuah penyakit pengecilan otak.[6] Hingga Februari 2016, belum ada vaksin dan pengobatan tertentu yang mampu membasmi virus ini.[7]

Dokter yang merawat pasien akibat demam Zika hanya bisa menyembuhkan demam ini seperti gejala demam pada penyakit serupa demam berdarah.[8] Meskipun tidak ada penanganan khusus, parasetamol (asetaminofen) dapat membantu meredakan gejala.[9] Rawat inap di rumah sakit jarang diperlukan.[5] Pencegahan dapat dilakukan antara lain dengan mengurangi gigitan nyamuk di wilayah-wilayah yang terkena wabah penyakit ini.[9] Upaya-upaya ini termasuk penggunaaan penolak serangga, menutup sebagian besar tubuh dengan pakaian, kelambu, dan meniadakan genangan air karena merupakan tempat nyamuk berkembang-biak.[10] Belum ada vaksin yang efektif.[9] Pejabat kesehatan Brasil merekomendasikan pada 2015 agar para orang tua menunda kehamilan karena terjadinya wabah penyakit ini, dan wanita hamil disarankan untuk tidak bepergian ke wilayah-wilayah yang terjangkit.[9][11]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Cardona-Ospina, Jaime A.; Henao-SanMartina, Valentina; F.Acevedo-Mendoza, Wilmer; Nasner-Posso, Katherinn Melissa; F.Martínez-Pulgarín, Dayron; Restrepo-López, Abril; Valencia-Gallego, Valentina; Collins, Matthew H.; Rodriguez-Morales, Alfonso J. (6 September 2019). "Fatal Zika virus infection in the Americas: A systematic review". International Journal of Infectious Diseases. 88: 49–59. doi:10.1016/j.ijid.2019.08.033. PMID 31499212. S2CID 202414341. A systematic review of the literature was performed, showing 51 reported deaths associated with ZIKV infection in nine countries.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Indarini, Nurvita. "Cek di Sini, Gejala-gejala Infeksi Virus Zika". detikcom. Diakses tanggal 2016-02-02.
  3. ↑ "Factsheet for health professionals". ecdc.europa.eu. Diakses tanggal 2015-12-22.
  4. ↑ Eurosurveillance | Zika virus infection complicated by Guillain-Barré syndrome – case report, French Polynesia, December 2013
  5. 1 2 3 "Factsheet for health professionals". ecdc.europa.eu. Diakses tanggal 22 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Lisa Schnirring (30 Nov 2015). "Zika virus spreads to more countries". Center for Infectious Disease Research and Policy, U. of Minnesota Academic Health Center. Diakses tanggal 11 Des 2015.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Factsheet for health professionals". ecdc.europa.eu. Diakses tanggal 2015-12-24.
  8. ↑ "WPRO | Zika virus". www.wpro.who.int. Diakses tanggal 2015-12-24.
  9. 1 2 3 4 Chen, LH; Hamer, DH (2 Februari 2016). "Zika Virus: Rapid Spread in the Western Hemisphere". Annals of internal medicine. PMID 26832396.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  10. ↑ "Zika virus". WHO. Januari 2016. Diakses tanggal 3 Februari 2016.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  11. ↑ "Brazil warns against pregnancy due to spreading virus - CNN.com". CNN. Diakses tanggal 24 Desember 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik penyakit ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan