Kamis, 29 Oktober 2026
19:37 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Augusta Jawara

aktivis dan penulis drama asal Gambia

Bagikan:

Hannah Augusta Darling Jawara (nama lahir Mahoney; Mei 1924 – 21 Januari 1981) adalah perawat, penulis drama, dan aktivis hak-hak perempuan asal Gambia. Ia merupakan istri pertama Sir Dawda Jawara, Perdana Menteri Gambia, sejak tahun 1955 hingga 1967.

Kehidupan

Hannah Augusta Darling Mahoney lahir dari keluarga terkemuka Kristen Aku Kreol. Ia merupakan putri dari Sir John Mahoney, Ketua pertama Dewan Legislatif Gambia, dan istrinya yang bernama Hannah. Louise N'Jie adalah saudara perempuannya.

Ia menempuh pendidikan di Mohammedan High School, di mana untuk pertama kalinya ia bertemu dengan Dawda Jawara yang kelak menjadi presiden.[1] Setelah itu, ia melanjutkan pelatihan keperawatan di Edinburgh, Skotlandia.[2]

Pada Februari 1955, ia menikah dengan Dawda Jawara.[3] Anak pertama mereka lahir di Edinburgh, saat suaminya kembali melanjutkan studi. Pada tahun 1960, ia mencalonkan diri dalam pemilihan anggota Dewan Perwakilan dalam Pemilu 1960, mewakili Soldier Town di Bathurst untuk partai suaminya, PPP. Meskipun tidak terpilih, ia menjadi perempuan pertama yang mencalonkan diri dalam pemilihan nasional di Gambia.[4]

Pada 1962, ia mendirikan Women's Contemporary Society.[5] Karya dramanya yang berjudul The African King dipentaskan dalam Festival Seni Negro di Dakar pada tahun 1966.[6]

Pada tahun 1967, ia bercerai dengan Dawda Jawara, yang kemudian kembali memeluk Islam. Setahun kemudian, ia menerbitkan Rebellion yang disebut-sebut sebagai karya sastra pertama di Gambia yang secara terang-terangan mengangkat isu feminisme dan pembelaan terhadap anak perempuan. Diterbitkan dengan nama samaran, Rebellion merupakan drama yang berkisah tentang Nyasta, seorang remaja perempuan di desa yang berjuang melanjutkan pendidikan daripada harus menjalani pernikahan yang diatur.[7] Pada masa penerbitan karyanya itu, ia menjabat sebagai Presiden Gambia Women's Federation, organisasi yang ia dirikan dari berbagai asosiasi perempuan di wilayah Greater Banjul.[8]

Wafat

Augusta Jawara meninggal dunia di London pada 21 Januari 1981 dalam usia 56 tahun.[9]

Daftar Referensi

  1. ↑ Saikou Jammeh, "A Hand of Destiny" Diarsipkan 2012-04-19 di Wayback Machine, The Daily News, 21 January 2011. Accessed 21 November 2012.
  2. ↑ "Scots in Gambia", The Glasgow Herald, 11 February 1965, p. 8. Accessed 21 November 2012.
  3. ↑ Arnold Hughes; David Perfect (2008). Historical Dictionary of The Gambia. Scarecrow Press. hlm. 113. ISBN 978-0-8108-5825-1. Diakses tanggal 21 November 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Hughes; Perfect (2008). Historical Dictionary of The Gambia. Scarecrow Press. hlm. 244. ISBN 9780810862609. Diakses tanggal 20 November 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. ↑ "Jawara, Augusta D. (1924 - 1981)". Diarsipkan dari asli tanggal 16 Maret 2012. Diakses tanggal 21 November 2012.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ Abdoulaye Saine (2012). Culture and Customs of Gambia. ABC-CLIO. hlm. 75. ISBN 978-0-313-35910-1. Diakses tanggal 20 November 2012.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Rosamond S. King, "Gambian Women's Voices", SABLE Litmag of New Writing, Autumn/Fall 2007. Excerpted online. Accessed 21 November 2012.
  8. ↑ Isatou Njie-Saidy, Keynote Address Diarsipkan 3 Maret 2016 di Wayback Machine, 8 March 2001.
  9. ↑ Perfect, David (2016-05-27). Historical Dictionary of The Gambia (dalam bahasa Inggris). Rowman & Littlefield. ISBN 978-1-4422-6526-4.
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan