Minggu, 11 Oktober 2026
01:11 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Deinosuchus

Deinosuchus

genus reptilia

Bagikan:
Deinosuchus
Rentang waktu: Kapur Akhir, Campanian Catatan kemungkinan Santonian akhir[1]
250px-Deinosuchus-0251.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rekonstruksi tengkorak di Taman Nasional Big Bend
250px-Deinosuchus_skeletal.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rekonstruksi kerangka dan perbandingan ukuran spesimen yang relatif lengkap
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Klad: Archosauria
Klad: Pseudosuchia
Klad: Crocodylomorpha
Klad: Crocodyliformes
Klad: Eusuchia
Genus: †Deinosuchus
Holland, 1909
Spesies tipe
†Deinosuchus hatcheri
Holland, 1909
Spesies lain
  • †D. rugosus?
    (Emmons, 1858)
    [awalnya Polyptychodon]
  • †D. riograndensis?
    (Colbert & Bird, 1954)
    [awalnya Phobosuchus]
  • †D. schwimmeri
    Cossette & Brochu, 2020
Sinonim
Artikel takson sembarang
250px-Deinosuchus_hatcheri_-_Natural_History_Museum_of_Utah_-_DSC07251.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah kerangka Deinosuchus dipajang di Museum Sejarah Alam Utah

Deinosuchus adalah genus crocodilia raksasa punah yang berkerabat dengan aligator modern yang hidup di Amerika Utara sekitar 80-73 juta tahun lalu, tepatnya pada akhir Periode Kapur. Sisa-sisa fosilnya telah ditemukan di berbagai wilayah di Amerika Utara, seperti di AS ( Texas, Montana, Carolina) dan Meksiko bagian utara. Dengan panjang tubuh dipercaya mampu mencapai 10-12 meter dan berat lebih dari 8 ton, Deinosuchus merupakan salah satu jenis buaya terbesar yang pernah hidup, bersama dengan Sarcosuchus dari Afrika Utara (11-12 m), dan Purussaurus dari Amerika Selatan (10-13 m). Deinosuchus merupakan anggota dari superfamili Alligatoroidea, yang juga mencakup aligator dan kaiman modern. Walaupun ia memiliki ukuran yang jauh lebih besar dari semua jenis buaya modern, tetapi tampangnya hampir tak berbeda dengan mereka.

Deskripsi

Ia memiliki tengkorak yang tebal dengan deretan gigi yang besar dan kuat, yang tercipta untuk menghancurkan tulang. Punggungnya diselimuti oleh barisan osteoderm (lempengan sisik) berbentuk bulatan tebal. Deinosuchus hidup di wilayah yang dikenal dengan sebutan "Western Interior Seaway" yang merupakan lautan dangkal yang memisahkan Amerika Utara menjadi dua daratan besar, yaitu Laramidia dan Appalachia. Deinosuchus bersemayam di sepanjang pantai di kedua daratan tersebut. Ada dua spesies yang diketahui, yakni Deinosuchus rugosus yang tinggal di daratan timur (Appalachia) dan Deinosuchus riograndensis yang mendiami daratan barat (Laramidia). Perbedaan kedua spesies ada pada bentuk gigi dan osteoderm, serta dari segi ukuran (D. riograndensis merupakan spesies terbesar). Deinosuchus diperkirakan memiliki cara berburu yang hampir sama dengan buaya modern, yakni menyergap dinosaurus atau hewan lainnya yang sedang berada di tepi air kemudian menariknya ke dalam air hingga mati tenggelam. Bahkan, ia juga dipercaya dapat melakukan "death roll", seperti Buaya modern.

Ekologi

250px-Deinosuchus_hatcheri.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ilustrasi Deinosuchus

Sebagai predator raksasa, Deinosuchus mampu memangsa dinosaurus besar seperti ornithopoda ataupun ceratopsia. Hal ini diperkuat dengan bukti ditemukannya beberapa fosil tulang ekor dinosaurus hadrosauria yang memiliki bekas gigitan Deinosuchus. Bahkan, Deinosuchus juga diketahui mampu menyerang dan mungkin memangsa beberapa theropoda Tyrannosauridae seperti Albertosaurus yang merupakan predator darat utama di daratan Amerika Utara pada saat itu. Deinosuchus merupakan salah satu predator terbesar yang hidup di Amerika Utara selama akhir Kapur (periode), bersama dengan beberapa jenis tyrannosauria yaitu Albertosaurus, Daspletosaurus, dan Appalachiosaurus. Walaupun begitu, ia tak hidup berdampingan dengan Tiranosaurus, karena ada selisih 5 juta tahun antara kemunculan T. rex pertama dengan Deinosuchus terakhir.Beberapa hewan besar lain yang juga hidup di waktu dan tempat yang sama dengan Deinosuchus adalah herbivora besar seperti ornithopoda (Parasaurolophus, Corythosaurus, Kritosaurus) dan ceratopsia (Chasmosaurus, Agujaceratops). Ada juga dinosaurus maniraptora kecil seperti Troodon dan Dromaeosaurus, serta jenis buaya purba yang lebih kecil (Brachychampsa) dan reptil choristodera (Champsosaurus). Selain itu, karena Deinosuchus juga dipercaya mampu menjelajah lautan layaknya Buaya muara modern, sehingga ia juga sesekali berjumpa dengan beberapa monster laut seperti kadal laut raksasa (Mosasaurus, Tylosaurus) dan ikan hiu (Cretoxyrhina, Squalicorax).


Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan