Kamis, 15 Oktober 2026
22:34 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
David Albala

David Albala

dokter asal Kerajaan Serbia

Bagikan:
David_Albala.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
David Albala

David Albala (lahir David Kovu; 1 September 1886 – 4 April 1942) adalah seorang perwira militer, diplomat, dokter, dan pemimpin komunitas Yahudi asal Serbia. Di bawah pengaruhnya, Serbia menjadi negara pertama di dunia yang secara terbuka mendukung Deklarasi Balfour tahun 1917, yang menyerukan tanah air Yahudi di Palestina. Seorang letkol dalam Angkatan Darat Kerajaan Serbia, ia adalah salah satu perwakilan negaranya di negosiasi damai Versailles, presiden Komunitas Yahudi Belgrade, wakil presiden Dewan Komunitas Yahudi Yugoslavia, dan presiden Yayasan Nasional Yahudi Yugoslavia. Ia dikirim ke Amerika Serikat pada Misi Kerajaan Serbia dari 1917 sampai 1919. Antara 1939 dan 1942, ia menjadi delegasi khusus untuk legasi Yugoslavia di Washington D.C., di mana ia wafat.[1]

Catatan

Referensi

  1. ↑ "Supplements to the Review of the Year" (PDF). American Jewish Yearbook. hlm. 47. Diakses tanggal 6 Desember 2014.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan