Kamis, 29 Oktober 2026
03:09 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Dawda Jawara

Dawda Jawara

politikus, Gambia

Bagikan:
Sir
Dawda Jawara
250px-Dawda_Jawara_%281979%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jawara pada 1979
Presiden Gambiake-1
Masa jabatan
24 April 1970 –22 Juli 1994
PendahuluElizabeth II
sebagai Ratu Gambia
PenggantiYahya Jammeh
Wakil Presiden Senegambia
Masa jabatan
12 Desember 1981 –30 September 1989
PresidenAbdou Diouf
Perdana Menteri Gambia
Masa jabatan
12 Juni 1962 –24 April 1970
Penguasa monarkiElizabeth II
PendahuluPierre Sarr N'Jie
PenggantiJabatan dihapuskan
Informasi pribadi
LahirDawda Kairaba Jawara
(1924-05-16)16 Mei 1924
Meninggal27 Agustus 2019(2019-08-27) (umur 95)
Partai politikPartai Progresif Rakyat
Suami/istri
​
​
(m. 1955;c. 1967)​
​
(m. 1968)​
Njaimeh Jawara
​
(m. 1970)​
AnakBolumbo Jawara
AlmamaterUniversitas Glasgow
Universitas Liverpool
Universitas Edinburgh

Sir Dawda Kairaba Jawara (16 Mei 1924 – 27 Agustus 2019)[1] adalah seorang politikus Gambia yang menjabat sebagai Presiden pertama Gambia pada 1970 hingga 1994. Ia juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri pada 1962 hingga 1970. Setelah negara itu menghapuskan monarki, ia menjadi presiden pada 24 April 1970. Di bawah pemerintahan Jawara, Gambia menjadi negara yang demokratis dibandingkan dengan kebanyakan negara Afrika lainnya setelah kemerdekaan.

Pada pertengahan 1981, ia hampir digulingkan dalam sebuah percobaan kudeta berdarah yang akhirnya berhasil dipatahkan hanya dengan bantuan oleh pasukan-pasukan Senegal. Pada 22 Juli 1994, sebuah upaya kudeta yang kedua dilancarkan oleh Letnan Yahya Jammeh yang kali ini berhasil. Jawara mengasingkan diri hingga 2002.

Referensi

  1. ↑ Shaban, Abdur Rahman Alfa (27 Agustus 2019). "The Gambia's first president, Dawda Jawara, dies aged 95 - Presidency". Africanews. Diakses tanggal 8 November 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  • The Gambia Echo
  • Freedom Newspaper

Pranala luar

Jabatan politik
Didahului oleh:
Pierre Sarr N'Jie
Perdana Menteri Gambia
1962–1970
Diteruskan oleh:
Dirinya sendiri sebagai Presiden Gambia
Didahului oleh:
Elizabeth II
sebagai Ratu Gambia
Presiden Gambia
1970–1994
Diteruskan oleh:
Yahya Jammeh
Jabatan diplomatik
Didahului oleh:
Ibrahim Babangida
Ketua Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat
1989–1990
Diteruskan oleh:
Blaise Compaoré
Didahului oleh:
Blaise Compaoré
Ketua Masyarakat Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat
1991–1992
Diteruskan oleh:
Abdou Diouf
Ratu (1965–1970)
Presiden Republik Pertama (1970–1994)
Rezim militer (1994–1996)
Presiden Republik Kedua (dari 1996)


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan